Arah Angin Berubah! Arab Isyaratkan Lampu Hijau Bagi Trump Untuk Hantam Iran Usai Pertemuan Rahasia
Автор: TribunJakarta Official
Загружено: 2026-01-31
Просмотров: 8031
Описание:
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUNJAKARTA.COM - Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS) melakukan panggilan telepon kepada Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, Selasa (27/1/2026).
Dalam panggilan telepon itu, MBS memastikan kepada Iran Arab Saudi tidak akan mengizinkan wilayah udaranya digunakan untuk melakukan serangan militer apa pun terhadap Teheran.
Selama percakapan yang diprakarsai oleh Pezeshkian, Presiden Iran menjelaskan perkembangan terkini di negaranya serta perkembangan terbaru dalam pembicaraan mengenai isu nuklir.
"Sementara itu, Putra Mahkota menekankan dalam percakapan telepon tersebut posisi Kerajaan dalam menghormati kedaulatan Republik Islam Iran, dan bahwa Kerajaan tidak akan mengizinkan penggunaan wilayah udaranya atau wilayah teritorialnya dalam tindakan militer apa pun terhadap Republik Islam Iran atau serangan apa pun dari pihak mana pun, terlepas dari tujuannya," menurut transkrip percakapan telepon tersebut, mengutip Al Arabiya.
Baru tiga minggu lalu, Arab Saudi juga memohon kepada AS untuk tidak membom Iran dan memperingatkan risiko perang regional, kata para pejabat AS.
Kini, Arab Saudi seperti berubah pikiran setelah adik Putra Mahkota, Pangeran Khalid bin Salman (KBS) melakukan perjalanan ke Amerika Serikat (AS).
KBS mengadakan pertemuan panjang di Gedung Putih pada Kamis (29/1/2026) dengan Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Menteri Pertahanan Pete Hegseth, utusan Gedung Putih Steve Witkoff, dan Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine.
Menurut sumber yang mengetahui pertemuan ini, fokus utamanya adalah pada kemungkinan serangan AS di Iran.
Dalam sebuah pengarahan tertutup di Washington pada Jumat (30/1/2026), pria yang juga menjabat sebagai Menteri Pertahanan Arab Saudi itu mengatakan bahwa jika Presiden Donald Trump tidak menindaklanjuti ancamannya terhadap Iran, rezim tersebut akan menjadi lebih kuat.
"Pada titik ini, jika hal ini tidak terjadi, itu hanya akan semakin memperkuat rezim," kata KBS, menurut laporan Axios.
Dua sumber mengatakan mereka memahami KBS mencerminkan pesan yang telah ia sampaikan di Gedung Putih.
Namun, ia juga mengatakan dirinya meninggalkan pertemuan itu tanpa gagasan yang jelas tentang strategi atau niat pemerintahan Trump terhadap Iran.
Dalam pengarahan terpisah pada hari Jumat, seorang pejabat Teluk mengatakan bahwa kawasan itu "terjebak" dalam posisi di mana serangan AS terhadap Iran berisiko menimbulkan "konsekuensi buruk".
Tetapi, kata pejabat tersebut, jika tidak melakukannya, "Iran akan keluar dari situasi ini dengan lebih kuat".
Salah satu alasan perubahan sikap tersebut mungkin karena Arab Saudi telah menyimpulkan Trump telah memutuskan untuk menyerang, dan tidak ingin dianggap menentang langkah tersebut.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Belum Lama Minta Trump untuk Tak Serang Iran, Kini Arab Saudi Bak 'Beri Lampu Hijau', https://www.tribunnews.com/internasio....
Penulis: Whiesa Daniswara
Editor: Nanda Lusiana Saputri
Editor Video : Ilham Bintang Anugerah
Uploader: Erwin Joko Prasetyo
Jangan lupa follow akun-akun sosial media TribunJakarta.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:
YouTube: / @tribunjakarta
Facebook: https://www.facebook.com/profile.php?...
Saluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaS7...
TikTok: https://www.tiktok.com/@tribun.jakart...
Instagram: / tribunjakarta
#arabsaudi
#iran
#trump
#MBS
#timurtengah
#geopolitik
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: