Yajuj dan majuj || apakah benar di lembah darial tembok besi Zulkarnain
Автор: candra Google earth
Загружено: 2022-02-17
Просмотров: 5069
Описание:
Assalamualaikum, penelusuran menggunakan satelit Google earth atau google maps, Yajuj dan majuj di lembah darial || tembok besi Zulkarnain ya'juj dan ma'juj,
Dalam Alquran, surah al-Kahfi ayat 93-98, dikisahkan bahwa Yajuj dan Majuj adalah bangsa kuat yang perusak dan penindas. Bangsa yang menjadi korbannya meminta Dzul Qarnain untuk membuat tembok penghalang (saddan) dari celah pegunungan yang bisa dilewati.
Dzul Qarnain kemudian membendung jalan lewat itu dengan bijih besi yang dipanaskan yang dilapisi dengan lelehan tembaga. Penghalang Yajuj dan Majuj merupakan dua pegunungan dan sebuah celah di antaranya yang ditutup (radm) oleh Dzul Qarnain.
Ketika dinding penghalang itu runtuh maka kaum perusak dan penindas itu akhirnya bisa keluar lembah yang mengurung mereka dan kemudian bertebaran di seluruh penjuru bumi seperti gelombang lautan dan memasuki semua bangsa dan agama.
Penugasan kami di KBRI Kyiv, Ukraina, yang merangkap Armenia dan Georgia memudahkan kami untuk melihat lokasi sejarah Ya'juj dan Ma'juj secara langsung.
Ada pendapat sebagian mufasir yang mengatakan bahwa tembok itu dibangun di celah sempit di Pegunungan Kaukasus yang bernama Darial Gorge, di Georgia, yang di baratnya adalah Laut Hitam dan di timurnya adalah Laut Kaspia,
ekspedisi telah diluncurkan untuk menelusuri keberadaan tembok Zulkarnain ini. Di antara temuan yang dirasa paling kuat, lokasi tembok Zulkarnain diklaim berada di kawasan utara Georgia dan sebelah selatan Rusia. Tepatnya, berada di Pegunungan Kaukasus yang ada di bagian tengah Greater Caucasus Mountains. Para ilmuwan mendefinisikan, persisnya posisi tembok Zulkarnain ini berada di kaki Gunung Kazbek
Kawasan itu dikenali sebagai Lorong Dariel atau Daryal (Dariel Pass) yang ketinggiannya mencapai 3,950 kaki atau 1.204 meter dari permukaan laut. Kedudukannya ini dekat dengan Sungai Terek. Untuk menuju ke lorong tersebut, ada satu jalan yang mengarah ke sana. Lorong ini dibuat oleh tentara Georgia dan dipugar kembali oleh Rusia tahun 1850-an.
Sejak dahulu, Lorong Dariel dikenal untuk tujuan menjelajah. Lorong ini juga dikenal dengan sebutan Gerbang Alan atau Gerbang Caucasia. Ada juga yang menyebutnya dengan Gerbang Iberia.
Menurut sejarawan Muslim Abul Kalam Azad, ada satu timbunan besar berupa tembok yang dibuat dari besi bercampur tembaga di Bukit Qawqaz atau Pegunungan Kaukasus. Bendungan berupa dinding ini ada di kawasan yang cukup sempit antara dua bukit Darial (Dariel).
Keadaan bukit itu curam dan membentang memanjang dari Laut Hitam hingga Laut Qazwain. Dinding yang menghubungkan dua bukit tersebut juga menghubungkan antara dua laut. Panjangnya 1.200 kilometer. Bukit Darial secara umum masih tidak terusik oleh tangan manusia. Abul Kalam menyebutkan, kondisinya masih teguh serta mempunyai bentuk berlapis-lapis.
Menurut Abul Kalam, model pembangunan dinding ini mirip seperti dengan apa yang dikisahkan Alquran. Dalam surah al-Kahfi ayat 96 diceritakan, "Berilah aku potongan-potongan besi. Hingga ketika (potongan) besi itu telah (terpasang) sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, si Zulkarnain berkata, ‘Tiuplah (api itu)! Ketika (besi) itu sudah menjadi seperti api’. Dia berkata, ‘Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar kutuangkan ke atasnya (besi panas itu)’."
Abul Kalam mengatakan, pada tembok Darial itu didapati ada suatu timbunan tinggi yang terbuat dari perpaduan besi dan campuran tembaga. Penduduk setempat percaya, timbunan besi bercampur tembaga tersebut untuk menyumbat satu lubang yang ada di sana. Mereka takut untuk mengusiknya karena dari hikayat turun-temurun, mereka mendapati kisah tentang keberadaan Yakjuj dan Makjuj.
Di samping pendapat ini, ada pula pendapat yang mengatakan bahwa dinding yang dibangun Raja Zulkarnain, yaitu tembok besar Cina. Tembok yang membentang sepanjang 21.196 kilometer di negeri Cina ini disebut sebagai hasil karya Raja Zulkarnain untuk membentengi bangsa Cina dari serangan bangsa Mongol dari utara. Namun, teori itu belum cocok seperti apa yang digambarkan Alquran.
Dari segi pembangunan, dinding yang dibangun Raja Zulkarnain terbuat dari paduan besi dan tembaga. Sedangkan, tembok Cina terbuat dari batu. Dalam sejarah juga disebutkan, tembok Cina dibangun secara bertahap selama ratusan tahun dari Dinasti Han, Dinasti Ming, dan seterusnya. Bantahan seterusnya, Raja Zulkarnain mendapatkan wahyu dari Allah, sedangkan raja-raja dinasti Cina tersebut tentu saja tidak.
Attribution 4.0. https://creativecommons.org/licenses/...
Sumber: http://incompetech.com/music/royalty-...
Artis: http://incompetech.com/
Musik misterius
Dark City oleh Audionautix dilisensikan berdasarkan lisensi Creative Commons Attribution 4.0. https://creativecommons.org/licenses/...
Artis: http://audionautix.com/
#CandraGoogleEarth#GoogleEarthTravelling
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: