Co-Pilot Pesawat ATR 42-500 Ternyata Anak Karyawan PT Vale, Dikenal sebagai Siswa Berprestasi
Автор: Tribunnews
Загружено: 2026-01-19
Просмотров: 18748
Описание:
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Nama Muh. Farhan Gunawan menjadi sorotan setelah ia tercatat sebagai korban hilang tragedi pesawat ATR 42-500, di perbatasan Maros dan Pangkep, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026).
Dalam penerbangan tersebut, Farhan bertugas sebagai Co-Pilot pesawat ATR 42-500.
Belakangan terungkap sosok Farhan yang ternyata merupakan anak dari seorang karyawan PT Vale Indonesia.
Latar belakang keluarganya membuat ia tumbuh dalam lingkungan yang disiplin dan penuh dorongan untuk berprestasi.
Sejak masa sekolah, Farhan dikenal sebagai siswa yang aktif dan berprestasi.
Ia pernah menjabat sebagai Ketua OSIS SMP Islam Athirah Makassar periode 2014–2015, kemudian melanjutkan kiprahnya sebagai Ketua OSIS SMA Islam Athirah periode 2016–2017.
Mantan Direktur Sekolah Islam Athirah, Syamril, menyebut Farhan sebagai sosok yang aktif, visioner, dan memiliki jiwa kepemimpinan sejak remaja.
Setelah lulus SMA, Farhan melanjutkan pendidikan di berbagai sekolah penerbangan.
Ia tercatat sebagai alumni Deraya Flying School (2019), Indonesia Civil Pilot Academy (2019–2020), serta sempat menempuh pendidikan di Bali International Flight Academy (2021).
Farhan sukses menyelesaikan sekolah penerbangan dengan memperoleh lisensi CPL-IR dengan Rating ME pada 2020.
Dalam profil LinkedIn miliknya, Farhan menuliskan alasan memilih profesi pilot karena melihat pesawat sebagai moda transportasi paling efisien dan aman.
Ia menyebut ingin berkontribusi dalam mobilitas masyarakat dengan menjadi bagian dari dunia penerbangan.
Farhan diketahui memiliki cita-cita menjadi First Officer untuk berbagai jenis pesawat di perusahaan penerbangan.
Dedikasi dan semangatnya membuat ia dipercaya sebagai co-pilot ATR 42-500 dengan nomor registrasi PK-THT dalam penerbangan rute Yogyakarta–Makassar.
Namun nahas, pesawat yang ia tumpangi bersama dengan 10 orang lainnya ditemukan jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Minggu (18/1/2026).
Selama proses evakuasi, tim gabungangan mengaku mengalami kesulitan lantaran medan yang sulit dan cuaca yang cenderung gerimis.
Sementara itu dari pihak keluarga Farhan saat ini masih menanti mukjizat akan kondisi sang putra.
Rombongan keluarga Farhan tiba di Makassar sejak dini hari, seusai menempuh perjalanan jauh dari Malili, Kabupaten Luwu Timur, demi mendapatkan kabar langsung terkait pencarian dan kondisi Farhan.
Perjalanan panjang tersebut dilakukan dengan perasaan campur aduk antara harap, cemas, dan doa yang terus dipanjatkan sepanjang jalan.
Namun, tidak semua anggota keluarga dapat hadir di posko.
Kedua orang tua Farhan tidak ikut serta dalam rombongan tersebut.
Alasannya, ayah Farhan harus tetap mendampingi sang ibu yang kondisinya menurun sesaat setelah tiba di Makassar.
Ibu Farhan diketahui dilarikan ke Rumah Sakit AURI karena kondisi kesehatannya memburuk akibat tekanan psikologis yang berat setelah menerima kabar tentang kecelakaan pesawat tersebut.
(Tribun-Video.com/Tribunbekasi.com/Tribuntrends.com)
Artikel ini telah tayang di Tribuntrends.com dengan judul Pilu Keluarga Farhan Co-Pilot Pesawat ATR Menanti Mukjizat, Ibu Tak Sadarkan Diri, Ayah Siaga di RS, https://trends.tribunnews.com/viral/1....
Artikel ini telah tayang di Tribunbekasi.com dengan judul Sosok Co-Pilot Pesawat ATR 42-500 yang Hilang dan Cita-citanya di Penerbangan Indonesia, https://bekasi.tribunnews.com/news/58....
Program: Live Tribunnews Update
Host: Putri Dwi Arrini
Editor Video: Rahmat Gilang Maulana
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: