Integrasi Sawit SAPI ala Orang Paling TAJIR di Kalteng
Автор: Bang UFIK
Загружено: 2020-11-23
Просмотров: 462913
Описание:
Integrasi Sawit SAPI ala Orang Paling Tajir di Kalteng
#BangUFIK
#Integrasi SAWITSapi
#HajiRASYID
#CBI
Membangun peternakan sapi potong yang terintegrasi dengan perkebunan sawit adalah merupakan ide cemerlang Pengusaha Nasional asal Kabupaten Kobar H. Abdul Rasyid AS, owner dari PT. Sulung Ranch. Perusahaan peternakan ini berada di Kabupaten Kotawaringin Barat dan merupakan anak perusahaan dari Citra Borneo Indah (CBI) Group. Setelah 14 tahun berdiri kini perusahaan tersebut menuai sukses mengembangkan konsep integrasi sawit –sapi dan banyak diikuti oleh daerah lain di Indonesia.
CEO CBI Group Rimbun Situmorang, Senin, 9 November 2020 menjelaskan bahwa berbekal dari ide yang muncul dari buah pemikiran H. Abdul Rasyid AS itu kemudian dilakukan riset dan analisa oleh para ahli perusahaan pada saat itu. Sehingga direalisasikanlah peternakan sapi potong di sebuah perkebunan kelapa sawit.
sangat mengejutkan, terlebih Rasyid. Pasalnya, selama ini dia tidak populer sebagai pengusaha kelas kakap tingkat nasional. Rasyid memang lebih banyak ‘bermain’ pada tingkat lokal di Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalteng.
Nama Rasyid pernah mencuat saat bisnis kayunya dituding para aktivis lingkungan telah menjarah kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kalteng. Belakangan Rasyid memperluas bisnisnya ke kelapa sawit. Bahkan perusahaannya, Sawit Sumbermas Sarana, belum lama ini ‘melantai’ di bursa saham dengan kode SSMS.
Dengan kekayaan 805 juta dolar AS (sekitar Rp 10 triliun), Rasyid berada di posisi ke-41. Diatas pengusaha jamu PT Sido Muncul Irwan Hidayat pada peringkat 44, dengan kekayaan 600 juta dolar AS (sekitar Rp 8 triliun).
"Karena itulah sekitar tahun 2006 didirikan PT. Sulung Ranch, anak perusahaan CBI Group dengan usaha peternakan sapi potong yang berlokasi di Desa Sulung, KecamatanArut Selatan (Arsel), Kabupaten Kobar, Provinsi Kalteng," jelas RimbunSitumorang.
Pada awal pendirian Sulung Ranch hanya memiliki 600 ekor sapi yang dipelihara di kawasan perkebunan kelapa sawit milik PT. Sawit Sumbermas Sarana, Tbk., seluas 50.000 hektare. Namun pada tahun 2020 jumlahnya sudah bertambah berkali kali lipat. "Saat ini terdapat 8.000 ekor sapi di SuLung Ranch. Jenis sapi yang dikembangkan adalah Sapi Bali dan Brahman Cross (BX) dan pada akhir tahun 2020 diperkirakan akan lahir 2000 ekor sehingga populasinya diperkirakan mencapai 10.000 ekor." Jelas Rimbun Situmorang.
Peternakan sapi potong dengan konsep integrasi sawit- sapi ini juga bertujuan membangun perusahaan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan (sustainable) dan ramah lingkungan. Dengan adanya aktivitas sapi yang memakan gulma atau tanaman pengganggu di kawasan perkebunan maka akan mengurangi penggunaan herbisida yaitu senyawa kimia untuk menekan dan memberantas tanaman yang bisa menyebabkan penurunan hasil kebun. Pelepah sawit hasil pemangkasan juga merupakan pakan hijauan bagi sapi.
Limbah pengolahan sawit juga bisa dimanfaatkan sebagai pakan tambahan sapi yaitu solid decanter yang merupakan sisa pengolahan buah sawit dalam bentuk padatan yang berasal dari minyak sawit atau crude palm oil (CPO). Demikian juga dengan bungkil inti sawit juga dimanfaatkan sebagai pakan tambahan.
Selain itu, kotoran sapi yang secara alami dikeluarkan ternak tersebut menjadi pupuk organik yang bermanfaat bagi perkebunan kelapa sawit. "Jadi, sapi diberi pakan sisa pengolahan sawit, kemudian kotoran sapi dimanfaatkan menjadi pupuk yang menyuburkan tanaman sawit,“ jelas Rimbun Situmorang.
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: