‘Senjata Berbahaya’ Iran: Selat Hormuz
Автор: detikcom
Загружено: 2026-03-02
Просмотров: 5093
Описание:
Saling serang antara Amerika-Israel dengan Iran menunjukkan skala yang berbeda. Sebabnya, Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei dinyatakan tewas dalam serangan di Teheran pada Sabtu (1/3) dini hari waktu setempat. Dalam hantaman serangan tersebut disebutkan jika Khamenei tewas bersama istri dan sejumlah keluarganya. Atas peristiwa ini, Pemerintah Iran mengumumkan 40 hari berkabung dan 7 hari libur nasional.
Menanggapi serangan yang disebut pembunuhan tersebut, Garda Revolusi Iran mengungkap akan melakukan serangan balik kepada Israel dan Amerika Serikat (AS). Tindakan ini disebut sebagai serangan ofensif paling ganas dalam sejarah Republik Islam Iran.
Berkaitan dengan hal tersebut, Presiden AS, Donald Trump mewanti-wanti agar Iran tidak membalas serangan tersebut. Ia mengancam, bial serangan balik itu dilakukan, Amerika akan membalasnya lagi dengan kekuatan yang tidak terbayangkan.
Sejumlah pihak menilai, Iran memiliki senjata nonmiliter yang lebih berbahaya bagi seluruh dunia. Senjata tersebut bernama Selat Hormuz. Berada di sebelah Barat Daya Negara Iran, Selat Hormuz menjadi titik krusial bagi jalur perdagangan dunia termasuk jalur 20 persen minyak dunia. Setiap hari, kapal-kapal logistik melewati selat tersebut untuk memotong jarak perjalanan.
Atas serangan yang menewaskan pimpinan tertinggi mereka, Iran secara resmi menutup Selat Hormuz pada Minggu (1/3). Merangkum detikcom, terlihat dari citra satelit jika telah terjadi penumpukan kapal-kapal tanker menumpuk di dekat pelabuhan-pelabuhan besar seperti Fujairah di Uni Emirat Arab (UEA). Kapal-kapal tersebut diinformasikan tidak sudah tidak dapat melewati Selat Hormuz.
Beberapa kapal di daerah itu menerima transmisi VHF dari Garda Revolusi Iran yang menyatakan bahwa "tidak ada kapal yang diizinkan melewati Selat Hormuz", kata seorang pejabat dari misi angkatan laut Uni Eropa Aspides kepada Reuters, dikutip detikJatim.
Lalu, berapa lama penutupan jalur krusial tersebut hingga akhirnya mempengaruhi keseimbangan pasar Indonesia? Simak informasi terbarunya dalam detikSore!
Membahas berita daerah, detikSore akan mengulas fakta terbaru longsor di Ungaran, Jawa Tengah. Berdasarkan pantauan detikcom di lapangan, kondisi sekitar kawasan longsor masih labil. Hal ini dilihat sebagai ancaman bagi warga sekitar yang tinggal dekat dengan lokasi longsor, khususnya saat hujan turun.
Seperti diketahui, bencana tanah longsor terjadi di Desa Kalongan, Kabupaten Semarang, jawa Tengah pada Sabtu (28/2/2026) lalu. Akibat kejadian ini, jalur alternatif Semarang-Demak tidak dapat dilewati.
Bagaimana situasi terbaru di sana? Simak laporan langsung Jurnalis detikJateng selengkapnya.
Jelang petang nanti, detikSore akan menghadirkan komunitas yang selalu bekerja di luar meja-meja kantor. Mereka adalah WFC Journal. Seperti namanya, WFC akronim dari Work From Cafe, merupakan perkumpulan orang yang berkarya dari kafe ke kafe. Semangatnya adalah mengumpulkan para pekerja yang lebih leluasa bekerja dari mana saja dan membentuk jejaring komunitas antar profesi.
Lalu bagaimana hal tersebut bisa membawa dampak baik terhadap para peminatnya? Simak obrolannya dalam Sunsetalk!
Ikuti terus ulasan mendalam berita-berita hangat detikcom dalam sehari yang disiarkan secara langsung langsung (live streaming) pada Senin-Jumat, pukul 15.30-18.00 WIB, di 20.detik.com dan TikTok detikcom. Sampaikan komentar Anda melalui kolom live chat yang tersedia.
"Detik Sore, Nggak Cuma Hore-hore!"
Ayo tonton dan share detik ini juga!
click our website :
detikcom: https://www.detik.com
20detik: https://20.detik.com
Follow official account detikcom di:
Twitter: / detikcom
Instagram detikcom: / detikcom
Instagram 20detik: / 20detik
Facebook detikcom: / detikcom
Facebook 20detik: / 20detik
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: