Rejang Pasupati Pura Luhur Pucak Padang Dawa
Автор: Desa Bangli
Загружено: 2024-10-26
Просмотров: 14501
Описание:
Tari rejang merupakan perlambangan dari Widyadari atau Bidadari yang turun kebumi untuk memandu Ida Bhatara pada suatu upacara keagamaan dalam agama Hindu. Rejang Pasupati merupakan tarian yang dipersembahkan untuk memuliakan Ida hyang Pasupati yang berstana di Pura Pucak Padang Dawa. Tarian ini merupakan bentuk penghormatan kepada beliau sebagai sang pemasupati, pemberi taksu dan kemakmuran pada setiap umatnya. Tarian ini menggambarkan bagaimana keindahan alam pura pucak padang dawa, bagimana keagungan beliau Hyang Pasupati dengan sinar sucinya yang merasuk kedalam setiap umatnya dan visualisasi beliau dalam bentuk Petapakan dengan sebutan Batara Nawa Sanga sebagai simbul kepada siapa kita bersujud. Tari Rejang Pasupati secara koreografinya ditata dengan pola yang sangat sederhana tanpa meninggalkan logika, estetika dan etika dalam sebuah karya tari, secara musikal karya ini mengangkat pola - pola gending yang terinspirasi dari gending - gending kaklentangan Duwe Pura Pucak Padang Dawa yang diolah secara sederhana dalam alunan komposisi musik yang baru. Semua komposisi tari maupun karawitannya diolah secara sederhana dengan tujuan agar karya tari ini tetap bisa berkelanjutan turun temurun sesuai dengan karakteristik karya yang akan dimunculkan. Daun Sirih atau daun Base menjadi salah satu sarana ritual yang paling banyak digunakan umat Hindu di Bali. Selain dijadikan sebagai simbol dari pemujaan Dewa Siwa, daun Sirih juga digunakan untuk menjalin persahabatan dan persaudaraan. Daun Base merupakan sebagai cihna atau papintonan kepada anak kecil yang tidak pernah tangkil pada Ida Betara atau Sesuhunan di saat Ida Lunga atau Melancaran diberikan bangket base dengan menggunakan tangkainya yg di tancapkan pada dahi sehingga tidak ketandruhan atau kaelingan.
Adapun struktur dari garapan Tari Rejang Pasupati ini akan dibagi menjadi empat bagian sesuai dengan struktur Pura Pucak Padang Dawa yang disebut Catur Lawa, yaitu :
1. Tegal Suci
Menggambarkan tentang keindahan dan keasrian alam sekitar Pura pucak Padang Dawa dengan keagungan puranya.
2. Puseh Agung
Menggambarkan keagungan Hyang Pasupati dengan sinar sucinya yang disimbulkan dengan sujud sesembahan terhadap beliau( saat sesembahan diharapkan semua penari menyerahkan diri secara iklas kehadapan beliau dan nuntun Ida agar memberikan sinarnya pada setiap umat.)
3. Dalem Purwa
Menggambarkan sinar suci hyang pasupati yang merasuk kedalam jiwa para pemujanya atau umatnya, disimbulkan dalam pola tari dengan memejamkan mata, saat bagian ini diharapkan semua penari merasakan dalam hati sinar suci beliau merasuk kedalam jiwa dari masing - masing penari.
4. Penataran Agung
Menggambarkan visual dari Hyang Pasupati dalam wujudnya yang disebut Batara Nawa Sanga( pola gerak wayang wong ), sebagai bentuk realita yang bisa dilihat sebagai simbul beliau Hyang Siwa Pasupati. Dari segi tata busana akan menyesuaikan dengan pola garapan yang sederhana, menampilkan kesederhanaan dari tata cara berbusana sebagai simbul keiklasan dalam menyerahkan diri kehadapan beliau.
Adapun tata busana yang digunakan adalah kamen, baju kebaya, selendang dan sabuk bulang. Tata letak atau pola lantai penari di buat dengan pola yang menyesuaikan dengan Ida Batara Nawa Sanga, yang jumlahnya sembilan. Pengaturan pola komposisi penari adalah tiga baris didepan dan 6 baris dibelakang, selanjutnya diikuti oleh penari lainnya kebelakang sebanyak jumlah penari yang ngayah. Penggunaan property pada penari menggunakan pasepan yang berjumlah sembilan buah. Penggunaan pasepan mengacu pada asal mula dari pura Luhur Pucak Padang dawa dimana terlihat asap yang mengepul dan panjang dari sebuah pohon besar , hal ini disimbulkan dengan penggunaan pasepan sebagai media tuang disamping untuk menambah kesan magis dari suasana sesembahan.
SINOPSIS
TARI REJANG PASUPATI PURA LUHUR PUCAK PADANG DAWA
Sujud Bhaktiku pada-Mu
pancaran sinar dan wangi asap menjulang keujung semesta
memberi jiwa dan sukma pada setiap rupa
tarian alam dari musik kehidupan bagai ikatan tanpa batasan
Dewa Nawa Sanga, sinar kesucian pusat segala kehidupan
sujud sembah pada engkau sang pemberi
jiwa dan kemakmuran
Penanggung Jawab :
Perbekel Desa Bangli, Baturiti, Babanan dan Prajuru Pura Luhur
Pucak Padang Dawa
Penata Tari :
I Putu Pery Prayatna S.Sn
Penata Tabuh :
I Putu Agustana S.Sn.,M.Si
Rekaman audio dan video: PALKA
Mixing oleh: Angga Waskita
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: