Draft 370 DOB Menumpuk, Kemendagri Kembali Tegaskan Moratorium untuk Luwu Raya
Автор: Tribun Timur Viral
Загружено: 2026-02-23
Просмотров: 5
Описание:
#tribuntimur #tribunviral #draf #Daerah #otonomibaru #mendagri
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Draft usulan Daerah Otonomi Baru (DOB) menumpuk di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Sejak 2014, draft usulan pemekaran baik itu provinsi maupun kabupaten/kota dating ke Kemendagri.
Namun belum satupun usulan tersebut di setujui imbas moratorium.
"Ada cukup banyak ada 370-an usulan. Itukan semacam usulan," ujar Direktur Jenderal Otonomi Daerah (Dirjen Otda) Kemendagri Dr Cheka Virgowansyah yang mengenakan baju muslim abu-abu saat ditemui di Depan Aula Arafah, Asrama Haji Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar pada Minggu (22/2/2026).
Provinsi Luwu Raya ikut mengantre menunggu persetujuan Kemendagri.
Hanya saja, Cheka kembali beralasan kebijakan moratorium tidak memberikan jalan terbentuknya Provinsi Luwu Raya.
Bahkan saat ditanyai peluang terbentuknya Luwu Raya di tahun ini, Cheka belum bisa memberikan kepastian.
"Kita masih menunggu," respon Dr Cheka terkait peluang Luwu Raya terbentuk 2026.
Rakyat Luwu Raya bahkan bergerak menyurati Prabowo Subianto meminta mengeluarkan diskresi Presiden.
Diskresi presiden merupakan kewenangan konstitusional kepala negara untuk mengambil tindakan atau keputusan cepat demi kepentingan umum.
Terutama dalam situasi darurat, stagnasi pemerintahan, atau saat hukum tidak mengatur secara jelas.
Menyikapi permintaan tersebut, Cheka kembali lagi beralasan kebijakan moratorium.
"Kebijakannya kan masih moratorium kita tunggu saja kebijakan. Prinsipnya selama moratorium masih berlaku kita ikuti itu," kata Dr Cheka.
Datu Luwu ke-40 Andi Maradang Mackulau Opu To Bau ikut mendukung berdirinya Provinsi Luwu Raya.
Dalam pengukuhan Wija We Ummu Datu Larompong, Datu Luwu ke-40 Andi Maradang Mackulau kembali menyuarakan niat berpisah dari Sulsel.
Datu Luwu Andi Maradang Mackulau menyebut dalam konteks Budaya, Luwu Raya tetap menjadi bagian sejarah panjang Sulsel.
Luwu Raya tetap menjadi bagian perjuangan kemerdekaan bersama masyarakat Bugis dan Makassar.
"Di Tanah Luwu, kami telah sepakat bahwa kami bukan ingin melepaskan diri dalam konteks budaya, tidak mungkin. Karena datu Luwu Andi Djemma, Mangkau ri Bone, Somba ri Gowa sebelum kemerdekaan ini duduk bersama demi negara ini. Tidak mungkin kita berpisah dari negara ini," kata Andi Maradang Mackulau didepan Jufri Rahman dalam acara di Hotel The Rinra, Jl Metro Tj Bunga No 2, Kelurahan Panambungan,Kecamatan Mariso, Kota Makassar beberapa waktu lalu.
Hanya saja, selama ini masyarakat Luwu Raya mendapat perlakuan timpang.
Dalam hal pembangunan dinilai jauh dari pemerataan di Sulsel.
Sehingga dengan hadirnya Provinsi Luwu Raya, Datu Luwu Andi Maradang Mackulau meyakini akan memberikan keadilan bagi Wija to' Luwu.
"Kami ingin jadikan rakyat kami adil dan bermanfaat, dan dalam hukum UU tidak ada bisa larang orang punya niat baik kedepan," tutupnya.
Reporter: Faqih Imtiyaaz
Naskah: Rasni Gani
Supporting: Nurul Muhlisa (Mhs Magang UINAM)
Editor: Nurul Muhlisa (Mhs Magang UINAM)/Sanovra J.R
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: