Ternyata Sudah Ratusan Unit! Peluncur Roket TNI Jadi Salah Satu yang Terbanyak di Asia Tenggara
Автор: Militer Insight ID
Загружено: 2026-02-22
Просмотров: 18013
Описание:
#Indonesia #Alutsista #TNI #MiliterInsightID
Video Sources:
• Detik detik Uji coba senjata RM 70 Grad 12...
• Multiple-Launch Rocket System (MLRS) R-HAN...
• DIPAKAI OLEH MARINIR TNI-AL ALUTSISTA DARI...
• INILAH ROKET TERBARU KORPS MARINIR TNI AL ...
• Navy News - TNI AL UJI KEAMPUHAN MLRS 90B
• Korps Marinir TNI AL Uji Penembakan MLRS 1...
• Akhirnya RM 70 Grad Kembali Perkuat Yonrok...
• Dynamic Test V R HAN 122B
• Prototipe Kendaraan Peluncur Roket R-Han 122B
• Senjata militer Indonesia-MLRS RHan 122 B-...
• Kendaraan Serang Ringan P6 Atav Kawal RM-7...
• MLRS RM-70 Grad MARINIR – WALKAROUND
• Final Test RM 70 Grad TA 2020
• Uji tembak roket RM 70 GRAD dan RM 70 VAMP...
• Menilik Kecanggihan Roket Astros II MK 6 T...
• Mengenal Rudal Astros II senjata artileri ...
• LATIHAN MENEMBAK SENJATA BERAT MLRS ASTROS...
• GARUDA - Yon Armed 1/Roket Ajusta Yudha Ko...
• POLTEKAD SUKSES UJI MLRS TAHAP II
• MLRS Astros II MK6 - Yonarmed 1/Roket Divi...
• serunya... latihan tembak MLRS astros II m...
• Latbakjatrat Roket MLRS Astros II MK 6 Yon...
• LATBAKJATRAT ASTROS II MK 6 TA. 2024
• LATIHAN MENEMBAK ROKET ASTROS DI BATURAJA
• Konvoi kendaraan Perang TNI AD, ROKET MLRS...
Indonesia dalam beberapa dekade terakhir terus memperkuat kemampuan artileri roketnya sebagai bagian dari modernisasi pertahanan darat dan amfibi. 💥 Jika melihat data inventaris yang tersedia secara terbuka, jumlah Multiple Launch Rocket System (MLRS) Indonesia ternyata cukup signifikan dan tidak bisa dianggap kecil di kawasan Asia Tenggara. Ini bukan sekadar angka — ini tentang daya gentar dan kesiapan tempur.
Di lingkungan TNI Angkatan Darat, tulang punggung kekuatan roket berada pada ASTROS II. Sistem buatan Brasil ini dikenal modular dan fleksibel, mampu menggunakan berbagai jenis roket dengan jarak tembak berbeda. Dengan kemampuan salvo masif dan presisi yang terus ditingkatkan, ASTROS II menjadi salah satu MLRS paling disegani di kawasan. 🚀
Berdasarkan data pengadaan yang diketahui publik, jumlah ASTROS II yang dimiliki TNI AD berada di kisaran sekitar 63 unit. Sistem ini ditempatkan dalam satuan artileri strategis dan dirancang untuk memberikan efek kejut serta daya hancur dalam skala luas — ideal untuk operasi pertahanan maupun respons cepat terhadap ancaman.
Di sisi lain, Korps Marinir TNI Angkatan Laut juga memiliki kekuatan roket sendiri untuk mendukung operasi amfibi. Salah satu sistem yang lebih dahulu dioperasikan adalah RM-70 Grad, yang mulai hadir pada awal 2000-an. Meski tergolong generasi lama, kemampuannya meluncurkan roket 122 mm secara cepat tetap relevan dalam skenario tempur pesisir. 🌊
Langkah modernisasi kemudian dilakukan lewat kehadiran RM-70 Vampire. Varian ini membawa sistem kendali tembak digital, navigasi lebih akurat, serta proses reload yang lebih efisien. Dengan total sekitar 36 unit, Vampire kini menjadi tulang punggung artileri roket Marinir dalam mendukung pendaratan dan pertahanan pantai.
Tak berhenti di situ, Marinir juga mengoperasikan Type 90B asal Tiongkok. Meski jumlahnya lebih terbatas, sekitar 4 unit, sistem ini menambah variasi platform dan opsi konfigurasi dukungan tembakan roket. 🔥
Jika seluruh sistem Marinir dijumlahkan, total MLRS Korps Marinir mencapai sekitar 49 unit. Dan ketika digabungkan dengan sekitar 63 unit ASTROS II milik TNI AD, maka total MLRS Indonesia berdasarkan data terbuka berada di kisaran 112 unit. Angka ini bahkan melampaui sejumlah data internasional yang mungkin belum sepenuhnya mencerminkan kondisi terkini di lapangan.
Namun kekuatan ini tidak hanya bertumpu pada sistem impor. 🇮🇩 Pemerintah juga mendorong kemandirian melalui program roket nasional R-Han. Salah satu produknya adalah R-Han 122, roket kaliber 122 mm yang kompatibel dengan peluncur seperti Grad dan Vampire. Ini memperkuat rantai logistik dan mengurangi ketergantungan luar negeri.
Pengembangan R-Han melibatkan konsorsium industri pertahanan nasional seperti PT Dirgantara Indonesia, PT Pindad, serta lembaga riset pemerintah yang dahulu dikenal sebagai LAPAN. Sinergi ini menunjukkan arah jelas menuju kemandirian teknologi pertahanan.
Dengan kombinasi sekitar 112 unit MLRS operasional dan dukungan produksi roket dalam negeri, Indonesia menunjukkan keseriusan dalam memperkuat daya tembak jarak menengahnya. ⚔️ Ke depan, modernisasi kemungkinan akan berfokus pada peningkatan teknologi, integrasi sistem kendali tembak yang lebih canggih, serta perluasan kapasitas industri nasional.
Kekuatan roket ini bukan hanya soal jumlah — tetapi soal pesan strategis. Indonesia siap menjaga kedaulatan, dari darat hingga pesisir.
🎯 Jangan lupa like, komentar, dan subscribe untuk analisis pertahanan terbaru lainnya!
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: