Ramadhan Istimewa - Ngaji Kitab Latha'iful Ma'aarif Ibnu Rajab Al Hanbali
Автор: Ustadz Dwi
Загружено: 2026-02-17
Просмотров: 64
Описание:
🌙 MARHABAN YAA RAMADHAN - Ngaji Kitab Latha'iful Ma'arif Ibnu Rajab Al-Hanbali
"Telah datang kepada kalian Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan atas kalian berpuasa padanya. Pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu..." (HR. Ahmad)
Ungkapan "Marhaban Yaa Ramadhan" bukan sekadar selamat datang biasa. Ia lahir dari kerinduan mendalam para ulama salaf kepada bulan penuh berkah. Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam kitab monumentalnya Latha'iful Ma'arif mengabadikan bagaimana generasi terbaik umat ini menyambut, menjalani, dan merindukan Ramadhan dengan cara yang luar biasa.
Video ini akan mengajak Anda menyelami samudra hikmah dari kitab Latha'iful Ma'arif—sebuah ensiklopedia amalan sepanjang tahun yang menjadi rujukan utama dalam memahami keutamaan waktu dan ibadah dalam Islam.
🔍 Poin-poin yang akan dikaji:
1. Mengenal Kitab Latha'iful Ma'arif
Kitab Latha'iful Ma'arif karya Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali (w. 795 H) adalah kitab yang mengupas amalan-amalan sunnah sepanjang tahun berdasarkan penanggalan hijriyah . Dimulai dari Muharram hingga Dzulhijjah, Ibnu Rajab memaparkan keutamaan setiap bulan dan ibadah-ibadah yang dianjurkan di dalamnya. Kitab ini menjadi rujukan klasik yang tak pernah lekang oleh waktu .
2. Makna "Marhaban Yaa Ramadhan"
Marhaban (مرحبًا) berasal dari kata rahb yang berarti luas dan lapang. Mengucapkan "Marhaban Yaa Ramadhan" berarti menyambut kedatangan bulan suci dengan hati yang lapang, penuh kegembiraan, dan keterbukaan untuk menerima segala keberkahannya .
Ibnu Rajab menjelaskan bahwa hadits Rasulullah yang memberi kabar gembira tentang datangnya Ramadhan menjadi dasar disunnahkannya saling memberi ucapan selamat menyambut bulan mulia ini . Dalam hadits riwayat Abu Hurairah, Rasulullah ﷺ bersabda:
"Telah datang kepada kalian Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah ﷻ mewajibkan atas kalian berpuasa padanya. Pintu-pintu surga dibuka padanya. Pintu-pintu Jahim (neraka) ditutup. Setan-setan dibelenggu. Di dalamnya terdapat sebuah malam yang lebih baik dibandingkan 1000 bulan. Siapa yang dihalangi dari kebaikannya, maka sungguh ia terhalangi."
3. Kerinduan Salaf kepada Ramadhan
Salah satu hal paling menakjubkan yang dinukil Ibnu Rajab dalam Latha'iful Ma'arif adalah kebiasaan para ulama salaf dalam merindukan Ramadhan :
"Mereka (para ulama salaf) berdoa kepada Allah selama enam bulan agar mereka dapat menjumpai bulan Ramadan. Kemudian berdoa selama enam bulan agar ibadah Ramadan mereka diterima Allah."
Ya, enam bulan sebelum Ramadhan mereka sudah memohon dipertemukan dengannya, dan enam bulan setelahnya mereka memohon amalannya diterima. Inilah makna cinta sejati kepada bulan suci .
Mu'alla bin Al-Fadhl rahimahullah menuturkan:
"Dahulu mereka (para salaf) berdoa kepada Allah selama enam bulan agar mereka dipertemukan dengan Ramadhan. Kemudian mereka berdoa lagi selama enam bulan agar amalan mereka diterima."
4. Doa-Doa Menyambut Ramadhan
Dalam Latha'iful Ma'arif, Ibnu Rajab mengabadikan doa-doa indah yang dipanjatkan para salaf:
اَللَّهُمَّ سَلِّمْنـِيْ إِلَى رَمَضَانَ وَسَلِّمْ لِـيْ رَمَضَانَ وَتَسَلَّمْهُ مِنِيْ مُتَقَبَّلاً
"Ya Allah, antarkanlah aku hingga sampai Ramadhan, antarkanlah Ramadhan kepadaku, dan terimalah amal-amalku di bulan Ramadhan."
Doa ini mencerminkan tiga tahap:
· Sallimni ila Ramadhan: Memohon keselamatan jiwa hingga tiba Ramadhan
· Sallim li Ramadhan: Memohon Ramadhan berjalan lancar dan penuh berkah
· Tasallamhu minni mutaqabbalan: Memohon amalan diterima di sisi-Nya
5. Keutamaan Berpuasa di Tengah Panas
Bagian menarik dalam Latha'iful Ma'arif adalah pembahasan Ibnu Rajab tentang keutamaan berpuasa di saat cuaca panas. Ketika Ramadhan bertepatan dengan musim panas, ini justru menjadi peluang meraih pahala berlipat .
Ibnu Rajab menukil kisah Abu Musa Al-Asy'ari ra yang mendengar seruan gaib:
"Allah telah menetapkan atas diri-Nya bahwa siapa yang membuat dirinya haus karena Allah pada hari yang panas, maka ia berhak atas Allah untuk diberi minum pada hari kiamat."
Kisah seorang Badui yang diajak berbuka oleh Hajjaj menjawab:
"Aku berpuasa untuk mempersiapkan hari yang lebih panas."
🌙 Mari sambut Ramadhan dengan cara para salaf: dengan doa, persiapan, dan kerinduan yang tulus.
✅ Like, subscribe, dan share jika Anda ingin menyambut Ramadhan dengan ilmu dan cinta.
🔔 Aktifkan notifikasi untuk serial Ngaji Kitab Latha'iful Ma'arif dan kajian Ramadhan selanjutnya.
---
#MarhabanYaaRamadhan #LathaifulMaarif #IbnuRajabAlHanbali #RamadhanBerkah #MenyambutRamadhan #DoaMenyambutRamadhan #SalafusShaleh #KerinduanRamadhan #FadhilahRamadhan #NgajiKitab #KajianRamadhan #RamadhanMubarak #TarhibRamadhan #PersiapanRamadhan #KeutamaanPuasa #RamadhanDanAlQuran #TilawahRamadhan #BulanPenuhAmpunan #PintuSurgaTerbuka #Ramadhan1447H
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: