UJIAN SYAFAHI | Ujian Lisan Pondok Pesantren Daarul Mughni Al Maaliki
Автор: Daarul Mughni Official
Загружено: 2020-12-16
Просмотров: 6715
Описание:
Di pesantren bersistem modern, Ujian Syafahi atau Ujian Lisan masih diandalkan sebagai salah satu metode menguji kemampuan santri sebelum ujian tulis atau Ujian Tahriri. Ujian Syafahi memiliki peran penting untuk mengukur kemampuan para santri. Para guru dengan mudah dapat melihat langsung sejauh mana santri sudah menguasai pelajaran yang sudah dipelajari selama satu semester dan sejauh mana kesiapan santri tersebut menghadapi ujian tulis atau Ujian tahriri nantinya.
Pada hari Senin bertepatan pada tanggal 30 November 2020 sampai dengan hari Rabu, tanggal 2 Desember 2020, selama 3 hari ini seluruh santri akan mengikuti kegiatan Ujian Syafahi sebelum nantinya mereka akan mengikuti ujian Tahriri / Ujian tulis. mereka melaksanakan ujian pada ruangan yang sudah disediakan oleh panuji / panitia pelaksana ujian dengan Ustad atau Ustadzah dan ditambah beberapa santri kelas 6 atau kelas 3 Aliyah angkatan 16 sebagai Pengujinya.
Dalam ujian ini memang tidak semua pelajaran akan diuji, biasanya pelajaran yang diuji pelajaran bersifat pengembangan bahasa dan masalah Fiqh, Bahasa Arab, mencakupi pelajaran-pelajaran pendukungnya, Bahasa Inggris, dan ditambah dengan pelajaran pendukungnya seperti, Nahwu, Shorof, Nushus, Mutholaah dan sebagainya, dan yang terakhir adalah Fiqh, meliputi praktek ibadah santri, kemampuan membaca Al Qur'an, Do’a sehari-hari, hafalan dan sebagainya. Dan pertanyaan yang diajukan pun menggunakan dua bahasa, Bahasa Arab dan Inggris sesuai dengan keterkaitan materi masing-masing.
Selain itu, menguji mental santri juga salah satu bagian dari tujuan adanya Ujian Syafahi ini, dalam ujian ini para santri akan dihadapkan dengan berbagai karakter penguji. Kekuatan mental santri dipertaruhkan dalam ujian satu ini. Bagi santri yang lemah mentalnya, terkadang sulit menjawab berbagai pertanyaan dari sang penguji, meskipun ia sudah menguasai pelajaran yang akan diuji tersebut. Disini para guru/ustadz/ahnya akan menilai santrinya dan dengan mudah mengetahui mental yang dimiliki oleh santri tersebut sebagai bahan pengembangan dan penggemblengan terhadap santri tersebut kedepannya.
Didalam ruang ujian, santri akan face to face berdialog dengan sang penguji. Tidak ada yang menolongnya selain kemampuan dirinya sendiri dalam menjawab pertanyaan, meskipun terkadang sang penguji sering menyuruh bertanya ke teman di sela-sela ujian berlangsung saat santri tersebut buntu tidak bisa menjawab pertanyaan yang diajukan oleh penguji.
Perbedaan karakter penguji juga menjadi tantangan tersendiri bagi santri, ada penguji terlihat tegas tapi ternyata murah senyum, ada penguji terlihat murah senyum, tapi sangat tegas dalam bertanya sehingga santri tersebut terkadang gugup selama dalam ruang ujian. Namun, perbedaan karakter penguji tidak merubah prosedur dan ketentuan ujian syafahi tersebut.
Semua penguji memiliki standar pertanyaan masing-masing menurut mata pelajarannya, hanya saja para penguji terkadang akan menyesuaikan pertanyaan tersebut menurut kemampuan santri yang diuji.
Adanya perbedaan karakter para penguji adalah hal yang lumrah, karena tidak semua orang sama sifat dan sikap yang dimilikinya. Namun bagaimanapun perbedaan cara yang digunakan penguji, mereka tetap satu tujuan, ingin menggali lebih dalam tentang santrinya, pengetahuan, sikap, mental dan lain sebagainya.
Di ujian syafahi ini, akan menjadi masalah besar bagi santri yang tidak mempersiapkan dengan baik, tidak belajar, tidak memahami pelajaran. Para ustadz atau penguji dengan mudah mengetahuinya, yang jawaban mereka dari setiap pertanyaan penguji hanya senyam senyum dan lihat kiri kanan, dan berekspresi seakan-akan dia lupa dan memikirkan jawabannya.
Namun akhir dari segalanya, dibalik banyaknya keluh kesah dan tantangan menghadapi ujian syafahi ini, para santri akan menyadari sejauh mana kemampuannya selama ini. Dan para guru pun sudah memiliki informasi terhadap semua santri yang diuji sejauh mana mereka kuasai pelajaran. Dan diakhir ujian syafahi, para penguji tidak luput menasehati mereka, memotivasi, memberi masukan, menyadarkan mereka bahkan tidak jarang ada santri yang menangis pada sesi akhir dari ujian ini. Dan di ujian ini mental santri benar-benar diuji, apakah mereka siap atau tidak menghadapi ujian selanjutnya.
#ujian_syafahi
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: