Trust Pasar Modal Tergerus: Mundurnya Pejabat OJK dan BEI Bukan Solusi | WAWANCARA KHUSUS
Автор: Tribun Cirebon
Загружено: 2026-02-05
Просмотров: 95
Описание:
TRIBUN-VIDEO.COM - Dalam satu hari yang sama, Jumat (30/1/2026), lima pejabat pengawas pasar modal mengundurkan diri. Pengunduran diri diawali Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman, lalu disusul empat unsur pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada malam harinya.
Keempat pimpinan OJK tersebut adalah Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar, Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Mirza Adityaswara, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (KE PMDK) OJK Inarno Djajadi, serta Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (DKTK) OJK Aditya Jayaantara.
Gelombang pengunduran diri ini terjadi setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok pada 28–29 Januari 2026. Sentimen negatif dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) turut memengaruhi psikologi investor dan memicu aksi panic selling di pasar modal.
Namun, langkah mundurnya para pejabat tersebut dinilai belum menyentuh akar persoalan. Bagi pelaku pasar, masalah utamanya bukan siapa yang mundur, melainkan krisis kepercayaan terhadap tata kelola pasar modal Indonesia.
Lalu, apakah pengunduran diri pejabat OJK dan BEI benar-benar menjawab persoalan utama pasar? Ataukah justru memperdalam ketidakpastian dan memperbesar distrust investor?
Untuk mengupas persoalan ini secara mendalam—mulai dari teguran MSCI, lemahnya tata kelola pasar modal, tekanan terhadap nilai tukar rupiah, peran Bank Indonesia, hingga risiko lanjutan terhadap ekonomi nasional—Tribunnews menghadirkan Wawancara Eksklusif bersama Pengamat Ekonomi sekaligus Direktur NEXT Indonesia Center, Herry Gunawan.
Dalam perbincangan terbuka tersebut, Herry Gunawan menegaskan bahwa krisis yang terjadi bukan semata soal anjloknya IHSG atau mundurnya pejabat, melainkan persoalan mendasar terkait kepercayaan, integritas regulator, dan konsistensi kebijakan pemerintah.
Ia juga menyoroti dampak lanjutan terhadap kondisi fiskal, termasuk utang pemerintah yang telah menembus Rp 10.000 triliun, penurunan belanja modal, serta potensi risiko sosial dan ekonomi jika tekanan ini dibiarkan berlarut.
Lebih jauh, Herry mengkritisi respons pemerintah yang dinilai belum menyentuh akar masalah, termasuk persoalan tata kelola BUMN, kecenderungan belanja negara yang makin berat ke belanja program dibanding belanja modal, serta kebijakan populis yang berpotensi membebani APBN ke depan.
Di tengah situasi ini, publik mempertanyakan:
Apakah krisis pasar modal ini bisa menjalar menjadi krisis ekonomi yang lebih luas?
Seberapa besar pengaruh MSCI terhadap arus modal asing dan stabilitas rupiah?
Benarkah pengunduran diri pejabat OJK dan BEI justru memperburuk trust pasar?
Apakah utang negara Rp 10.000 triliun masih aman, atau mulai menggerus ruang fiskal?
Program apa yang seharusnya ditinjau ulang agar APBN tetap sehat?
Dan yang terpenting, langkah “quick win” apa yang harus dilakukan pemerintah untuk mengembalikan kepercayaan publik dan investor?
Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan krusial tersebut dapat Anda simak secara lengkap dalam Wawancara Eksklusif Herry Gunawan di YouTube Tribunnews.
Tonton selengkapnya di kanal YouTube Tribunnews.
Program: Ngocak Febby
Host: Febby Mahendra Putra
Tim Studio: Nico, Lendy, Malau, Reza
Editor: Lendy & Ridho
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.
Ikuti juga informasi melalui akun media sosial dan website kami:
Website : https://cirebon.tribunnews.com
Instagram: / tribuncirebondotcom
Twitter : / tribun_cirebon
Facebook : / tribuncirebon
Tiktok : / tribuncirebon.com
#tribuncirebon #wawancarakhusus #pasarmodal #bei #ojk
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: