Sistem Pertanian Terpadu Budidaya Padi dan Ternak Bebek Petelur
Автор: BMI NEWS
Загружено: 2022-11-13
Просмотров: 7673
Описание:
Sistem pertanian terpadu yang dilakukan di Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia adalah kegiatan budidaya padi sawah yang dilakukan pada lahan seluas 10 Ha yang berada di Desa Caringin Kecamatan Cisoka Kabupaten Tangerang.
Pengelolaan padi sawah dilakukan selama 4 bulan dari bulan Juni 2022 sampai dengan September 2022 dan dilakukan oleh 36 orang petani.
Proses budidaya yang dilakukan dengan bekerjasama dengan P2SDM IPB dengan menerapkan pola teknologi pertanian menggunakan bibit IPB 3S dan Inpari 43, pola tanam yang digunakan adalah jajar legowo 4:1 untuk memaksimalkan produktivitas hasil padi.
Hasil panen yang diperoleh selama masa budidaya menghasilkan produktivitas sebanyak 3 Ton per hektar, dengan luasan sawah yang dikelola maka hasil GKP (Gabah Kering Panen) sebanyak 30 Ton, dari hasil 30 Ton GKP dihasilkan sebanyak 27 Ton GKG (Gabah Kering Giling).
Untuk mendapatkan pakan ternak bebek petelur maka dari hasil GKG yang didapat dikelola atau diproduksi dengan menggunakan mesin giling skala mikro yang bisa digunakan oleh petani untuk memproduksi beras sendiri tanpa ke pabrik beras yang besar.
Mesin skala mikro yang digunakan mempunyai kapasitas 1 ton perjam untuk memproduksi padi menjadi beras, dengan produksi 1 ton pagi kering bisa menghasilkan 30-40% limbah padi (dedak) yang bisa dijadikan pakan ternak bebek petelur artinya tersedia sebanyak 300kg sampai dengan 400kg dedak.
Untuk mengoptimalkan limbah yang dihasilkan dari penggilingan padi maka bisa dimanfaatkan untuk peternakan bebek petelur dengan tujuan meminimalisir biaya produksi.
Program ternak bebek petelur yang dilakukan adalah pemberian modal usaha berupa bebek petelur sebanyak 100 ekor yang membutuhkan pakan dedak perhari sebanyak 15kg sampai dengan 20kg.
Jika peternak membeli dari pabrik beras harga dedak per kg bisa mencapai Rp.3.000/kg, dengan mesin giling skala mikro dedak yang dihasilkan harganya hanya Rp.1.500/kg artinya 50% lebih murah dibandingkan dengan membeli dedak dari pabrik beras.
Dengan kebutuhan dedak di 100 ekor peternak hanya mengeluarkan biaya sebesar Rp.30.000/hari dengan pendapatan telur sebanyak 50 butir sampai dengan 60 butir perhari dengan harga jual Rp.1.800/butir.
Maka pendapatan petani lebih besar dibandingkan dengan pembelian dedak di pabrik yang mengelurakan biaya pakan sebesar Rp.60.000/hari (2x lebih besar).
JANGAN LUPA LIKE,SHARE,KOMEN DAN SUBSCRIBE...
AKTIFKAN JUGA TANDA LONCENGNYA BIAR SELALU UPDATE VIDEO-VIDEO DARI CHANNEL BMI NEWS...
http://kopsyahbmi.org/
https://klikbmi.com/
/ bentengmikro_in. .
#KoperasiBMIGrup #SistemPertanianTerpadu #Pemberdayaan
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: