🔴MUTIARA RAMADAN: Puasa Di Era Media Sosial: Jaga Hati Jempol & Niat
Автор: Tribun Kaltim Official
Загружено: 2026-03-04
Просмотров: 72
Описание:
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, nahmaduhu wa nasta’inuhu wa nastaghfiruh, wa na’udzu billahi min syururi anfusina wa min sayyi’ati a’malina. Man yahdihillahu fala mudhilla lah, wa man yudhlil fala hadiya lah.
Asyhadu an la ilaha illallah wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuluh. Allahumma shalli wa sallim wa barik ‘ala Sayyidina Muhammad wa ‘ala alihi wa ashabihi ajma’in. Amma ba’du.
Jamaah yang dimuliakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala,
Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kita ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala, Sang Pemilik segalanya. Pujian kehebatan, kebesaran, kesucian, semua milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat dan salam tentu kita panjatkan ke hadirat Kanjeng Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, yang nanti kita nantikan syafaatnya di yaumil kiamah.
Jamaah Muslim yang dimuliakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, kita berada pada bulan yang sangat mulia, bulan suci Ramadhan. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman, memberikan pesan kepada kita sekalian dalam surat Al-Baqarah, dalam ayat yang sangat populer ini. Banyak pesan yang mendalam, yang merupakan inti dari kehidupan, yang mengingatkan kepada kita sekalian, yaitu adalah takwa.
Takwa ini bukan hanya disampaikan pada bulan Ramadhan, tapi hampir setiap minggu minimal pada Jumatan. Khutbah Jumat pun tidak sah jika tidak ada perintah mengajak kita untuk bertakwa. Jadi takwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala itu adalah inti kehidupan. Artinya apa? Itu adalah sumber kesuksesan, sumber kehidupan, sumber kebahagiaan, hidup di dunia dan di akhirat.
Takwa itu salah satu maknanya adalah hakikatnya pengendalian diri. Jadi internal, mengendalikan diri kita sendiri. Dalam surat Al-Baqarah tadi tentang perintah puasa, salah satu instrumen, salah satu alat yang bisa kita gunakan untuk bisa mengendalikan diri adalah dengan berpuasa. Itu adalah salah satu alat agar kita nanti ujungnya bisa menjadi orang yang bertakwa.
Puasa pada lahiriahnya adalah ibadah menahan lapar, menahan makan dan minum sejak pagi hari, sejak Subuh, nanti kembali makan lagi setelah Magrib. Jadi secara lahiriah, yang di permukaan itu nampaknya hanya mengendalikan diri dalam bentuk makan dan minum.
Jika kita dalami lebih mendalam, itu akan semakin luar biasa. Karena hanya dengan menahan dari makan saja kita sudah merasakan luar biasa bagaimana lemahnya kita, bagaimana kekurangan kita. Nah, itu dengan mengendalikan diri kita akan bisa merasakan kelemahan kita. Dan nanti di ujungnya, pada saat berbuka puasa, kita akan bisa merasakan nikmatnya lahiriah. Bagaimana ketika kita bisa menahan, itu pada akhirnya kita akan mendapatkan kebahagiaan yang luar biasa.
Terima kasih.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Uploader: Fachmi Rachman/M2
#mutiararamadhan #munajad, Ph.D #direktur
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: