Sejarah Malinau Kalimantan Utara Penjelasan lengkap dan padat
Автор: Idejun
Загружено: 2021-06-10
Просмотров: 18000
Описание:
#sejarahmalinau
Sejarah kabupaten malinau
Kabupaten Malinau merupakan salah satu daerah hasil pemekaran wilayah Kabupaten Bulungan yang berada dalam wilayah Provinsi Kalimantan Utara, dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 47 Tahun 1999 tentang Pembentukan Kabupaten Nunukan, Kabupaten Malinau, Kabupaten Kutai Barat dan Kabupaten Kutai Timur di Provinsi Kalimantan Timur, yang dituangkan dalam Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 175.
Pada awalnya Malinau adalah sebuah kawasan pemukiman yang semula dihuni suku Tidung. Daerah ini selanjutnya menjadi kampung, berubah menjadi kecamatan. Kini Malinau menjadi ibukota kabupaten.
Berdasarkan keterangan tokoh masyarakat suku Tidung, asal mula timbulnya atau disebutnya nama Malinau saat kedatangan orang-orang Belanda ke pemukiman yang dulunya bernama Desa Selamban. Di Desa Selamban tinggal penduduk dari kalangan keluarga Suku Tidung. Sedangkan di seberang sungai terdapat Desa Pelita Kanaan, yang terletak di tepi sungai Kabiran tempat bermukimnya Suku Abai.
Pada saat Belanda datang ke desa ini, terjadilah dialog dengan sekelompok Suku Abai yakni kaum ibu yang sedang membuat sagu dari aren. Orang Belanda lantas bertanya: “Apa nama sungai ini?” Maksudnya sungai di desa mereka. Penduduk yang mendapat pertanyaan tersebut tidak mengerti. Mereka hanya menduga maksud pertanyaan orang Belanda tersebut, mereka sedang mengerjakan atau melakukan apa. Lantas salah seorang dari mereka menjawab: “Mal Inau dako”, yang maksudnya sedang mengolah atau memasak sagu enau/aren. Mal artinya membuat, sedangkan Inau artinya pohon enau/aren. Orang Belanda yang bertanya mencatatnya. Jadi nama Malinau lahir secara tidak sengaja
Kemudian nama Malinau dalam peta dan administrasi Pemerintah Hindia Belanda yang menyebutkan ada nama sungai Malinau. Sejak itulah daerah ini disebut dengan nama Malinau. Sedangkan dalam perkembangannya, daerah Malinau makin banyak penduduknya yang mulai menyebar ke sebelah hulu dan hilir Desa Selamban sebelumnya. Terus berkembang menjadi kota kecil yang kemudian menjadi Kecamatan Malinau. Terakhir setelah adanya pemekaran wilayah Kabupaten Bulungan, Malinau menjadi ibukota Kabupaten.
Topografi.
Di kabupaten ini terdapat beberapa gunung-gunung besar yang tergabung dalam rangkaian pegunungan Iban, yaitu:
Gunung Makita (2053 meter)
Gunung Latuk (1850 meter)
Gunung Batutikung (1804 meter)
Gunung Legatemu (1801 meter)
Gunung Kelambit (1775 meter)
Gunung Kalung (1724 meter)
Gunung Bekayan (1599 meter)
Gunung Batutiban (1565 meter)
Kabupaten Malinau terdiri dari 15 kecamatan dan 109 desa. Pada tahun 2020, jumlah penduduknya mencapai 82.510 jiwa dengan luas wilayah 40.088,38 km² dan sebaran penduduk 2 jiwa/km.
Kecamatan
Bahau Hulu 6 desa, Kayan Hilir 5 desa, Kayan Hulu 5 desa, Kayan Selatan 5 desa Malinau Barat 9 desa, Malinau Kota 6 desa, Malinau Selatan 9 desa
Malinau Selatan Hilir 8 desa,
Malinau Selatan Hulu 8 desa
Malinau Utara 12 desa
Mentarang 9 desa
Mentarang Hulu 7 desa,
Pujungan 9 desa,
Sungai Boh 6 desa
Sungai Tubu 5 desa.
Suku bangsa
Ada beberapa suku asli yang ada di Malinau, yakni:
Suku Dayak Tidung
Suku Dayak Kayan
Suku Dayak Kenyah
Suku Dayak Berusu
Suku Dayak Tingalan
Suku Dayak Sa’ben
Suku Dayak Punan
Suku Dayak Lun Dayeh
Suku Dayak Abai
Suku Bulungan.
Batas-batas wilayahnya adalah sebagai berikut:
Utara Kabupaten Nunukan
Timur Kabupaten Bulungan, Kabupaten Berau dan Kabupaten Kutai Timur.
Selatan Kabupaten Kutai Barat dan Kabupaten Kutai Kartanegara
Barat Kabupaten Nunukan dan Malaysia Timur.
Dikabupaten malinau terdapat bandar udara.
Bandar Udara R.A. Bessing, Bandar Udara Long Ampung. Dan 1 perguruan tinggi yaitu politeknik malinau
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: