Kustomisasi RB untuk memenuhi ide pegowes (RB “Look” 795 Blade RS Disc, cepat & ringan menanjak)
Автор: danny kuswara
Загружено: 2025-05-10
Просмотров: 705
Описание:
JENIS DAN GENRE SEPEDA TIDAK MEMBATASI PEGOWES UNTUK MEMODIFIKASI SEPEDANYA AGAR MEMENUHI KARAKTERISTIK YANG DIINGINKAN TERMASUK PEMILIHAN KOMPONEN YANG BERKELAS
Bagi seseorang yang telah lama menekuni hobi sepeda, kutak kutik sepeda adalah kegiatan yang menyenangkan. Dengan banyaknya komponen sepeda yang menawarkan fitur fitur teknis yang lebih baik, mendorong munculnya ide ide baru untuk proses upgrade sepeda. Dalam kondisi yang paling ekstrim pun perubahan karakteristik sepeda bisa dilakukan yaitu dengan proses modifikasi frame dan tata letak komponen sehingga mengubah genre sepeda.
Semua proses perubahan tersebut ditujukan untuk memenuhi keinginan pegowes dalam meningkatkan kinerja, ketahanan dan kenyamanan bersepeda. Biaya yang dikeluarkan untuk proses tersebut bisa jauh lebih mahal dari membeli sepeda utuh yang berkelas. Namun itulah yang sering terjadi pada hobi ini yang kesenangannya bukan hanya dari mengendarai sepedanya, namun juga bagaimana melakukan proses upgrade atau modifikasi sepeda. Pencarian komponen yang pas dan menantikan pemesanan frame yang lama merupakan proses perjuangan yang menantang sekaligus menyenangkan. Setelah sepeda dirakit atau sepeda selesai dimodifikasi, saat mencobanya pertama kali akan memberikan sensasi kenikmatan yang mengalir keseluruh tubuh. Ini adalah puncak kepuasan, upah dari upaya besar dan penantian sekian lama.
Tidak terkecuali upgrade pada sepeda balap (RB) pun bisa dilakukan apabila spesifikasinya tidak sesuai keinginan pegowes. Sekarang ini jarang ada dipasaran genre RB yang dijual utuh menggunakan stang flat bar dengan pemindah unit gigi shifter bukan brifter. Polygon pernah memproduksi RB “Trexia” pada tahun 1997 dan RB “Helios” pada tahun 2011, kedua duanya menggunakan roda 700C dan stang rata (flat bar). Namun belakangan waktu produk tersebut tidak ada penerusnya lagi.
Keunggulan RB flat bar adalah memiliki karakteristik sama dengan RB umumnya, namun memiliki kelincahan kendali dan kecepatan respon dalam pengereman dan pemindahan gigi seperti halnya sepeda MTB. Kelebihan lainnya adalah posisi pegowes lebih tegak sehingga mengendarainya lebih nyaman dan tidak cepat pegal selain gowesannya yang ringan. Aspek aspek inilah yang menjadi acuan sobat Harry Satria dalam membangun Frame sepeda RB Look menjadi rise bar. Ybs adalah sahabat seangkatan danny’s bike sewaktu kuliah di jurusan mesin FTUI tahun 1976. Pengetahuan engineeringnya mempertimbangkan pentingnya “aspek teknis dan ergonomis” dalam kustomisasi sepeda untuk kenyamanan pengendara.
Paduan komponen RB dan MTB kelas atas yang menyatu pada frame Look serat karbon menjadikan sepeda RB rise bar ini cantik dipandang. Tidak berlebihan juga saat mengendarainya membuat pegowes sangat dimanjakan.
Selamat menyaksikan !
Video terkait :
1. “Tips Road Bike (RB) bisa ringan ditanjakan curam gradient 24%" - ( • Tips Road Bike (RB) bisa ringan ditanjakan... )
2. “Memacu sepeda RB lebih cepat dengan tenaga minimal (mengoptimalisasi torsi & cadence)” – ( • Memacu sepeda RB lebih cepat dengan tenaga... )
3. “Panggilan SOS Setel FD dan RD Sepeda RB Decathlon Triban RC 500 !!!”- ( • Panggilan SOS Setel FD dan RD Sepeda RB De... )
4. “Cara mengubah FD Dropbar (Brifter) menjadi FD Flatbar (Shifter) (Untuk Crank Double & Triple 50t)” – ( • Cara mengubah FD Dropbar (Brifter) menjadi... )
5. “7 laku berisiko kecelakaan saat bersepeda !” – ( • 7 laku berisiko kecelakaan saat bersepeda ... )
EFEKTIFITAS PENGGUNAAN CHANIRING DOUBLE 50 T PADA SEPEDA ROAD DIBANDINGKAN CHAINRING DOUBLE 52T ATAU 53T
1. Agar sepeda RB kencang di jalan datar, penggunaan Crank 50-34 t sudah cukup. Ukuran chainring 53t atau 52t agak berlebihan dan cenderung overdrive yang membuat gowesan menjadi berat.
2. Chainring 50t yang berpasangan dengan cassette 11t dapat menghasilkan gear ratio = 4,5. Dengan ratio ini, sepeda dapat melaju dengan kecepatan : 4,5 x 7,8 km/jam = 35,1 km/jam pada 1 x put crank/detik (ekual kecepatan kayuhan sedang 60 rpm).
3. Apabila putaran crank dikayuh sampai 90 rpm sepeda akan melaju sampai : 90/60 x 35,1 km/jam = 52,65 km/jam (putaran crank pada "titik kritikal" selain cepat juga akan terasa berat ). Dalam kondisi ini biasanya pegowes cenderung menurunkan tingkat gear ratio ke yang lebih rendah 4,5. Artinya pemakaian charinring 50t sudah cukup agar sepeda dapat melaju kencang
4. Dengan gabungan gigi chainring yang agak kecil 34t juga lebih menguntungkan untuk menambah kemampuan uphill dibandingkan 36t dan 39t yang dimiliki crank 52t dan 53t. Untuk memperoleh kemampuan nanjak minimal, maka direkomendasikan menggunakan cassette ukuran 11-36t. Perhitungan gear ratio uphill : 34/36 = 0,94 (mampu nanjak dengan gradient 12%, tetapi untuk ke km nol Sentul melalui Bojong Koneng masih cukup berat !!)
5. Yang ideal adalah menggunakan pasangan crank double 50-34t dengan cassette 11-40 t, diperoleh gear ratio : 34/40 = 0,85, agar bisa lebih ringan pada tanjakan yang ekstrim
#bersepeda #sepedabalap #roadbike
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: