Tiga Cara Angkat Tangan Dalam Shalat - Ngaji Kitab Bidayatul Mujtahid
Автор: Ustadz Dwi
Загружено: 2026-02-19
Просмотров: 42
Описание:
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Selamat datang, para pencinta ilmu. Kembali lagi di channel ini untuk melanjutkan pengajian kita di Kitab Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtashid karya monumental dari filsuf dan ahli fikih Andalusia, Imam Ibn Rusyd Al-Hafid.
Pernahkah Anda melihat perbedaan gerakan di antara jamaah saat shalat berjamaah? Ada yang mengangkat tangan hingga sejajar telinga, ada yang hanya hingga bahu, bahkan ada yang tidak mengangkat tangan sama sekali kecuali di takbiratul ihram. Lantas, mana yang benar? Bagaimana sebenarnya batasan angkat tangan (raf'ul yadain) dalam shalat menurut perspektif fikih perbandingan?
Di video kali ini, kita akan menyelami secara mendalam pasal "Batasan Angkat Tangan Dalam Shalat" yang dibahas secara jenius oleh Ibn Rusyd. Beliau tidak sekadar menyebutkan mana yang paling shahih, tetapi juga memaparkan ‘illah (alasan hukum) di balik perbedaan pendapat para imam madzhab.
---
Dalam kajian kali ini, kita akan membahas poin-poin penting berikut:
1. Definisi dan Posisi Angkat Tangan: Kapan saja angkat tangan itu disunnahkan? Apakah hanya di takbiratul ihram, atau juga saat rukuk, bangun dari rukuk (i'tidal), dan berdiri dari tasyahud awal?
2. Batasan Ketinggian Tangan: Mengupas secara detail perbedaan riwayat tentang seberapa tinggi tangan diangkat. Apakah hingga ke daun telinga, sejajar bahu, atau ada batasan lainnya? Kita akan menelusuri hadits-hadits utama yang menjadi sandaran masing-masing pendapat.
3. Pandangan 4 Madzhab: Membahas secara objektif bagaimana Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi'i, dan Imam Ahmad bin Hanbal memandang masalah ini. Mengapa Imam Abu Hanafiyah cenderung tidak mengangkat tangan kecuali di awal? Apa dalil Imam Syafi'i yang sangat kuat sehingga beliau menguatkan sunnah raf'ul yadain di setiap gerakan?
4. Metode Tarjih ala Ibn Rusyd: Inilah inti dari kajian kita. Bagaimana Ibn Rusyd dalam Bidayatul Mujtahid membandingkan kualitas hadits dan logika hukum (qiyas) untuk memberikan pemahaman yang komprehensif. Beliau mengajarkan kita untuk tidak fanatik buta (ta'assub), tetapi menghargai perbedaan sebagai rahmat selama masih berakar pada dalil yang kuat.
Mengapa Kajian Ini Penting?
Shalat adalah tiang agama. Memahami detail gerakannya dengan ilmu adalah bagian dari upaya kita untuk menyempurnakan ibadah. Bukan sekadar ikut-ikutan, tetapi yakin dengan apa yang kita kerjakan di hadapan Allah SWT. Kajian berbasis kitab kuning seperti ini akan membuka cakrawala berpikir kita bahwa perbedaan di kalangan ulama adalah kekayaan khazanah Islam yang harus kita sikapi dengan lapang dada dan penuh ilmu.
Jangan lewatkan pembahasan menarik ini. Siapkan catatan Anda, mari kita buka lembaran kitab Bidayatul Mujtahid dan renungkan hikmah di balik perbedaan gerakan dalam shalat.
---
Jangan Lupa!
Jika Anda merasa kajian ini bermanfaat, bantu sebarkan ilmu dengan cara:
👍 Like jika Anda setuju atau suka dengan penjelasannya.
💬 Komen di bawah! Bagaimana pendapat Anda? Mana yang selama ini Anda amalkan? Mari kita diskusikan dengan adab yang baik.
🔔 Subscribe dan aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan video kajian kitab selanjutnya.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
---
#BidayatulMujtahid #NgajiKitab #BatasAngkatTangan #FiqihShalat #RafulYadain #PerbedaanMadzhab #IbnRusyd #KajianIslam #TataCaraShalat #BelajarIslam #MadzhabSyafii #FiqihPerbandingan #NgajiOnline #KajianRamadhan #ShalatKhusyuk
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: