Trump Ciut saat Iran Ancam Bumi Hanguskan Fasilitas Minyak Timur Tengah Jika Kilangnya Digempur
Автор: Tribun Kaltim Official
Загружено: 2026-03-14
Просмотров: 2668
Описание:
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.
TRIBUNKALTIM.CO - Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Markas Pusat Khatam al-Anbiya, komando tempur tertinggi Iran, mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat dan Israel.
Lembaga militer ini menegaskan bahwa setiap serangan terhadap fasilitas energi atau pelabuhan Iran akan dibalas dengan tindakan destruktif.
Khatam al-Anbiya sendiri adalah struktur komando strategis yang mengoordinasikan operasi militer besar Iran, sehingga pernyataannya dianggap sebagai sinyal resmi kesiapan perang.
Iran menyatakan siap melakukan strategi “bumi hangus” dengan menghancurkan infrastruktur minyak dan gas di kawasan Timur Tengah jika serangan berlanjut.
Ancaman ini muncul setelah jet tempur Israel dilaporkan membombardir sekitar 30 depot bahan bakar di Iran pada akhir pekan lalu.
Dalam pernyataan resmi, militer Iran menegaskan: “Kami akan mengubah minyak dan gas di kawasan ini menjadi lautan api hanya dengan serangan sekecil apa pun terhadap infrastruktur energi dan pelabuhan Iran.”
Trump Gentar, Tegur Israel
Presiden AS Donald Trump dilaporkan secara terang-terangan menegur Israel dan meminta serangan ke fasilitas energi Iran segera dihentikan.
Trump sangat khawatir serangan ini memicu "efek domino" yang menghancurkan ekonomi global.
Jika kilang minyak Iran terus dihantam, harga minyak dunia diprediksi bakal meroket hingga US$ 200 (sekitar Rp 3,1 juta) per barel.
"Presiden tidak suka serangan ke fasilitas minyak. Beliau ingin menyelamatkan minyak itu, bukan membakarnya," ungkap seorang penasihat senior Trump, mengutip laporan Axios, Rabu (11/3/2026).
Trump dikabarkan memiliki agenda jangka panjang untuk menguasai atau bekerja sama dengan sektor energi Iran di masa depan, daripada melihatnya hancur menjadi abu.
Blokade Selat Hormuz
Ketegangan ini menjalar hingga ke Selat Hormuz, jalur nadi energi paling vital di dunia.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menegaskan tidak akan mengizinkan satu liter minyak pun melewati jalur tersebut bagi kapal-kapal yang berafiliasi dengan AS, Israel, maupun sekutu mereka.
Iran kini memperlakukan kapal-kapal tersebut sebagai target militer yang sah. Akibatnya, industri maritim melaporkan sekitar 300 kapal tanker raksasa dan kapal kontainer kini tertahan di kedua sisi selat karena khawatir menjadi sasaran rudal dan drone Iran.
Dunia dalam Siaga Darurat Menanggapi ancaman krisis energi ini, Badan Energi Internasional (IEA) langsung mengambil langkah darurat.
Sebanyak 32 negara anggota sepakat melepas 400 juta barel minyak dari cadangan strategis mereka guna meredam lonjakan harga di pasar global.
Namun, Direktur Eksekutif IEA Fatih Birol memperingatkan bahwa langkah ini hanya bersifat sementara. Stabilitas ekonomi dunia sepenuhnya bergantung pada normalisasi situasi di Timur Tengah dan dibukanya kembali jalur pelayaran Selat Hormuz.
Jika gertakan Iran terbukti dan infrastruktur energi kawasan benar-benar dibakar, dunia dipastikan akan menghadapi "kiamat" energi yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Editor: Jofan Giantirta
Uploader: Jofan Giantirta
#iranvsamerica #kilangminyak #konfliktimurtengah #amerikaserikat #donaldtrump #iran #selathormuz
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: