Gunung Semeru | Ceritas di batas VEGETASI
Автор: Ramadhanar
Загружено: 2018-09-01
Просмотров: 149219
Описание:
Sedikit cerita bersama teman teman saya yg melanjutkan pendakian ke puncak mahameru, awalnya cukup pendakian sampe pos kalimati saja, teman saya bangun pukul 22:00 berhubung cuaca mendukung kami kami prepare berangkat summit pukul 23:00 dan akhirnya melanjutkan pendakian dengan mengira ngira sampi puncak kurang lebih 7-8 jam, hingga sampainya di batas vegetasi teman saya yg 1 terlihat beda kondisinya saat itu juga sudah merenung (JADI MAU GIMANA MANA?LANJUT ATAU BALIK) teman saya yang beda ini bilang (hayoh lanjut aja) ok. Sudah melewati batas vegetasi pada saat waktu itu hanya rombongan kami yg (summit) paling awal kurang lebih seper rempat pendakian menuju puncak sekitar 3jam (teman saya) bilang sudah tidak KUAT dan kami semua mensuport, beri semangat dan tidak lepas mengimimg imingi bila sampi di atasnanti ada kejutan yg enggak bisa semua orang bisa melihatnya, alhamdullilah kurang lebih 6jam tracking rombongan kami berjumlah 10 orang 2 perempuan bisa menapaki kakinya di gunung tertinggi di pulau jawa.
hingga saya melihat teman saya dengan tatapan berbeda yg bilang tidak kuat ini melihatnya dengan rasa haru dan sujur syukur, hingga keadaan saat itu seketika pecah melihatnya di tambah kami melaksanakan ibadah shalat subuh berjamaah di puncak dan tidak lupa memunajatkan do’a sambil meminta kesehatan untuk teman saya yang satu ini dan melakukan aktivitas seperti (biasaaa) kalo pendaki sudah sampai puncak, Hingga saatnya balik kanan.
Sebelum perjalanan turun Jam 8 pagi kami semua tidak lepas dari breafing dan evaluasi perjalanan (karena?) Tidak sendiri harus memikirkan yg lainnya, setelah itu kami mulai bergegas turun dengan santainya karena melihat kondisi teman saya yg satu ini sudah kelelahan tidak seperti biasanya tak lama ia berbicara,semakin sakit dadanya dan dingin. kami semua spontan menolongnya dan mengerumuni hinga saling memeluk karena dengan kondisi yg sangat urgent, teman saya yg mengajak bicaranya pun sempat menanyakan pertanyaan terakhir (kamu sakit apa sih?) dan akhirnya pingsandan tak sadarkan diri,kami semua seketika panik. selepas membuka jaket & sepatunya ia pakai basah.inilah mukin awal mulanya hipotermia/kedinginan bisa jadi.
Dan akhirnya kami semua memutuskan menandunya dengan kondisi seadanya yg kami bisa setelah pertolongan pertama sudah di lakukan, kami mulai membawanya dengan keadaan saat itu yg tidak memungkinkan untuk menandu Karena beberapa kali bergantian mengangkat kami semua sering terjatuh dengan kondisi kemiringan track berbatu dan berpasir ditambah cuaca saat di atas berbeda cukup panas.
Tidak lama sampailah di batas vegetasi jam 12 di situ kami beristirahat sambil menyapa beberapa pendaki yg turun hingga akhirnya bertemu rombongan yg paling turun terakhir dari puncak 5 orang dan ikut beristirahat sambil berbincang kenapa bisa sampai begini, kami sampaikan dari awal kejadian, dengan terus melontarkan pertanyaan setelah menanyainya lagi ternyata dokter syukurnya kami bisa bertemu di jalur.
Sudah berbincang cukup lama kami melanjutkan perjalanan ke camp area tempat kami bermalam di pos kali mati setelah mempersiapkan untuk berantakan kamipun menganti tandu yg sebelumnya dengan kondisi seadanya dengan yg lebih nyaman setelah memindahkan teman saya ke tandu yg baru kami semua baru tersadar ada darah di taskecil saya bekas di pakai Bantal yg teman saya gunakan setelah di lihat kepala bagian belakang yg mengeluarkan darah cukup banyak, hingga akhirnya berges untuk cepat membawanya turun gunung, tidak lepas dari para pendaki lain mau membatu kami sekitar 20 orang untuk membawa teman saya, sampai tibanya di Ranukumbolo jam 4 sore karena cukup lama perjalanan dengan saling bergantian menandunya sampai sampai tidak istirahat, Kamipun tidak lupa mengucapkan banyak terimakasih sebanyak banyaknya kepada para pendaki yg mau membantu, hingga sampainya kami di jemput oleh petugas dr basecamp ranupani menggunakan motor dengan kondisi bingung kobisa nyampe sini yahh?Ternyata ada dari pendaki lain yg menghubungi petugas dari pos kali mati ke ranupani, dia bilang yg terpenting keselamatan yg paling utama.
Setelah berjam2 tidak sadar hingga datang di desa ranupani 18:30 mlm masih belum sadar kami punlangsung membawanya puskesmas terdekat setelah menunggu begitu lama sambil menghubungi keluarga yg di Bandung pukul 9 mlm ia baru sadar dan alhamdulilahnya bisa terselamatkan.
Disini kami tau mungkin bisa menyimpulkan dengan jelasnya setelah berbincang bisa terjadi hipotermia Karen dari kondisi teman saya dari awalnya BERGADANG/kurang istirahat ditambah dari pakaiannya basah karena cukup banyak mengeluarkan keringat dan sepatunya yg basah ternyata di sengaja dengan alasan kucup tidak masuk akal.
SEDIKIT BERBAGI pengalama utk para pendaki yg saya dapat, supaya tidak kedinginan tubuh bagian teling, pusar dan telapak kaki harus bener2 di jaga supaya kedinginannya tdk sampai menggigil.
Mungkin hanya sedikit yg saya bisa ceritakan
Terimakasih semuanya.
Lanjut #instagram: ramadhanar168
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: