🔴Serangan Terbesar! Iran Gempur Depot Senjata AS di Israel hingga Rusia Janjikan Bantuan ke Teheran
Автор: Tribunnews
Загружено: 2026-03-10
Просмотров: 4538
Описание:
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Militer Iran mengumumkan telah melancarkan operasi militer terbaru.
Serangan ini menggunakan drone bunuh diri yang menargetkan wilayah Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Kuwait.
Dalam pernyataan yang dirilis Senin (9/3/2026), Iran menyebut operasi dilakukan oleh pasukan darat, udara, dan laut.
Militer Iran mengatakan, serangan diarahkan ke beberapa lokasi penting menggunakan bom bunuh diri.
Targetnya di antaranya unit pendukung tempur Rahwam dan stasiun radar peringatan dini di pangkalan AS 512.
Selain itu, Iran juga menargetkan pusat perakitan pasukan AS dan depot peralatan militer di Camp Al-Adiri di Kuwait.
Dalam pernyataan sebelumnya, Iran juga mengklaim drone mereka menyerang target di Haifa dan Tel Aviv.
Serangan juga diarahkan ke pangkalan AS di Camp Arifjan, Kuwait.
Iran menegaskan operasi ini hanya menargetkan fasilitas militer AS yang digunakan untuk menyerang Iran.
Teheran juga menyatakan tidak bermusuhan dengan negara-negara tetangga di kawasan tersebut.
Menurut Iran, target utama mereka adalah platform militer yang digunakan untuk menyerang negaranya.
Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan dukungan penuh kepada pemimpin tertinggi baru Iran.
Dirinya memastikan akan menjadi mitra yang bisa diandalkan Teheran.
Dukungan itu ditujukan kepada Mojtaba Khamenei, yang baru saja diangkat sebagai pemimpin tertinggi Iran.
Mojtaba menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan Amerika Serikat dan Israel.
Dalam pesannya, Putin menegaskan solidaritas Rusia terhadap Iran.
“Saya ingin menegaskan kembali dukungan tanpa henti kami untuk Teheran dan solidaritas dengan teman-teman Iran kami,” kata Putin.
Ia menyebut Rusia akan terus menjadi mitra yang dapat diandalkan bagi Teheran.
Putin juga mengatakan Iran saat ini sedang menghadapi agresi bersenjata.
Menurutnya, posisi Mojtaba sebagai pemimpin tertinggi akan membutuhkan keberanian dan dedikasi besar.
“Pada saat Iran menghadapi agresi bersenjata, masa jabatan Anda di posisi tinggi ini tidak diragukan lagi akan membutuhkan keberanian dan dedikasi yang besar,” kata pemimpin Rusia itu.
Sementara itu, Mojtaba Khamenei dipilih oleh Assembly of Experts atau Majelis Pakar Iran.
Badan ulama tersebut memiliki kewenangan untuk menunjuk pemimpin tertinggi negara.
Mojtaba yang berusia 56 tahun disebut selamat dari serangan udara AS dan Israel sebelumnya.
Ia resmi diangkat lebih dari sepekan setelah kematian Ali Khamenei dalam serangan udara.
Penunjukan ini juga menunjukkan kelompok garis keras masih memegang kendali di Iran.
(Tribun-Video.com/Tri Suhartini)
Program: Hot Topic
Editor Video: Difa Isnaeni Azizah
#viory
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: