KPK Telisik Aliran Dana PT RNB: 40 Persen Mengalir ke Keluarga Fadia Arafiq, Bukan Gaji
Автор: Tribun Bengkulu
Загружено: 2026-03-05
Просмотров: 81
Описание:
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah menelisik secara mendalam aliran dana pada PT Raja Nusantara Berjaya (RNB) yang diduga kuat menjadi "keran" pencucian uang Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq.
Berdasarkan temuan penyidik, perusahaan yang dikelola orang dekat Fadia ini diduga hanya menjadi wadah untuk menampung uang hasil tindak pidana korupsi.
Ironisnya, sekitar 40 persen dari total dana yang masuk ke perusahaan tersebut justru mengalir deras ke kantong pribadi Fadia dan keluarganya, alih-alih dialokasikan sepenuhnya untuk hak para pekerja.
Modus 'ATM' dan Tarik Tunai
Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, membeberkan bahwa Fadia diduga menggunakan PT RNB sebagai perantara penerimaan hadiah atau suap.
Dalam skema ini, Fadia bertindak sebagai penerima manfaat utama (beneficial owner).
Modus yang digunakan adalah dengan memanfaatkan Direktur PT RNB, Rul Bayatun. Setiap kali Bupati membutuhkan uang, dana diambil dari kas perusahaan melalui penarikan tunai agar tidak meninggalkan jejak digital yang mencolok.
"Perusahaan ini menampung uang-uang yang kami duga itu dari tindak pidana korupsi. Jadi orang kalau mau memberikan sesuatu dalam hal ini kepada saudari FAR terkait korupsi itu tidak langsung ke FAR. Tapi ke RNB itu. Dari RNB itu dari Saudari RUL selaku direktur akan tarik tunai lalu diberikan," kata Asep Guntur di Gedung Merah Putih KPK, Kamis (5/3/2026).
Monopoli Proyek dan Pasokan RSUD
Penyidikan mengungkap bahwa PT RNB tidak hanya memonopoli proyek jasa alih daya (outsourcing) di belasan perangkat daerah Pemkab Pekalongan berkat intervensi Fadia.
Perusahaan ini juga mengamankan posisi sebagai penyuplai bahan pokok konsumsi—seperti sayur, buah, dan beras—di tiga Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).
Asep menyebut, nilai kontrak untuk pengadaan makan dan minum pasien yang didapat PT RNB tergolong fantastis.
"Dia [PT RNB] di situ menang juga. Itu besar juga untuk nilai kontraknya. Nanti dicek lagi berapa untuk nilai kontraknya," tambah Asep.
Baca berita di ------- http://bengkulu.tribunnews.com/
Follow Instagram --------- / tribun_bengkulu
Like fanspage --------- / tribunbengkulu
Editor Video: Randa
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: