KECELAKAAN MAUT KEMBALI TERJADI, 2 Truk Trailer Adu Banteng di Boyolali, 2 Nyawa Melayang
Автор: Harian Surya
Загружено: 2022-05-16
Просмотров: 1707
Описание:
Insiden kecelakaan yang melibatkan dua truk trailer terjadi di Jalan Solo-Semarang, Boyolali pada Selasa (17/5) pagi.
Akibat kecelakaan ini, sopir dan kernet truk kontainer tewas di lokasi kejadian.
Lagi-lagi, penyebab kecelakaan diduga akibat sopir truk kontainer mengantuk.
Beginilah penampakan dua truk trailer seusai bertabrakan di Timur SPBU Teras, Boyolali, pada Selasa pagi.
Dua kendaraan besar yang terlibat adalah truk kontainer dan truk boks dari perusahaan rokok.
Tampak bagian depan truk kontainer sudah ringsek karena mengalami tabrakan yang keras.
Dikutip dari TribunSolo.com, dua orang yakni sopir dan kernet truk kontainer tewas di lokasi kejadian.
Kanit Laka Satlantas Polres Boyolali Ipda Budi Purnomo mengatakan, kecelakaan bermula saat truk kontainer melaju dari timur (Solo menuju Semarang).
Sesampainya di lokasi kejadian, truk kontainer kehilangan kendali.
Truk kontainer kemudian oleng ke kanan menerjang pembatas jalan dan masuk ke jalan Semarang-Solo.
Akibatnya, truk kontainer menghantam truk boks yang saat itu sedang melintas.
"Setelah melompat median jalan kemudian masuk ke jalan dari arah Semarang sehingga bertabrakan dengan KBM (kendaraan bermotor) Box dari PT Gudang Garam," jelas Budi, saat ditemui TribunSolo.com di lokasi kejadian.
Budi menyebut, kecelakaan parah ini diduga akibat sopir truk kontainer mengantuk.
Pasalnya, kecelakaan terjadi saat pagi buta sekitar pukul 04.30 WIB.
"Karena dugaan sementara sopir (kontainer) ngantuk. Karena kejadiannya jam setengah 5 pagi," jelasnya.
Dikutip dari Kompas.com, kasus kecelakaan truk akibat sopir mengantuk memang sering terjadi di Indonesia.
Salah satu faktor yang menyebabkan kejadian tersebut misalnya karena kelelahan.
Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Jawa Tengah dan DIY, Bambang Widjanarko memberikan tanggapan.
Bambang mengatakan, siklus hidup pengemudi truk memang berbeda dari orang normal.
Mereka mencicil waktu istirahatnya 1 hingga 2 jam, sehingga tidak sekaligus dalam jangka waktu yang lama.
"Cara mereka tidur adalah dengan cara mencicil tidak sekaligus dalam jangka waktu lama, tapi dicicil mungkin tiap beberapa jam tidur barang 1-2 jam dulu, lalu lanjut perjalanan lagi," kata Bambang kepada Kompas.com, Senin (9/5/2022).
Selain itu, pengemudi truk sebenarnya bisa mengatur sendiri manajemen perjalanannya.
Dengan begitu, bisa ditentukan kapan dan di mana waktunya untuk beristirahat selama perjalanan.
Sumber TribunSolo (ren)
WEBSITE:
http://surabaya.tribunnews.com/
Instagram:
/ suryaonline
Facebook:
/ suryaonline
#boyolali, #adubanteng, #kecelakaanmaut, #solo, #jawatengah, #rokokgudanggaram, #hariansurya, #suryaonline
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: