Mengimani Bulan Suci Ramadhan Menurut Imam Ghazali
Автор: Tribunnews
Загружено: 2026-02-20
Просмотров: 274
Описание:
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Hikmah kebijaksanaan itu adalah puasa Ramadan. Ramadan. Puasa Ramadan adalah anugerah yang termulia bagi umat Nabi Besar Muhammad sallallahu alaihi wasallam yang di dalam bulan Ramadan
ada fasilitas istimewa yang Allah tidak berikan kepada umat-umat terdahulu. Salah satu di antaranya adalah lailatul qadar.
Keistimewaan yang Allah berikan kepada umat Nabi Muhammad ini harus
kita sambut dengan penuh sukacita. harus kita sambut dengan penuh keimanan dan kita sambut dengan penuh keceriaan. Ada lima cara menyambut bulan suci Ramadan dalam perspektif
Imam Ghazali rahimahullahu taala.
Yang pertama, istiadul iman. Harus siap persiapan iman. Kenapa Ramadan itu harus disambut dengan iman? Karena perintah puasa adalah perintah
yang Tentu secara psikologis manusia akan berubah pola makannya. Sehingga yang dipanggil oleh Allah adalah iman, bukan logika. Itu sebabnya perintah puasa diawali dengan iman.
Ya ayyuhalladzina amanu kutiba alaikumusam. Menandakan bahwa kita sebagai umat Nabi Besar Muhammad sallallahu alaihi wasallam, umat yang beriman harus mempatri iman diri kita
agar kita yakin kepada Allah Subhanahu Taala bahwa perintah berupa puasa Ramadan harus kita terima dengan penuh keikhlasan. Itulah yang dimaksud oleh Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
Man ramadana imanan wtisaban gufir lahu ma taqaddama min dambih. Siapa saja yang berpuasa pada bulan suci Ramadan sembari imannya kuat, persiapan imannya hebat,
sembari mengharap reda dan ikhlas karena Allah, jaminannya adalah orang yang berpuasa seperti itu.
itu terampuni noda dosanya setahun yang lalu. Itulah pentingnya yang pertama adalah istiadul iman.
Mempersiapkan iman. Yang kedua, kata Imam Ghazali yang perlu kita persiapkan dalam rangka menyambut bulan Ramadan atau mengisi bulan Ramadan dengan istiadul ilmi.
Mempersiapkan ilmu. Afdolul ilmi ilmul hal. Ilmu yang paling afdal. Ilmu yang Paling mulia kata Imam Zarnuji adalah ilmul hal, ilmu aplikatif.
Maka dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan dan mengisi bulan Ramadan, maka harus kita persiapkan dengan ilmu pengetahuan. Ilmu yang paling tepat dalam rangka mengisi Ramadan adalah
ilmu tentang fiqhusum, tentang selukbeluk berpuasa, hukum berpuasa, kewajiban berpuasa, rukun puasa, syarat sah puasa, yang membatalkan puasa, yang membatalkan pahala puasa,
amalan-amalan di bulan Ramadan dan amalan-amalan yang termulia setelah Ramadan itu adalah ilmul hal. Maka kita harus mengilmukan itu semua agar sempurna pelaksanaan ibadah Ramadan kita. (*)
Program: Mutiara Ramadhan
Pemateri: Prof Dr TGH Fahrurrozi Dahlan, QH MA
Editor Video: Ni'amu Shoim Assari Alfani
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: