Teguran Soal Musik Keras Berujung Petaka di Gowa
Автор: tribuntimur com
Загружено: 2025-11-04
Просмотров: 33466
Описание:
#tribunviral
Teguran Soal Musik Keras Berujung Petaka di Gowa
TRIBUN-GOWA.COM - Muh Sadil (50) tersangka kasus penikaman
di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel) , membeberkan awal mula pertikaian yang menewaskan dua orang, yakni mertua Amir Tuju dan menantunya, Rahim.
Peristiwa penikaman ini di Lingkungan Pekanglabbu, Kelurahan Tetebatu, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa,Minggu (2/11/2025) malam.
Menurut Sadil, insiden itu dipicu tegurannya soal musik diputar keras oleh korban.
“Awalnya saya lewat, saya tegur om saya, Amir Tuju, supaya jangan kasih besar musik. Karena ada orang sakit di belakang rumah, iparnya mertua saya,” kata Sadil saat dimintai keterangan di Polres Gowa, Selasa (4/11/2025)
Namun teguran itu diakuinya dibalas dengan nada marah.
“Dia bilang, ‘kenapa, siapa yang marah?’ Lalu menantunya, Rahim, juga datang dan tanya kenapa saya tegur,” ujarnya.
Ia mengaku Rahim kemudian mendekatinya dan mencoba memukul.
Ia pun mengambil sangkur yang disimpan di bawah sadel motor.
“Dia mau pukul dulu saya baru saya hantam dadanya pakai sangkur. Dia jatuh lalu saya lari,” ucapnya
Kata Sadil, setelah itu Amir Tuju keluar rumah untuk mengambil badik dan seorang temannya membawa parang
Lalu keduanya mengejar Sadil
“Saya dilempari pasir kena mata, jadi tidak lihat. Saya ayun sangkur sembarangan sambil bersihkan mata,” kata dia.
Sadil mengaku kembali melempar pasir ke arah pria yang membawa parang hingga mundur.
Dalam kondisi panik dan pandangan terganggu, ia mengayunkan sangkurnya lagi.
“Saya tidak tahu mengenai apa, ternyata kena Amir Tuju,” katanya.
Usai kejadian, Sadil mengaku langsung kabur melalui area persawahan dan mencari bantuan untuk menyerahkan diri.
“Saya lari lewat sawah, datang ke Pak Ambo, pensiunan polisi, minta antar ke Polres. Saya bilang sudah berkelahi dan dua orang mati,” ucapnya.
Ia mengaku dirinya dan korban masih memiliki hubungan keluarga.
“Istrinya Amir Tuju dengan mertua saya sepupu satu kali. Jadi saya panggil dia om,” katanya.
Ia mengklaim tidak pernah ada masalah sebelumnya, kecuali urusan suara musik keras.
“Kalau soal musik, biasanya pak binmas yang tegur. Saya cuma telepon binmas,” jelasnya.
“Iya, dia tidak terima ditegur," sambungnya
Ia juga membenarkan sebelum kejadian, ia sudah mengonsumsi minuman keras.
Namun ia mengaku tetap sadar saat menegur korban.
“Saya sudah minum, tapi tidak emosi. Biasa saja,” kata dia.
Sementara itu, ia menyebut keluarganya tidak mengetahui keberadaannya setelah kejadian karena langsung menyerahkan diri.
Ia menambahkan dari informasi pihak kepolisian keluarganya telah mengungsi
Naskah: Sayyid Zulfadli
Narator: Wa Ode Nurmin
Editor Video: Muhlis
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
Update info terkini via http://tribun-timur.com/
YouTube business inquiries: 081144407111
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: