🔴SYARAT NEGARA BOLEH LEWAT SELAT HORMUZ Oleh Iran, Usir Dubes AS dan Israel dari Negara
Автор: Harian Surya
Загружено: 2026-03-11
Просмотров: 4375
Описание:
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Militer Iran menyatakan pasukannya menyerang sejumlah fasilitas energi di Israel.
Dalam pernyataan bernomor 20, pasukan darat Iran disebut menargetkan kilang minyak, fasilitas gas, dan depot bahan bakar di Haifa.
Serangan itu dilakukan menggunakan sejumlah drone.
Militer Iran menyebut serangan tersebut sebagai balasan atas penargetan depot minyak milik Iran sebelumnya.
Dalam pernyataannya, Iran juga menegaskan bahwa perlawanan terhadap Amerika Serikat dan Israel akan terus berlanjut.
Mereka menyebut operasi militer akan dilakukan hingga mencapai apa yang disebut sebagai kemenangan akhir.
Sementara itu, dalam pernyataan bernomor 19 yang dirilis sehari sebelumnya, militer Iran juga melaporkan operasi drone bunuh diri.
Operasi ini melibatkan pasukan darat, udara, dan laut Iran.
Target serangan disebut berada di wilayah Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat di Kuwait.
Beberapa target di antaranya adalah unit pendukung tempur Rahwam dan stasiun radar peringatan dini pangkalan AS 512.
Selain itu, Iran juga mengklaim menyerang pusat perakitan pasukan Amerika serta depot peralatan militer di Kamp Al-Adiri, Kuwait.
Di sisi lain, Garda Revolusi Iran (IRGC) mengumumkan tawaran bersyarat bagi pelayaran di Selat Hormuz.
Kebijakan ini muncul saat perang melawan AS dan Israel memasuki pekan kedua.
IRGC memberikan akses bebas bagi negara tertentu.
Syaratnya, negara tersebut harus mengusir Duta Besar AS dan Israel dari wilayah mereka.
IRGC menyebut Negara Arab atau Eropa yang mengusir Dubes Israel dan Amerika akan mendapat kebebasan melintas mulai (10/3).
Negara-negara akan mendapatkan akses tanpa hambatan untuk melintasi Selat Hormuz.
Selat Hormuz ditutup sejak serangan besar AS-Israel pada 28 Februari lalu.
Teheran membalasnya dengan gelombang rudal dan drone ke arah Israel.
Bahkan mneyasar pangkalan AS di Teluk.
Konflik yang meletus akhir Februari ini menghentikan total lalu lintas di Selat Hormuz.
Padahal, jalur ini merupakan urat nadi penting bagi distribusi minyak dunia.
Selat Hormuz biasanya menangani 20 persen perdagangan minyak dan gas global.
Namun, data MarineTraffic menunjukkan lalu lintas tanker telah anjlok hingga 90 persen dalam sepekan.
(Tribun-Video.com)
Program: Hot Topic
Editor Video: Diah Putri Pamungkas
relay TribunJatim Network: Anugrah Fitra
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: