1980 Petisi 50 Menggugat Presiden Soeharto Menyalahgunakan Pancasila Sebagai Alat Membungkam Lawan
Автор: Amemoar
Загружено: 2024-11-30
Просмотров: 1342
Описание:
1980 Petisi 50 Menggugat Presiden Soeharto Menyalahgunakan Pancasila Sebagai Alat Membungkam Lawan
Pada 5 Mei 1980, Jenderal (Purn.) Abdul Haris Nasution bersama sejumlah tokoh nasional menandatangani Petisi 50, sebuah dokumen bersejarah yang berisi kritik terhadap pemerintahan Presiden Soeharto. Petisi ini mencerminkan kekecewaan dan keprihatinan para tokoh terhadap cara Soeharto menggunakan Pancasila sebagai alat untuk membungkam kritik dan melanggengkan kekuasaan.
Petisi 50 diawali oleh kekhawatiran bahwa Pancasila, sebagai dasar negara, telah disalahgunakan untuk menyerang lawan politik dan membatasi kebebasan berpendapat. Para penandatangan merasa bahwa tafsir tunggal Pancasila oleh pemerintah saat itu bertentangan dengan semangat demokrasi. Mereka juga mengkritik konsentrasi kekuasaan yang semakin besar di tangan Soeharto dan meningkatnya otoritarianisme Orde Baru.
Selain AH Nasution, sejumlah tokoh lainnya ikut menandatangani petisi ini, termasuk Mohammad Natsir, Ali Sadikin, dan sejumlah mantan pejabat serta tokoh masyarakat. Mereka berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari militer, politik, hingga agama, menunjukkan bahwa kritik terhadap pemerintah tidak terbatas pada satu kelompok tertentu.
Reaksi pemerintah terhadap Petisi 50 sangat keras. Para penandatangan petisi ini dianggap sebagai oposisi dan diisolasi secara politik maupun sosial. Sebagian dari mereka menghadapi tekanan seperti pelarangan perjalanan ke luar negeri, pengawasan ketat, dan kehilangan akses ke berbagai fasilitas pemerintah. Namun, hal ini tidak menghalangi para tokoh tersebut untuk terus menyuarakan kritik mereka terhadap penyimpangan dalam pemerintahan Orde Baru.
Petisi 50 menjadi simbol perlawanan moral terhadap otoritarianisme di masa Orde Baru. Meski dampak langsungnya tidak signifikan dalam menggoyahkan kekuasaan Soeharto, petisi ini mencatatkan nama-nama para penandatangannya sebagai bagian dari sejarah perjuangan untuk menegakkan demokrasi dan kebebasan di Indonesia.
Its Just Historical Channel, We do not intend to infringe any artist' or labels copyrights. If you want to remove a clip, song or movie that you own on my channel, please email me and I will respond within 48 hours or less.
for copy rights issues or business inquiries, contact [email protected]
#Sejarah
#PerjuanganBangsa
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: