ZIARAH CUCU RAJA BRAWIJAYA V KANJENG PANEMBAHAN BODHO/RADEN TRENGGONO - BANTUL JOGJAKARTA
Автор: RENDA JEJAK LELUHUR
Загружено: 2021-05-09
Просмотров: 1512
Описание:
#mataram#majapahit#panembahanbodho
Makam sewu/Panembahan bodho
Kali ini kita berziarah di makam sewu tepatnya di waliyulloh kanjeng Panembahan Bodho, desa Wijirejo kecamatan Pandak, kabupaten Bantul, Yogyakarta.
Kanjeng Panembahan Bodho memiliki nama Raden Trenggono Menurut silsilah sejarah, yang dituturkan juru rawat ,panembahan bodho/Raden Trenggono masih merupakan garis keturunan Raja Brawijaya Pamungkas atau Raja brawijaya 5. Silsilah panembahan bodho dari Raden Aryo Damar/arya dillah yang menjadi Adipati Palembang putra Raja Brawijaya V.
Raden Aryo Damar atau Adipati Palembang menikah dengan Retno Subanci atau ndorowati murdaningsih(putri Cina) kemudian mempunyai kedua putra dan diberi nama Raden Khasan dan Raden Khusen.Raden Khasan sekarang dikenal sebagai Raden Patah, sultan Demak Bintara.Sedangkan Raden Khusen menjadi Adipati Terung pertama Juga disebut adipati Pecut Tondo. Wafatnya Adipati Terung I digantikan oleh Adipati Terung II (kedua), yang kemudian berputra Raden Trenggono yang kemudian dipanggil Kanjeng Panembahan Bodho.
Ketika masih muda, Raden Trenggono, dikenal sebegai seorang pemuda yang baik dan pemberani.pada Suatu hari ketika Raden Trenggono menunggang kuda. Di tengah jalan raden trenggono bertemu dengan seseorang,orang tersebut mengucapkan: "kalo dilihat gagah ya gagah, tampan ya tampan, Cahyaning ya merah, Tapi Cuma kelihatan seperti bunga Worawari"
Kata orang ini yang berarti; Baik, tampan, berani rela berkorban, tidak berguna jika tidak digunakan untuk saling bertarung demi rakyat dan negara. Kebebasan itu seperti sekuntum bunga yang enak, indah dan enak dipandang,tapi tanpa menebarkan wangi yang harum.Mendengarkan perkataannya,Raden Trenggono menjadi sedih. Dia merasa terhina dan diabaikan.kemudian raden trenggono mengejar orang tersebut dan berniat untuk memukulnya,namun karena orang tersebut Mempunyai kesaktian yang hebat, pukulan raden trenggono hanya memukul angin.dan orang tersebut menghilang,
atas kejadian tersebut membuat Raden Trenggono menjadi sedih dan tidak senang,selanjutnya dia berintropeksi atas segala perbuatannya.kemudian Sang raden bertapa disebuah tempat.pada saat raden trenggono bertapa ia kemudian didatangi oleh kanjeng sunan kalijaga yang ternyata orang yang pada saat itu akan dipukul oleh raden Trenggono.,selanjutnya Raden Trenggono menjadi murid dari sunan kalijaga,sunan kalijaga mengatakan agar raden trenggono belajar kepada ki ageng gribig yang ada dijatinom klaten.agar belajar dan menguasai semua ilmu agama serta menjadi orang yang bermanfaat untuk orang lain.
Karena kegigihan dan kecerdasan beliau, Raden Trenggono cepat menguasai semua ilmu agama.kemudian dijodohkan dengan putri KI AGENG GRIBIG, yang bernama Putri Kedu payung.Dari putri kedupayung inilah lahir dua orang anak Raden Cokrowesi dan Raden Surosekti.Perjuangan Raden Trenggono dalam penyebaran agama Islam ternyata mendapat dukungan dari masyarakat.Kemudian raden trenggono juga dinikahkan oleh kanjeng sunan kalijaga dengan anak angkat beliau yaitu nyai ageng brintik.kemudian raden trenggono dan nyai brintik mendirikan masjid yang diberi nama Masjid Syabilurrosyaad yang terletak di Dusun Kauman, Desa Wijirejo.
Diceritakan pada Saat itu ada utusan dari ayahnya, Adipati Terung II. Sang ayah mendesak Raden Trenggono untuk segera kembali.diminta untuk menggantikan adipati terung II menjadi adipate diwilayah terung. Namun Raden Trenggono tidak bisa memenuhi permintaa ayahnya.karena dia merasa nyaman dan damai sebagai seorang ulama.tidak menginginkan jabatan dan kekuasaan.Karena tidak ingin menjadi Adipati, maka banyak orang memanggilnya Bodho atau Ki Bodho.Raden Trenggono berkepribadian rendah hati, bersahaja.Meski sangat pintar,kerendahan hatinya menerima gelar Kanjeng Panembahan Bodho.
Kanjeng Sheikh Panembahan Bodho atau Raden Trenggono wafat pada tahun 1600 M. Dimakamkan di Makam Sewu didesa Wijirejo Pandak Bantul Yogyakarta.
putra dan putri Raden Santri dari Gunung Pring Muntilan meninggal dunia.
Putra Putri Kanjeng Syekh Panembahan Bodoh Dari Dua Istrinya mempunyai keturunan yaitu
1. PANEMBAHAN COKROWESI
2. PANEMBAHAN SUROSEKTI
3. KYAI AGENG NURUDIN CONDRO KUSUMA
4. KYAI AGENG GADING CONDRO KUSUMA
5. NYAI AGÊNG RAGIL KUNING
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: