2 Salinan Ijazah Jokowi Dibuka! Dokumen Pemilu 2014 vs 2019 Disandingkan
Автор: Tribun Kaltim Official
Загружено: 2026-02-09
Просмотров: 3493
Описание:
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.
Isu keaslian ijazah mantan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) kembali ramai diperbincangkan publik.
Kali ini, sorotan muncul setelah podcaster Mikhael Sinaga menilai ada kejanggalan pada salah satu salinan ijazah Jokowi yang digunakan untuk pendaftaran Pemilu Presiden 2014.
Pernyataan tersebut disampaikan Mikhael saat mendampingi Bonatua Silalahi dalam agenda penunjukan dua salinan ijazah Jokowi, masing-masing untuk pencalonan presiden pada Pemilu 2014 dan Pemilu 2019, Senin (9/2/2026).
Mikhael menyebut temuan yang dilihatnya menguatkan informasi yang sebelumnya ia peroleh dari sejumlah sumber.
Namun, ia menilai terdapat perbedaan pada salinan ijazah yang digunakan pada tahun 2014 dibandingkan data yang ia dapatkan sebelumnya.
Ia juga menegaskan bahwa dugaan perbedaan itu akan ditindaklanjuti melalui investigasi lebih lanjut.
Mikhael memastikan hasil investigasi tersebut akan diumumkan setelah ia menemukan secara pasti bagian mana yang berbeda dari salinan ijazah tahun 2014.
Sementara itu, Bonatua diketahui baru saja menerima dua salinan ijazah Jokowi tanpa sensor dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada hari yang sama.
Dokumen tersebut diberikan setelah gugatan Bonatua dikabulkan oleh Komisi Informasi Pusat (KIP).
Bonatua menyatakan langkah berikutnya adalah meminta salinan ijazah Jokowi dari KPU DKI Jakarta dan KPU Kota Solo untuk kemudian disandingkan dan diteliti.
Ia menilai apabila dokumen yang diperoleh dapat dipastikan valid, maka pemeriksaan laboratorium maupun uji forensik dokumen tidak lagi diperlukan.
Bonatua juga menyampaikan bahwa dirinya akan mengunggah salinan ijazah tersebut ke media sosial pribadinya sebagai bentuk tanggung jawab moral.
Ia ingin publik dapat melihat dokumen tersebut secara terbuka agar dapat didiskusikan bersama.
Dalam keterangannya, Bonatua mengajak masyarakat membahas isu ini secara ilmiah dan hati-hati, serta menekankan pentingnya diskusi berbasis penelitian tanpa melontarkan tuduhan sembarangan. (*)
Penulis: Fachri Mahayupa
Sumber: Tribunnews.com
Uploader: Faizal Amir
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: