Dagelan Mataram ‘Besanan’ — Lawakan Basiyo Paling Lucu Sepanjang Masa! Dijamin Ngakak Ora Kiro-Kiro
Автор: Dagelan Jawa Archive
Загружено: 2025-12-02
Просмотров: 41599
Описание:
Nikmati sajian dagelan Mataram berjudul Besanan yang menampilkan kelucuan khas pelawak legendaris Basiyo. Humor sederhana, dialog ngoko yang renyah, serta gaya komedi khas Jawa Mataram membuat pertunjukan ini tetap abadi dan digemari lintas generasi.
Dalam video ini, Anda akan menemukan guyonan cerdas, kritik sosial halus, serta karakter-karakter yang hidup dalam suasana tradisi Jawa tempo dulu.
Tonton sampai selesai untuk merasakan nuansa dagelan Mataram asli, lengkap dengan gaya lawakan Basiyo yang jenaka, spontan, dan penuh ciri khas. Cocok untuk Anda yang rindu tontonan tradisional Jawa yang sarat nilai budaya.
Jangan lupa like, komen, dan subscribe untuk mendukung pelestarian kesenian dagelan Jawa!
Selayang Pandang Eyang Basiyo:
*Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Basiyo (1914-1979) adalah seorang pelawak dari Yogyakarta dengan menggunakan bahasa Jawa. Lawakan Basiyo menjadi terkenal di daerah Jawa Tengah melalui siaran radio, televisi (TVRI), dan berbagai rekaman. Lawakannya sering disebut sebagai Dagelan Mataram, sesuai dengan nama acaranya di RRI Yogyakarta. Dalam melawak, ia biasa bersama-sama dengan Sudarsono, Hardjo Gepeng, Supar
Pengaruh
Ia bukan hanya pelawak, melainkan juga berhasil memopulerkan jenis gending "Pangkur Jenggleng", yakni, cara menyanyi (nembang) Jawa yang bisa diselingi dengan lawakan, tanpa kehilangan irama dari tembang yang sedang dibawakan. Cara memukul gamelan pun, tidak lazim, karena lebih mengandalkan kendang sebagai iringan utama untuk akhirnya pada ketukan (birama) terakhir dipakai sebagai waktu untuk memukul semua alat musik perkusi (terutama saron) sekeras-kerasnya. Meski menggunakan bahasa Jawa dan "produk lama", nama Basiyo muncul kembali.
Basiyo acap berkolaborasi dengan nama-nama seniman kondang pada dunia dan masanya, seperti Bagong Kussudihardjo, Ki Nartosabdo, Nyi Tjondrolukito, dan lain-lain. Beberapa pengagumnya seperti budayawan Umar Kayam, pelukis Affandi, serta Indro Warkop.
Keluarga
Basiyo diketahui pernah menikah tiga kali. Istri pertamanya bernama Ny. Karto,[1] memberinya 7 anak.[2] Kemudian dari istri keduanya, Ny. Sri Suparti,[3] Basiyo memiliki 5 anak.[2] Sedangkan dengan istri ketiganya, Ny. Pudjiyem,[4] tidak dikaruniai anak.[2] Pudjiyem-lah yang mendampingi Basiyo pentas di panggung hingga akhir hayatnya.[2] Basiyo meninggal pada tanggal 31 Agustus 1979 dan dimakamkan di Pemakaman Umum Terban, Yogyakarta.[5]
Diskografi
Rekaman audio Basiyo pada umumnya diterbitkan oleh perusahaan rekaman Fajar Borobudur Record. Selain itu ada juga Irma yang kesemuanya berada di Semarang, meski ada juga yang direkam oleh Lokananta (Sala). Di antara karya - karya Basiyo yang direkam dalam bentuk kaset di antaranya adalah
Pangkur Jenggleng
Palaran Jenggleng
Basiyo mBecak
Degan Wasiat
Basiyo Kapusan
Kibir Kejungkir
Maling Kontrang-kantring
Gatutkaca Gandrung
Dadung Kepuntir
Basiyo mBlantik
Joko Bodho
Nyokot Kebrakot
dan lain-lain.
#DagelanMataram
#Basiyo
#DagelanJawa
#LawakanJawa
#DagelanJadul
#BudayaJawa
#DagelanKlasik
#DagelanBasiyo
#SeniTradisiJawa
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: