LINGGA YONI || MENGENAL SITUS TERTUA KEJAYAAN HINDU DI PACITAN - WATU GONG - GUNUNG GONG DESA TREMAS
Автор: BUDI kecil SANTRI PRENEUR
Загружено: 2020-06-21
Просмотров: 4225
Описание:
Sebelum masuknya Islam ke bumi Pacitan sekitar abad 15, di desa Tremas Kecamatan Arjosari Kabupaten Pacitan sudah ada peradaban yang menganut Hindu sekte Siwa. hal ini terbukti, ditemukannya artefak-artefak yang berkaitan erat dengan pemujaan dewa Siwa.
karena artefak-artefak ini berlokasi di sebuah bukit yang bernama gunung gong desa tremas, maka disebut situs gunung gong.
lokasi situs gunung gong sekitar 500 meter sebelah utara Pondok Tremas, yang mana Pondok tersebut sudah berusia lebih dari dua abad. lokasi situs juga terletak disebrang anak sungai Grindulu dan berhadapan dengan makbaroh Gunung lembu, tempat pemakaman warga dan masyayikh Tremas.
Situs gunung gong merupakan satu-satunya bukti sejarah tertua peradaban hindu di pacitan.
Situs gunung Gong Desa Tremas Kecamatan Arjosari Kabupaten Pacitan Jawa Timur memiliki sejumlah tinggalan benda cagar budaya berupa artefak watu gong, yoni dan patung lembu yang masih terpendam.
sebutan watu gong memiliki sinonim lain yaitu “watu kenong”, ada pula yang menyebutnya dengan sebutan “watu bonang”. Sebutan-sebutan ini menunjukan kepada instrument musik atau waditra gamelan yang memiliki tonjolan atau pencu di permukaan atasnya yang datar. Tonjolan itu digunakan untuk mengkait tiang bangunan berpanggung, yang boleh jadi berbahan bambu atau mungkin bambu jenis petung dengan diameter lebar, yang banyak ditemui disekitar situs pada zaman dahulu, ). Jika benar demikian, artefak yang bentuknya seperti waditra gong, kenong atau bonang dan terbuat dari batu andesit ini berfungsi sebagai umpak atau pelandas tiang dari rumah berpanggung.
Barangkali dapat dikatakan bahwa teknik pemasangan tiang dapat juga menggunakan kayu biasa. Cara memasangnya dengan menggunakan teknik “Telapak Gajah”. Seperti yang kita ketahui bahwa telapak kaki gajah pada bagian bawahnya berongga. Kemungkinan dalam memasang tiangnya, bagian tengah kayu dilubangi, sedangkan bagian permukaan batu umpak-nya diberi tonjolan. Secara teknis memang sebagai penguat dan penahan goncangan terhadap gempa agar tiang tidak mudah terpeleset ke samping.
Artefak berikutnya yang berada di situs ini yaitu yoni (simbol alat kelamin wanita) yang amat disayangkan ceratnya hilang.
“Pada umumnya bentuk dasar yoni adalah kubus, dan pada salah satu sisinya mempunyai cerat. Pada permukaan atas terdapat lubang berbentuk segi empat, bagian ini untuk memasukkan sebuah lingga (simbol alat kelamin pria). Pada bagian bawah cerat yoni, biasanya dihiasi dengan hiasan kepala naga dalam posisi menyangga cerat yoni. Demikian pula pada lekukan kecil di tengah yoni yang berfungsi sebagai jalan air, dihiasi dengan ukiran bunga padma. Pada dinding yoni terkadang juga dihias dengan hiasan relief burung garuda. Semua hiasan tersebut berhubungan dengan fungsi yoni sebagai transformtor dari air biasa yang dirubah menjadi air suci atau amerta)”,
“Persatuan lingga dan yoni merupakan simbol persatuan unsur maskulin dan feminin. Hal ini akan menghasilkan kekuatan kreativitas, kehidupan, kesuburan, kemampuan untuk mencipta kembali, regenerasi, serta mendapatkan hasil panen yang baik. Selain itu lingga dan yoni merupakan simbol makro dan mikrokosmos, angkasa dan pertiwi yang menunjukkan persatuan dualisme. Menurut kitab “Lingga Purana”, lingga dianggap sebagai gambaran kesadaran suci, sementarayoni menggambarkan sumber penciptaan atau ibu dunia. Lingga dianggap sebagai mulavigraha dari Dewa Siwa, sedangkan yoni dianggap sebagai mulavigraha dari Dewi Parwati”,
Informasi yang dihimpun dari sejumlah sumber, Situs Gunung Gong di Desa Tremas Kecamatan Arjosari Kabupaten Pacitan Jawa Timur ini sebenarnya merupakan peninggalan zaman kejayaan Hindu Siwa.
Hal itu terlihat dari keberadaan artefak yang ada, sedangkan patung lembu putih yang menggambarkan sebagai kendaraan Dewa Siwa, yakni Nandiswara terpendam di halaman rumah warga sejak banjir besar tahun 1965.
Wallahu A'lamu
Nara Sumber : Bpk. H. Miswadi ( 80 th ) dan Bpk. Sutrisno
#linggayoni
#batukenong
#situspeninggalanHindu
#sejarahTremas
#situsperadabankunoPacitan
#petilasanAirlangga
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: