Kenapa Elise Tutup? Ini Pelajaran Penting dari Perjamuan Terakhir! Hendry Ramaly & Mili Hendratno
Автор: Gastronusa
Загружено: 2025-06-01
Просмотров: 2342
Описание:
Sebuah kabar yang manis sekaligus getir datang dari bilangan Kelapa Gading. Restoran Elise Jakarta, akan tutup permanen. Namun, seperti akhir film yang indah, Elise tidak pergi begitu saja. mereka mengadakan Perjamuan Terakhir, sebuah perayaan pamit yang hangat, yang digelar pada Minggu, 25 Mei 2025. Acara ini bukan sekadar makan malam biasa. Elise menghadirkan 4 Chef yang selama ini menjadi bagian dari perjalanannya: Hendry Ramaly, Chef Owner – Elise Jakarta, Mili Hendratno, Chef Owner – Mil’s Kitchen, Yogyakarta, Ronald Prasanto – Chef Owner Inori Ice, dan Philip Budi Harja – Chef Owner – Warung SCI.
Kenapa Elise Tutup? Fase Denial
Pertanyaan yang paling banyak masuk lewat DM: “Kenapa Elise tutup?”
Daripada kami yang jawab, mending langsung dengar dari Hendry Ramaly. Kami ngobrol sambil dia menyiapkan main course spesial untuk Perjamuan Terakhir, menggunakan oyster blade, potongan daging sapi yang kurang populer tapi penuh karakter, disuplai oleh PT. Global Pratama Wijaya.
Sore itu, hadir juga sahabat lamanya, Mili Hendratno yang sangat memahami naik-turunnya dinamika Elise. Dari percakapan mereka, muncul satu fase yang sangat relate buat banyak pelaku usaha: fase denial.
Buat kamu yang pernah atau sedang di titik mempertanyakan kelanjutan bisnis, mungkin kamu juga pernah mengalami fase ini — menunda keputusan sulit karena masih berharap keadaan akan menjadi lebih baik.
Kapan Waktu yang Tepat untuk Menutup Resto?
Menutup restoran bukan tentang menyerah, tapi tentang mengetahui kapan harus berhenti.
Dalam Perjamuan Terakhir, Chef Mili berbagi pandangannya sebagai tamu sekaligus sahabat lama. Ia menyebut bahwa menutup restoran bukan pilihan yang mudah, tapi kadang merupakan keputusan yang paling sehat — untuk mental, finansial, maupun kreatifitas.
Seorang owner yang bijak bukan yang memaksakan restoran hidup selamanya, tapi yang tahu kapan harus berpamitan dengan kepala tegak.
Pelajaran dari Elise: Lokasi, Luck, dan Kalcer!
Dari cerita Elise, ada pelajaran besar yang bisa kita petik, terutama buat siapa pun yang bercita-cita membuka restoran.
Menurut Chef Mili, ada tiga faktor krusial: lokasi, luck, dan kalcer (culture). Lokasi menentukan siapa yang datang. Luck menentukan momen. Dan kalcer menentukan apakah tempat itu bisa berkembang bersama komunitasnya.
Bisa jadi, menutup restoran dianggap sebagai “kesalahan”. Tapi justru dari kesalahan itulah kita bisa belajar. Di akhir percakapan, terlihat jelas bahwa Chef Hendry bukan hanya menutup Elise, tapi juga membuka ruang belajar bagi dirinya sendiri — dan untuk kita semua.
Sayonara, Kelapa Gading!
Setelah semua babak dijalani, akhirnya keputusan pun dibuat. Elise harus pamit. Tapi satu pertanyaan besar masih tersisa:
What’s next?
Kami tanyakan itu ke Chef Hendry, dan jawabannya? Simpel, jujur, tapi penuh harapan. Tapi itu biar dia sendiri yang ceritakan nanti — mungkin sambil kamu menikmati suapan terakhir dari Elise, di malam penuh memori itu.
Perjalanan Elise mungkin berakhir di sini, tapi cerita dan pelajarannya akan terus hidup — di dapur-dapur lain, di hati para tamu, dan di setiap chef yang pernah menjadi bagian dari Elise.
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: