Papa Zola Dihujat karena soundtrack lagu dari Indonesia, segitu besarnya sentimen malaysia
Автор: INformasi
Загружено: 2026-01-08
Просмотров: 11957
Описание:
Papa Zola Dihujat Soundtrack Indonesia. warga malaysia ramai hujat animasi terbaik mereka hanya karna menggunakan soundtrack dari indonesia
—--
Papa Zola Dihujat karena soundtrack lagu dari Indonesia, segitu besarnya sentimen malaysia pada indonesia
—--
Hallo Guys, Selamat datang di informasi. kali ini kita akan membahas tentang Film animasi asal Malaysia “Papa Zola” dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 23 Januari 2026. Film ini sebelumnya mencatatkan pencapaian gemilang di Malaysia dengan mendapat sambutan luas dan dinobatkan sebagai salah satu film lokal terbaik sepanjang masa. Keberhasilan tersebut menandai tonggak penting bagi industri animasi Malaysia yang terus berkembang.
Namun, di balik prestasi itu, Papa Zola juga memicu perdebatan di kalangan masyarakat Malaysia. Kritik muncul terkait pemilihan lagu tema (original soundtrack) yang menggunakan lagu “Kita Usahakan Lagi” dari band Indonesia, Batas Senja. Sebagian warganet mempertanyakan keputusan tersebut dan menuntut agar film animasi lokal menggunakan lagu dari musisi Malaysia sendiri.
Menanggapi polemik ini, pengamat industri kreatif, Amriruddin Aziz, memberikan pandangannya. Ia menilai reaksi negatif tersebut mencerminkan bias dalam cara sebagian masyarakat memandang kolaborasi lintas negara. “Kenapa pakai lagu Indonesia? Memangnya sudah tidak ada lagu Melayu? Lucu sekali melihat cara kita merayakan keberhasilan film Papa Zola. Kalau pakai lagu Korea, pasti dianggap keren dan sukses besar. Tapi begitu pakai lagu Indonesia, langsung muncul komentar bernada merendahkan. Kelihatan sekali bias-nya,” ujarnya.
Amriruddin juga menegaskan bahwa Papa Zola bukanlah animasi Malaysia pertama yang menggunakan lagu Indonesia sebagai bagian dari soundtrack. Selain itu, ia menilai pemilihan lagu tersebut masuk akal secara strategi pasar. Indonesia merupakan salah satu pasar terbesar bagi film animasi Malaysia, sehingga penggunaan lagu yang familiar bagi penonton Indonesia dinilai sebagai upaya wajar untuk menarik minat audiens.
Menurutnya, yang terpenting adalah kecocokan lagu dengan adegan dan emosi dalam film, bukan semata asal negaranya. “Lagunya memang pas dengan momen tersebut, tidak ada masalah sama sekali,” kata Amriruddin.
Ia juga menyayangkan fokus kritik publik yang hanya tertuju pada isu lagu, sementara banyak hal positif justru luput dari perhatian. Dalam proses produksi Papa Zola, misalnya, banyak anak muda berbakat yang terlibat, serta tercipta berbagai peluang kerja melalui studio Mostar sepanjang produksi film. Namun, kontribusi tersebut jarang mendapat apresiasi yang setimpal.
“Begitu pakai lagu Indonesia, langsung jadi isu besar. Padahal ada juga film yang menggunakan AI, tapi tidak ada pula yang ribut. Kalau sudah niat mencari kesalahan, memang akan dicari-cari terus,” tambahnya.
Di akhir pernyataannya, Amriruddin mengajak publik untuk bersikap lebih terbuka dan adil dalam menilai karya lokal, serta melihat kolaborasi lintas negara sebagai peluang, bukan ancaman. Ia pun mengajak masyarakat untuk menyampaikan pendapat secara sehat dan konstruktif demi kemajuan industri kreatif regional. kalian sendiri apakah akan menonton film ini di bioskop indonesia?
---
Music: Crunchy Leaves by Vlad Gluschenko is licensed under a Creative Commons License.
https://creativecommons.org/licenses/...
Support by RFM - NCM: https://bit.ly/2xGHypM
---
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: