Kota Bawah Tanah di Papua: Rahasia Jepang yang Terkubur 80 Tahun
Автор: Semangat Muda
Загружено: 2026-02-14
Просмотров: 20087
Описание:
Mei, 1944. Sementara mata dunia tertuju pada persiapan D-Day di Eropa... sebuah mimpi buruk yang terlupakan sedang terjadi di belahan bumi lain. Di sini, di belantara Papua... musuh tidak hanya datang dari ujung senapan. Tapi dari udara panas yang mencekik... Wabah malaria yang menggerogoti... Dan jebakan bawah tanah yang tak terlihat mata manusia.
-
Bagian 1: Ambisi Sang Jenderal & Jebakan Biak
--------------------------------------------
Tahun 1944 adalah tahun penentuan. Di Eropa, Sekutu bersiap merebut Prancis. Di Pasifik, MacArthur terobsesi pada satu tujuan tunggal: Kembali ke Filipina. Baginya, ini bukan sekadar strategi militer. Ini adalah janji suci... sebuah penebusan dosa setelah ia dipukul mundur secara memalukan oleh Jepang dua tahun sebelumnya.-
Bagian 2: Ambisi Sang Jenderal & Jebakan Biak
-
Bagian 2 Ladang Pembantaian Mokmer & Duel Baja
--------------------------------------------
Panas di Biak bulan Mei 1944 mencapai puncaknya. Suhu udara menyentuh 43 derajat Celcius di siang hari. Tanpa sumber air tawar, banyak prajurit Amerika yang tumbang karena dehidrasi (heatstroke) sebelum melihat musuh. Mereka menyebut rute ini sebagai "The Hot Trace" atau Jejak Panas.
-
Bagian 3: Kota di Bawah Tanah (The West Caves)
--------------------------------------------
Juni 1944. Pasukan Amerika secara teknis telah menguasai Lapangan Terbang Mokmer. Di atas peta, Jenderal MacArthur sudah bisa tersenyum. Namun di lapangan... kenyataannya jauh berbeda.
-
Bagian 4: Pangkalan Raksasa & Hantu Rimba Morotai
--------------------------------------------
Setelah Biak jatuh, pintu menuju Filipina akhirnya terbuka lebar. Hanya satu batu loncatan lagi yang tersisa bagi MacArthur: Pulau Morotai. Berbeda dengan "Neraka" di Biak, pendaratan di Morotai pada September 1944 berjalan jauh lebih mulus. Perlawanan Jepang di sini lemah dan terpecah belah.
-
Bagian 5: Penutup – Warisan Luka & Jejak yang Tertinggal
--------------------------------------------
Di Biak saja, lebih dari 6.000 tentara Jepang tewas—sebagian besar terkubur hidup-hidup di dalam gua yang mereka pertahankan mati-matian. Hanya sekitar 450 orang yang menyerah hidup-hidup. Di pihak Amerika, 474 prajurit tewas dan lebih dari 2.400 terluka parah.
____________________
Semua materi visual dan audio yang ditampilkan dalam video (jika ada) berasal dari:
• sumber public domain,
• materi royalty-free
• konten yang telah diubah secara signifikan sesuai dengan prinsip Fair Use, seperti analisis, komentar, dan transformasi edukatif.
____________________
Music :
/ @whitebataudio
____________________
Disclaimer:
Kami tidak mengklaim kepemilikan atas materi tertentu yang menjadi ilustrasi. Jika ada pihak yang merasa memiliki hak atas materi tertentu dan ingin mengajukan permintaan takedown atau klarifikasi, silakan hubungi kami.
COPYRIGHT DISCLAIMER (Fair Use Notice):
Copyright Disclaimer under Section 107 of the Copyright Act 1976:
"Allowance is made for fair use for purposes such as criticism, comment, news reporting, teaching, scholarship, and research."
This video is created for educational and informational purposes. Some materials used in this content may be sourced from the public domain, royalty-free libraries, or used under the principle of Fair Use, which permits limited use of copyrighted material without requiring permission from the rights holders.
Tag:
#ww2 #japan #usarmy #dokumentersejarah #edukasisejarah #perangdunia2 #sejarah #pasifik #perangdunia #sejarahpolitik
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: