Sejarah dan Asal Usul Bali Aga, Penduduk Pertama di Bali
Автор: Ensiklopedi
Загружено: 2023-09-23
Просмотров: 29257
Описание:
Sejarah Bali | Sejarah dan Asal Usul Bali Aga, Penduduk Pertama di Bali
Menyebut nama Bali, akan terbayang pulau dengan keindahan alam dan keramahan penduduknya. Bali adalah daerah dengan ragam budaya Hindu yang kental.
Nyaris seluruh aspek kehidupan masyarakatnya berbalut budaya Hindu, mulai dari bentuk bangunan hingga cara berpakaian penduduknya.
Dilansir dari indonesia.go.id, kentalnya budaya Hindu pada kehidupan penganutnya yang merupakan 86,8 persen dari total 4,32 juta penduduk Bali, rupanya telah berlangsung sejak berabad silam.
Tepatnya ketika bangsa Austronesia dari wilayah Tonkin, Tiongkok, dengan menumpang perahu bercadik dan mengarungi lautan luas, mendarat di Pulau Bali kira-kira 2.000 tahun sebelum Masehi.
Mereka memiliki kehidupan yang teratur dan tertata rapi dan membentuk suatu persekutuan hukum bernama thana atau dusun. Seperti dikutip dari Custodians Of Sacred Mountains: Budaya dan Masyarakat di Pegunungan Bali karya Thomas Reuter, mereka banyak mendiami kawasan pegunungan.
Migrasi kedatangan masyarakat ke Pulau Bali terjadi dalam tiga gelombang. Gelombang pertama berlangsung pada zaman prasejarah. Gelombang kedua penyebaran terjadi ketika momen perkembangan agama Hindu di wilayah Nusantara. Ketiga, gelombang migrasi berlangsung saat Majapahit Runtuh dan terjadinya proses Islamisasi di Pulau Jawa.
Dari ketiga gelombang migrasi tersebut, dua gelombang migrasi pertamalah yang disebut dengan Suku Bali Aga. Orang Bali yang berasal dari Suku Bali Aga memiliki tempat hidupnya tersendiri. Mereka biasa membangun komunitas di kawasan pegunungan. Dalam kesehariannya, orang Bali Aga terbiasa dengan aturan adat yang begitu ketat.
Thomas Reuter menyebutkan bahwa Suku Bali Aga, demikian nama masyarakat tersebut, sangat menjaga budaya mereka lewat sejumlah aturan adat atau awig-awig yang ketat. Mereka telah lebih dulu ada dibandingkan masyarakat imigran asal Kerajaan Majapahit.
Imigran asal Majapahit itu masuk ke Bali pada tahun 1343 Masehi. Mereka banyak mendiami kawasan daratan rendah dan pantai. Para imigran dari Kerajaan Majapahit ini dikenal sebagai Bali Jawi atau dari Pulau Jawa. Populasi para imigran ini di Bali makin meningkat seiring tumbangnya Kerajaan Majapahit.
Bali Aga disebut juga sebagai Bali Mula. Penduduk asli Bali di pegunungan ini awalnya tak mengenal agama dan menyembah leluhur yang mereka sebut sebagai Hyang dan berlangsung hingga abad keempat masehi, yaitu ketika beberapa pemuka Hindu dari India seperti Resi Markandya mulai masuk Bali.
Penduduk Bali Aga punya budaya Hindu yang berbeda dari keturunan Majapahit. Misalnya, suku Bali Aga tidak mengenal adanya upacara ngaben atau bakar jasad orang meninggal. Mereka melakukan upacara adat dengan mengubur jasad atau dikenal sebagai beya tanem.
Menurut sejarawan dari Universitas Pendidikan Ganesha Bali I Ketut Darsana, kelompok kelompok kemasyarakatan pada laki-laki dan perempuan menjadi dasar bagi munculnya kepemimpinan di masyarakat tersebut.
Pemimpin dari masyarakat ini disebut sebagai Lulu Apad. Selain itu, dialek khas penduduk Bali Aga juga berbeda dengan masyarakat Pulau Dewata pada umumnya.
Sejumlah hal menarik juga dapat digali dari masyarakat Bali Aga. Terutama, upaya mereka untuk menjaga kelestarian budayanya. Misalnya, masyarakat Bali Aga tidak diizinkan menikah dengan warga luar desa mereka.
Jika hal itu sampai terjadi, maka orang yang bersangkutan harus keluar dari desa dan tidak mendapatkan hak-hak dari keluarganya. Pernikahan di dalam keluarga masih dimungkinkan, dengan batas adalah silsilah empat generasi.
#bali #baliaga #sejarah #sejarahbali #sejarahbaliaga
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: