WOW 10 MANFAAT SEMANGKA YANG JARANG DI KETAHUI
Автор: TAHU SEJARAH
Загружено: 2026-01-12
Просмотров: 837
Описание:
Tan Malaka adalah salah satu sosok paling misterius, jenius, sekaligus tragis dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. Sering dijuluki sebagai "Bapak Republik Indonesia", ia adalah orang pertama yang menulis konsep negara berbentuk Republik untuk Indonesia melalui bukunya, Naar de Republiek Indonesia (1925).
Berikut adalah ringkasan perjalanan hidup Sutan Ibrahim gelar Tan Malaka:
1. Masa Muda dan Pendidikan
Lahir dengan nama Sutan Ibrahim pada tahun 1897 di Pandam Gadang, Sumatera Barat. Ia berasal dari keluarga bangsawan Minangkabau.
Pendidikan: Ia menempuh pendidikan guru di Kweekschool, Bukittinggi. Berkat kecerdasannya, ia dikirim ke Belanda untuk melanjutkan studi di Rijkskweekschool.
Paparan Ideologi: Di Belanda, ia mulai mempelajari pemikiran-pemikiran Marxisme dan Sosialisme yang nantinya membentuk pandangan politiknya yang radikal terhadap kolonialisme.
2. Sang Petualang Politik (The Man of the Shadows)
Tan Malaka menghabiskan sebagian besar hidupnya dalam pelarian dan penyamaran. Ia diburu oleh intelijen Belanda (PID), Inggris, Amerika Serikat, hingga Jepang.
Internal PKI & Komintern: Ia sempat bergabung dengan PKI dan menjadi wakil Komunis Internasional (Komintern) untuk Asia Tenggara yang bermarkas di Kanton, Cina. Namun, ia kemudian berselisih paham dengan Komintern karena ia percaya bahwa gerakan komunis di Asia harus bekerja sama dengan kekuatan Islam (Pan-Islamisme).
Penyamaran: Selama pelariannya, ia menggunakan puluhan nama samaran (seperti Ilyas Hussein) dan bekerja sebagai apa saja, mulai dari buruh tambang hingga guru bahasa, di berbagai negara seperti Filipina, Singapura, Thailand, dan Cina.
3. Pemikiran dan Karya Besar
Tan Malaka bukan sekadar aktivis, ia adalah seorang intelektual kelas berat. Dua bukunya yang paling berpengaruh adalah:
Naar de Republiek Indonesia (1925): Ditulis saat ia di pengasingan, buku ini merumuskan konsep Indonesia sebagai sebuah Republik, jauh sebelum tokoh-tokoh lain memikirkannya.
Madilog (Materialisme, Dialektika, Logika): Mahakaryanya yang ditulis selama masa pendudukan Jepang. Buku ini bertujuan mengubah cara berpikir bangsa Indonesia yang saat itu masih kental dengan mistisisme agar beralih ke cara berpikir ilmiah dan logis.
4. Peran dalam Revolusi dan Akhir Hayat
Sekembalinya ke Indonesia pada masa revolusi, Tan Malaka berada di posisi yang berbeda dengan Soekarno dan Hatta.
Diplomasi vs Perjuangan: Ia menolak keras jalur diplomasi dengan Belanda yang dilakukan pemerintah. Ia memimpin Persatuan Perjuangan yang menuntut "Merdeka 100%". Baginya, tidak ada negosiasi selama musuh masih ada di tanah air.
Kematian: Karena sikap oposisinya yang keras terhadap pemerintah dan keterlibatannya dalam dinamika politik yang panas saat itu, ia akhirnya ditangkap oleh militer Indonesia. Tan Malaka dieksekusi mati oleh pasukan TNI di bawah pimpinan Letnan Dua Soetotok pada 21 Februari 1949 di Kediri, Jawa Timur.
Warisan Tan Malaka
Meskipun namanya sempat "dihapuskan" dari buku-buku sejarah selama era Orde Baru karena afiliasi kirinya, jasa-jasanya tetap abadi. Pada tahun 1963, Presiden Soekarno menetapkannya sebagai Pahlawan Nasional.
Ia dikenang sebagai sosok yang asketis (sederhana), tidak pernah menikah, dan menghabiskan seluruh hidupnya untuk memikirkan kemerdekaan bangsanya.
"Ingatlah! Bahwa dari dalam kubur, suara saya akan terdengar lebih keras dari atas bumi." — Tan Malaka
Apakah Anda ingin saya mendalami lebih lanjut tentang pemikiran Madilog atau rincian penyamarannya yang legendaris di luar negeri?
#faktasejarah
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: