EKONOM AMERIKA SERIKAT DI AMBANG RESESI, EKONOM MOODY’S NILAI DATA PDB TUTUPI MASALAH BESAR!
Автор: POLITIKAL MEDIA
Загружено: 2026-01-30
Просмотров: 117
Описание:
Amerika Serikat dinilai berada lebih dekat ke jurang resesi dibandingkan yang tercermin dari angka Produk Domestik Bruto (PDB) dan kinerja pasar saham. Peringatan ini disampaikan Kepala Ekonom Moody’s Analytics, Mark Zandi, yang menilai fondasi pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat saat ini rapuh dan menutupi berbagai persoalan struktural.
Zandi menyebut bahwa sepanjang 2025, indikator utama ekonomi Amerika Serikat seperti pertumbuhan PDB dan reli pasar saham memang terlihat solid. Namun, di balik data tersebut terdapat tanda-tanda pelemahan yang semakin nyata, terutama di pasar tenaga kerja, yang berpotensi mendorong ekonomi Amerika Serikat memasuki fase resesi pada 2026.
Dalam prospek ekonomi terbarunya, Zandi menegaskan bahwa arah ekonomi Amerika Serikat ke depan sangat bergantung pada kebijakan pemerintahan Presiden Donald Trump, khususnya terkait tarif perdagangan dan kebijakan imigrasi. Menurutnya, keputusan di dua sektor tersebut akan menentukan apakah ekonomi mampu bertahan atau justru melambat lebih dalam.
“Jika kebijakan ekonomi terus berjalan seperti sekarang, masalah yang kita lihat tahun lalu akan berlanjut. Bahkan pertumbuhan PDB yang terlihat tinggi tidak akan mampu menutup retakan di bawah permukaan,” tulis Zandi, seperti dikutip Business Insider, Senin (26/1/2026).
Zandi menguraikan setidaknya tiga alasan utama mengapa risiko resesi Amerika Serikat dinilai semakin tinggi, meski data ekonomi utama masih menunjukkan kinerja positif.
Pertumbuhan Ekonomi Dinilai Tidak Cukup Kuat. Menurut Zandi, laju pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat sebenarnya lebih lemah dibandingkan yang tercermin dalam data PDB. Dengan memperhitungkan dampak penutupan pemerintahan federal selama sekitar enam minggu pada 2025, ia memperkirakan pertumbuhan PDB riil kuartal IV hanya berada di kisaran 2 persen.
Angka tersebut, menurut Zandi, belum cukup kuat untuk menyerap seluruh tenaga kerja baru yang masuk ke pasar kerja. Pertumbuhan ekonomi yang terus berada di bawah tingkat potensial dinilai akan menjadi hambatan serius bagi ekspansi ekonomi jangka menengah. “Ekonomi tidak bisa terus tumbuh di bawah potensinya dalam waktu lama. Ini tidak berkelanjutan,” ujar Zandi.
Ia menambahkan, kondisi tersebut akan berdampak langsung pada kepercayaan konsumen dan pelaku usaha. Ketika keyakinan melemah, belanja rumah tangga dan investasi bisnis cenderung tertahan, yang pada akhirnya memicu peningkatan tingkat pengangguran. “Jika itu terjadi, resesi pada akhirnya akan sulit dihindari,” katanya.
Pasar Tenaga Kerja Menjadi Sinyal Peringatan. Pelemahan pasar tenaga kerja menjadi indikator paling mengkhawatirkan menurut Zandi. Ia menilai ekonomi Amerika Serikat saat ini tidak tumbuh cukup cepat untuk menyerap tambahan pasokan tenaga kerja, baik dari lulusan baru maupun pendatang baru ke angkatan kerja.
“Fakta bahwa tingkat pengangguran jelas meningkat adalah bukti bahwa pertumbuhan ekonomi 2 persen masih jauh dari tingkat potensialnya,” ujar Zandi. Ia menjelaskan bahwa laju perekrutan tenaga kerja kini telah turun ke level yang secara historis sering kali bertepatan dengan fase awal perlambatan ekonomi. Dalam sejumlah siklus sebelumnya, pola serupa kerap menjadi pendahulu resesi.
#resesias2026 #ekonomiglobal #markzandi #trumpeconomics #pasartenagakerja #wallstreetupdate #inflasias #tarifdagang #infoekonomi #stabilitaskeuangan #politikalmedia
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: