Gerakan Solidaritas SMK Turen: Lawan Premanisme, Tegakkan Hak Belajar!
Автор: DMTV Malang " KEARIFAN LOKAL UNTUK INDONESIA"
Загружено: 2026-01-16
Просмотров: 223
Описание:
Gerakan Solidaritas SMK Turen: Lawan Premanisme, Tegakkan Hak Belajar!
Malang – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-54, SMK Turen menggelar sebuah aksi monumental bertajuk “Gerakan Solidaritas dalam Memerangi Tindakan Premanisme yang Mengganggu Aktivitas Belajar di SMK Turen”. Acara ini berlangsung meriah di halaman bawah sekolah, Jln. Panglima Sudirman No. 2, Turen, Kabupaten Malang. Kamis (15/1/2025)
Lebih dari 1.600 siswa-siswi SMK Turen bersatu dalam satu suara: menolak segala bentuk premanisme yang mengancam kenyamanan dan keamanan proses belajar-mengajar. Acara ini turut dihadiri oleh Muspika Turen, Pengawas Pendidikan Drs. Moch Mudjiono, Kepala SMK Turen Tulus Karyadi, S.Pd., seluruh dewan guru dan staf, para alumni, serta masyarakat sekitar.
Dalam sambutannya, Kepala SMK Turen, Tulus Karyadi, S.Pd., menegaskan komitmen sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan kondusif. “Premanisme adalah musuh bersama. Kami ingin memastikan bahwa setiap siswa di SMK Turen dapat belajar tanpa rasa takut. Solidaritas hari ini adalah bukti bahwa kami tidak tinggal diam,” tegasnya.
Zidan, siswa kelas 12 TPM 5 sekaligus ketua panitia, menyampaikan bahwa acara ini disiapkan dengan semangat kebersamaan. “Kami ingin menunjukkan bahwa siswa SMK bukan hanya bisa belajar, tapi juga peduli dan berani bersuara,” ujarnya.
Sementara itu, Drs. Moch Mudjiono dari Dinas Pendidikan menyampaikan apresiasi atas inisiatif SMK Turen. “Gerakan ini patut menjadi contoh bagi sekolah lain. Pendidikan tidak boleh dikalahkan oleh ketakutan,” katanya.
Rangkaian acara dimulai sejak pukul 07.00 WIB dengan pembacaan Qiro’ah dan Al-Banjari, dilanjutkan pembukaan aksi solidaritas, sambutan-sambutan, hingga penampilan seni dari siswa-siswi seperti band, tari, puisi, dan orasi. Puncak acara dimeriahkan oleh penampilan Guest Star Band dan penarikan 3D yang disambut antusias oleh seluruh siswa.
Para guru berharap momentum ini menjadi titik balik untuk memperkuat karakter siswa dan mempererat solidaritas antarwarga sekolah. “Kami ingin menanamkan nilai keberanian, kepedulian, dan kebersamaan. Ini bukan sekadar perayaan, tapi pernyataan sikap,” ujar salah satu guru.
Siswa-siswi pun berharap agar gerakan ini menjadi awal dari perubahan nyata. “Kami ingin belajar dengan tenang, tanpa intimidasi. Hari ini kami bersatu, dan kami akan terus bersuara,” ungkap Franciska, siswa kelas 10 RPL.
Dengan semangat kebersamaan dan tekad yang kuat, SMK Turen membuktikan bahwa pendidikan adalah hak yang harus dilindungi bersama. Premanisme tidak punya tempat di lingkungan belajar.
(dwi)
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: