Menhan AS Ejek Sistem Pertahanan Rusia Andalan Venezuela, Disebut Melempem saat Maduro Ditangkap
Автор: Tribunnews
Загружено: 2026-01-06
Просмотров: 17292
Описание:
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth membanggakan operasi militer yang dilakukan pasukannya di Venezuela.
Menurutnya, sistem pertahanan Rusia yang diandalkan negara tetangganya tersebut tidak menunjukkan perlawanan yang berarti.
Hal tersebut disampaikan Hegseth saat acara Arsenal of Freedom Tour di Virginia, Senin (5/1/2026).
Ia mengklaim ratusan tentara AS berhasil memasuki pusat Caracas tanpa masalah lalu menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores.
Hegseth menambahkan, operasi tersebut dilakukan tanpa adanya korban jiwa dari tentara AS, meskipun Venezuela memiliki sistem pertahanan udara Rusia yang beroperasi.
"Hampir 200 tentara Amerika terbaik kita memasuki pusat kota. Tampaknya sistem pertahanan udara Rusia yang sama itu tidak berfungsi dengan baik, bukan," kata Hegseth, dikutip dari Anadolu Agency pada Rabu (7/1/2026).
Sistem yang dimaksud yakni S-300VM dan Buk-M2 produksi Moskow.
Analis militer China Fu Qianshao mengakui adanya kekurangan dari sistem tersebut.
Hal itu terlihat dalam serangan pasukan elite Delta Force Angkatan Darat AS yang memadukan serangan siber, pengintaian elektronik, dan manuver taktis.
Menurut AS, lebih dari 150 pesawat tempur, pengebom, dan pengintai dikerahkan ke wilayah udara Venezuela.
Pesawat-pesawat ini menciptakan jalur aman bagi helikopter serta menyerang radar dan baterai rudal secara sistematis.
Fu menduga radar pertahanan udara Venezuela sengaja dimatikan karena terganggu (jammed).
"Sistem S-300 secara teori seharusnya siaga tinggi, tetapi kemungkinan tidak menyala. Bahkan kalaupun menyala, mungkin tidak bisa mendeteksi helikopter yang terbang rendah," ungkap Fu, dikutip dari South China Morning Post pada Rabu (7/1/2026).
Helikopter AS hanya terbang sekitar 30 meter di atas laut, membuatnya sulit terdeteksi radar permukaan.
Venezuela juga menggunakan radar JY-27A buatan China yang diklaim tahan gangguan dan portabel.
Meski begitu, Fu mengatakan bahwa radar ini tidak terhubung langsung ke sistem penembak rudal dan mungkin kesulitan mendeteksi target di medan kompleks seperti Caracas.
(Tribun-Video.com)
Artikel ini telah tayang di Anadolu Agency dengan judul, Hampir 200 pasukan AS berada di Caracas untuk operasi di Venezuela: Kepala Pentagon
https://www.aa.com.tr/en/americas/nea...
Program: Tribunnews Update
Host: Agung Tri Laksono
Editor Video: dharma aji yudhaningrat
Uploader: bagus gema praditiya sukirman
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: