🔴Iran Siaga Cegat Kapal Nuklir yang Dikirim Trump hingga Militer AS Disebut Bersiap Gempur Teheran
Автор: TribunnewsWIKI Official
Загружено: 2026-02-14
Просмотров: 1357
Описание:
Baca Selengkapnya di https://video.tribunnews.com/news/912...
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Angkatan laut Iran berupaya menutup Selat Hormuz saat AS berusaha mengirimkan kapal induk nuklir tambahan ke Timur Tengah.
Teheran secara terbuka memperingatkan perang laut melawan musuh dalam pencegahan tersebut.
Jenderal laut Teheran, Laksamana Muda Shahram menegaskan bahwa pasukan angkatan laut Iran memantau semua sisi Selat Hormuz.
Iran juga dengan tegas mengaku akan menghentikan semua pergerakan kapal AS di wilayah Selat Hormuz.
Para pejabat Iran memperingatkan bahwa serangan bahkan akan dilancarkan untuk menutup jalur vital selat Hormuz.
Konfrontasi langsung pun diprediksi bisa pecah, antara milisi Iran dengan kapal induk Donald Trump di Selat Hormuz.
Dari laporan The New York Times pada Kamis (12/2/2026), Kapal Induk Nuklir AS USS Gerald R Ford dan kapal pengawalnya menerima instruksi tujuan baru.
Kapal induk ini awalnya tengah bertugas di kawasan Karibia.
Rencana pengerahan ini menandai perubahan signifikan dalam jadwal operasi USS Gerald R Ford.
Pengerahan USS Gerald R Ford ini sekaligus menambah kekuatan armada laut AS yang ada di kawasan.
Saat ini, kapal induk USS Abraham Lincoln beserta beberapa kapal pendukung lainnya telah lebih dulu bersiaga di Timur Tengah.
Selain itu, muncul laporan mengenai kemungkinan pengiriman kapal induk USS George HW Bush.
Langkah ini dilakukan di tengah ancaman perang antara AS dan Iran.
Sementara itu, Militer Amerika Serikat (AS) bersiap menghadapi kemungkinan operasi militer berkelanjutan terhadap Iran.
Langkah ini diambil jika Presiden AS Donald Trump memberikan perintah serangan.
Menurut sumber, operasi yang disiapkan bisa berlangsung selama berminggu-minggu.
Skala rencana ini disebut jauh lebih besar dibanding konfrontasi sebelumnya antara kedua negara.
Persiapan ini dinilai meningkatkan ketegangan di tengah upaya diplomasi yang masih berlangsung.
Pekan lalu, diplomat AS dan Iran menggelar pembicaraan di Oman untuk membahas kembali program nuklir Teheran.
Namun, di saat yang sama, pengerahan kekuatan militer terus dilakukan.
Pentagon mengirim kapal induk tambahan ke kawasan Timur Tengah.
Kapal induk terbaru dan terbesar milik AS, USS Gerald R. Ford, dijadwalkan bergabung dengan USS Abraham Lincoln yang lebih dulu berada di kawasan tersebut.
Selain kapal induk, ribuan pasukan tambahan, jet tempur, kapal perusak rudal berpemandu, hingga pesawat pengintai juga telah dikerahkan dalam beberapa pekan terakhir.
Sebelumnya, USS Gerald R. Ford diketahui beroperasi di kawasan Karibia dan terlibat dalam operasi di Venezuela pada awal tahun ini.
Dalam pidatonya di hadapan pasukan AS di North Carolina, Trump menyatakan bahwa mencapai kesepakatan dengan Iran bukanlah hal mudah.
Ia bahkan menyebut bahwa terkadang diperlukan tekanan kuat untuk menyelesaikan situasi tersebut.
Trump juga menyinggung kemungkinan perubahan rezim di Iran sebagai sesuatu yang “mungkin terbaik”.
Ketika ditanya mengenai target fasilitas nuklir Iran, Trump menyatakan bahwa sebagian besar telah dihancurkan. (Tribun-Video.com)
Program: Hot Topic
Editor Video: Difa Isnaeni Azizah
#viory #as #iran #timurtengah #kapalas #donaldtrump
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: