ycliper

Популярное

Музыка Кино и Анимация Автомобили Животные Спорт Путешествия Игры Юмор

Интересные видео

2025 Сериалы Трейлеры Новости Как сделать Видеоуроки Diy своими руками

Топ запросов

смотреть а4 schoolboy runaway турецкий сериал смотреть мультфильмы эдисон
Скачать

STOP MENYEBUT AGAMA NASRANI

STOP SEBUTAN AGAMA NASRANI Secara Konstitusi

Tidak Ada Istilah Agama Nasrani di Indonesia Secara Teologis

Kekristenan tidak Mengenal Agama Nasrani. Nasrani

Merupakan Sebutan Orang Nazareth

Автор: Opa Jappy Official

Загружено: 2019-05-29

Просмотров: 119

Описание: STOP SEBUTAN AGAMA NASRANI

Secara Konstitusi, Tidak Ada Istilah Agama Nasrani di Indonesia

Secara Teologis, Kekristenan tidak Mengenal Agama Nasrani.

Nasrani, Merupakan Sebutan Orang Nazareth, Kota Kelahiran Yesus. Yesus sering disebut Yesus dari Nazareth.

Ia tidak bawa Agama. tdak Ada Agama Orang Nazareth

Penyebutan Agama Nasrani, sebetulnya adalah Penistaan Terhadap Kekristenan.

STOP SEBUTAN AGAMA NASRANI

Anehnya: mayoritas Orang Indonesia "ALERGI" menyebut Agama Kristen.

😑😑😑😑

Dalam bahasa Arab, kata “nashara” merupakan bentuk jamak dari “nashrani”.

Sebutan “umat Nasrani” secara salah-kaprah digunakan untuk merujuk pada umat Kristiani, penganut agama Kristen.

Kita sering jumpai ucapan selamat Natal dari sebagian kaum Muslim diawali dengan kalimat “Buat kawan-kawan umat Nasrani”.

Bahkan, dalam tulisan teolog Kristen Rinto Pangaribuan (Geotimes, 23 Desember 2016), kata “Nasrani” dan “Kristen” digunakan secara bergantian.

Sepanjang sejarah Kristen, umat Kristiani tidak menyebut diri mereka sebagai “nashara” atau kaum Nasrani.

Orang-orang Kristen Arab menyebut diri mereka dengan kata “masihiyyun” (pengikut al-Masih) dan karena itu agama Kristen disebut “masihiyyah”.

Di kalangan komunitas non-Arab pun istilah “nashara” tidak digunakan untuk menyebut para pengikut Yesus.

Dalam literatur Kristen berbahasa Suriah (Syriac), misalnya, dikenal istilah mshihaya. Yakni, seperti padanan Arabnya, para pengikut al-Masih.

Dalam bahasa Yunani lebih dikenal sebutan kristyana, yang berarti pengikut Kristus.

Kaum Muslim menggunakan istilah nasharaatau nashrani karena al-Qur’an menggunakan kedua kata tersebut.

Siapakah kaum nashara dalam al-Qur’an?

Bolehkah kita memanggil umat Kristiani sekarang dengan sebutan nashara?

Sebelum pertanyaan terakhir dijawab “tidak”, kita perlu diskusikan pertanyaan pertama dahulu.

“Nashara/Nashrani” dalam al-Qur’an
Kata “nashara/nashrani” muncul empat belas kali dalam al-Qur’an.

Selain itu, Kitab Suci kaum Muslim juga menggunakan istilah “ahlul kitab” sebanyak lima puluh empat kali, yang mencakup di dalamnya umat Kristiani.

Dalam satu ayat, umat Kristiani disebut “ahlul injil”. Ketiga istilah tersebut digunakan untuk merujuk pada para pengikut Isa, putera Maryam.

Menarik dicatat, di antara ketiga istilah tersebut, kata “nashara” yang paling sedikit didiskusikan.

Padahal, istilah itu sebenarnya yang paling problematik atau, setidaknya, enigmatik. Kaum Muslim sekarang secara taken-for-granted mengira bahwa nashara/nashrani merupakan sebutan yang diterima luas oleh umat Kristiani.

Bahkan, mungkin sebagian umat Kristiani sendiri tidak mengetahui bahwa nashara/nashraniadalah sebutan yang bersifat peyoratif.

Sebelum didiskusikan lebih lanjut watak peyoratif istilah nashara, ada baiknya disebutkan terlebih dahulu aspek filologis dan leksikografis dari kata enigmatik itu.

Sebenarnya para mufasir Muslim awal tampak kesulitan melacak etimologi kata “nashara”.

Ada dua tafsir yang mereka ajukan.

Pertama, melacak kata “nashara” dari sisi geografis, yakni dikaitkan dengan nama daerah di mana Isa dan Maryam tinggal, Nasirah (Nazareth).

Dengan demikian, nashara adalah para pengikut seorang (Yesus) yang berasal dari Nasirah.

Dalam nomenklatur Kristen, kita kerap jumpai penyebutan Yesus dari Nazaret. Tafsir ini sangat umum dianut oleh ulama Muslim awal, seperti direkam oleh Tabari (w. 923).

Kedua, di kalangan para mufasir belakangan, kata “nashara” dilacak ke akar kata Arab n-sh-r yang berarti “menolong”.

Pelakunya disebut “nasir” (bentuk jamaknya, “anshar”). Pelacakan etimologis seperti ini didasarkan pada ayat al-Qur’an (QS. 3:52) yang merekam pernyataan murid-murid Yesus (hawariyyun).

Ketika Isa bertanya, “man anshari ila allah?” (Siapa penolongku menuju Allah?). Mereka menjawab, “nahnu anshar allah” (Kami adalah para penolong Allah).

Kedua tafsir di atas dikenal luas dalam kesarjanaan Muslim, walaupun dari segi tata-bahasa Arab sulit dipahami transformasi “nashirah” atau “nashir/anshar” menjadi “nashrani” atau “nashara”. (Mereka yang tahu bahasa Arab pasti mengerti apa yang saya maksud.) Karena itu, untuk memahami siapa “nashara/nashrani” diperlukan penelitian yang lebih mendalam terhadap konteks historis di mana al-Qur’an muncul.

Penelitian historis itu diperlukan bukan hanya karena kita kesulitan melacak asal-usul “nashara” dari bahasa Arab, tetapi juga keyakinan orang-orang nashara berbeda dari umat Kristiani pada umumnya. Al-Qur’an menuduh orang-orang nasharamengakui triteisme (tiga Tuhan), padahal umat Kristiani mengimani Trinitas.

Tiga Tuhan yang menjadi keyakinan kaum nashara terdiri dari Allah, Isa dan Maryam, padahal Trinitas itu terdiri dari Bapa, Anak, dan Ruh Kudus.

Karena itu, menganggap nashara (kaum Nasrani) sebagai umat Kristiani punya konsekuensi serius. Yakni, al-Qur’an bisa dianggap salah paham terhadap doktrin Kristen.

Sebab, doktrin-doktrin yang dinisbatkan kepada kaum nashara berbeda dari keyakinan umat Kristiani.

Не удается загрузить Youtube-плеер. Проверьте блокировку Youtube в вашей сети.
Повторяем попытку...
STOP MENYEBUT AGAMA NASRANI

Поделиться в:

Доступные форматы для скачивания:

Скачать видео

  • Информация по загрузке:

Скачать аудио

Похожие видео

© 2025 ycliper. Все права защищены.



  • Контакты
  • О нас
  • Политика конфиденциальности



Контакты для правообладателей: [email protected]