Renungan Harian Suara Alfa Omega - Kamis, 19 Maret 2026
Автор: GBT KAO Semarang
Загружено: 2026-03-18
Просмотров: 338
Описание:
Kamis, 19 Maret 2026
PEMIMPIN YANG BERDAMPAK
“Katanya kepada mereka: "Dengarlah, hai orang-orang Lewi! Sekarang kuduskanlah dirimu dan kuduskanlah rumah TUHAN, Allah nenek moyangmu! Keluarkanlah kecemaran dari tempat kudus!” (2 Tawarikh 29:5)
2 Tawarikh 29 ini merupakan masa awal pemerintahan raja Hizkia, raja ini dikenal dengan raja yang melakukan pembaharuan rohani. Sebelumnya umat Yehuda dipimpin oleh ayahnya raja Ahas, tetapi mereka telah menutup bait Allah dalam 2 Tawarikh 28:24, mencemarkan ibadah dengan penyembahan berhala (baal) dalam 2 Tawarikh 28: 2-4, membawa Yehuda mengalami kemerosotan rohani dan politik dalam 2 Tawarikh 28: 5-8. Hal ini menyebabkan Yehuda mengalami kekalahan secara militer dan menjadi tawanan bangsa Aram. Hal ini menjadi titik tolak bagi raja Hizkia sebagai pemimpin untuk melakukan pembaharuan baik secara rohani maupun politik.
Pertanyaannya, apa yang dilakukan raja Hizkia sebagai pemimpin yang berdampak, pertama frasa dengarkanlah hai orang Lewi. Sebagai pemimpin, Hizkia menggunakan otoritas yang dimiliki untuk membawa umat Yehuda kembali kepada Tuhan. Suku Lewi adalah suku yang bertanggungjawab atas ibadah dan kekudusan bait Allah. Hizkia menghendaki agar mereka kembali hidup dalam ketaatan kepada Tuhan. Jadi kata dengarkanlah bukan hanya mendengar tetapi kembali hidup taat kepada Tuhan. Frasa kuduskanlah dirimu, suku Lewi sebagai pelayan Tuhan harus hidup kudus. Kudus artinya dipisahkan dari kehidupan yang cemar. Hal ini harus didahului dengan pertobatan. Integritas pelayan Tuhan didahului dengan pertobatan dan kembali hidup benar di hadapan Tuhan. Selanjutnya frasa kuduskanlah rumah Tuhan, rumah Tuhan di sini bukan hanya berbicara tentang bangunan saja tetapi pada kehadiran Tuhan di tengah-tengah umat-Nya. Artinya umat Tuhan harus mempersiapkan diri agar Tuhan hadir di tengah-tengah mereka. Terakhir, frasa keluarkanlah kecemaran dari tempat kudus, kecemaran mencakup penyembahan berhala.
Berhala masa kini merujuk kepada hal-hal yang membuat umat Tuhan tidak lagi fokus kepada Tuhan. Hizkia melakukan tindakan tegas dengan cara “keluarkan kecemaran”, dosa dan pelanggaran bukan disembunyikan tetapi dikeluarkan dan diselesaikan. Mari kita meneladani Hizkia dengan cara miliki otoritas rohani untuk membawa umat hidup benar di hadapan Allah, hidup kudus dan berani bertindak tegas terhadap dosa. (TY-01)
Doa: Tuhan Yesus terima kasih atas Firman-Mu agar kami meneladani Hizkia untuk memiliki otoritas rohani, menjaga hidup kudus dan berani menyelesaikan hal yang tidak benar. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa, Amin.
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: