Kisah SUNAN BONANG 👳♂️ Ilmu Tanpa Iman Hanyalah Kesombongan. Guru SUNAN KALIJAGA
Автор: ShortKandi
Загружено: 2025-09-07
Просмотров: 105398
Описание:
Kisah Sunan Bonang
Pada zaman dahulu, di tanah Tuban Jawa Timur yang makmur, hiduplah seorang wali Allah bernama Raden Makdum Ibrahim, putra dari Sunan Ampel. Beliau dikenal bijaksana, ramah, dan sangat pandai berdakwah. Namun ada sesuatu yang membuat beliau berbeda dari wali lain, yakni beliau gemar menggunakan gamelan bonang dalam berdakwah.
Bonang adalah alat musik tradisional dari kuningan, berbentuk bundar dengan tonjolan di tengahnya. Ketika ditabuh, suaranya nyaring sekaligus merdu, seolah mampu menyentuh hati siapa saja yang mendengarnya. Karena itulah, orang-orang memanggilnya Sunan Bonang.
Suatu hari, di Tuban muncul seorang perampok bernama Kebondanu. Tubuhnya besar, wajahnya garang, dan ia memiliki banyak anak buah. Mereka kerap merampas harta orang yang lewat, sehingga rakyat hidup dalam ketakutan.
Mendengar kabar itu, Sunan Bonang tidak marah, tidak pula menyiapkan pasukan. Beliau hanya membawa sebuah bonang dan seutas tali tambang.
Ketika bertemu dengan Kebondanu, Sunan Bonang menabuh bonangnya. “Dung… dung… dung…” Suaranya mengalun begitu indah. Ajaibnya, seketika Kebondanu dan seluruh anak buahnya terpaku. Tubuh mereka kaku, tak mampu bergerak barang sejengkal pun.
Sunan Bonang lalu berkata dengan lembut,
“Wahai Kebondanu, apakah engkau tidak bosan menebar kejahatan? Ingatlah, harta yang dirampas takkan membawa berkah. Hanya jalan Allah yang membawa ketenangan.”
Mendengar kata-kata itu, hati Kebondanu bergetar. Ia dan anak buahnya menundukkan kepala. Mereka sadar akan kesalahannya. Sejak saat itu, mereka bertobat dan menjadi murid setia Sunan Bonang.
Tak lama kemudian, kabar kesaktian Sunan Bonang terdengar hingga negeri jauh, bahkan sampai ke India. Seorang maha guru dari sana merasa penasaran. Ia pun berlayar menuju Tuban, berniat mengadu ilmu dengan Sunan Bonang.
Namun, di tengah perjalanan, badai besar melanda. Ombak menggulung tinggi, perahu terbalik, dan semua kitab yang dibawanya tenggelam ke dasar laut. Sang guru berhasil selamat, tapi ia sedih luar biasa karena seluruh kitabnya hilang.
Di tepi pantai Tuban, ia bertemu seorang lelaki sederhana yang bertongkat. Dengan wajah muram ia bercerita tentang nasib malangnya.
Lelaki itu hanya tersenyum, lalu menancapkan tongkatnya ke pasir. Setelah itu tongkatnya dicabut. Dari lubang bekas tongkat tersebut memancar air yang jernih. Bersamaan dengan itu, kitab-kitab sang guru keluar satu per satu, seolah diangkat oleh air dari dasar laut.
Sang guru terperangah, tak percaya pada apa yang dilihatnya. “Itu… itu kitab-kitabku!” serunya.
Lelaki bertongkat itu menjawab tenang, “Benar, itulah kitabmu. Tetapi ingatlah, ilmu tanpa iman hanyalah kesombongan. Ilmu yang sejati datang dari Allah.”
Saat itulah, sang guru sadar bahwa orang yang ditemuinya adalah Sunan Bonang. Seketika ia berlutut, bersujud, dan memohon, “Guru, izinkan aku menjadi muridmu”, Ucapnya memohon.
Sunan Bonang tersenyum dan menerima permohonan itu. Maka, sejak hari itu, sang guru dari India pun menjadi pengikut Sunan Bonang, belajar ilmu dengan rendah hati.
Pesan Moral:
Dari kisah ini kita belajar, bahwa keajaiban dan peristiwa luar biasa hanya dapat terjadi atas izin Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Ilmu tanpa iman hanyalah kesombongan.
#sunanbonang #radenmakdumibrahim #sunanampel #gamelanbonang #gamelan #bonang #kuningan #kebondanu #mahaguru #india #sunan #dakwah #ilmu #kitab #keajaiban #tuban #walisongo #jawatimur #jawa #jawapride #pulaujawa #nusantara #sejarah #cerita #ceritarakyat #dongeng #legenda #kisah #riwayat #urbanlegend #indonesia #fyp #fypシ #foryou #foryoupage
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: