Motif Pembunuhan Sadis Lansia Pensiunan Guru di Palembang yang Jasadnya Dibakar & Dibuang di Kebun
Автор: Tribunnews
Загружено: 2026-01-28
Просмотров: 2019
Описание:
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Polisi mengungkap motif pembunuhan sadis yang dilakukan YG (61) terhadap Christina (80), lansia pemilik kos sekaligus pensiunan guru di Palembang.
Korban diketahui dijerat di dalam mobil, sebelum jasadnya dibakar dan dibuang di pinggir kebun sawit wilayah Banyuasin, Sumatera Selatan.
Adapun motif utama pembunuhan tersebut adalah faktor ekonomi.
Pelaku nekat melakukan aksi kejahatan lantaran membutuhkan uang untuk berangkat ke Jakarta.
Sebagian uang hasil penjualan mobil korban diketahui digunakan untuk memenuhi rencana tersebut.
Kabar ini dikonfirmasi oleh Dirreskrimum Polda Sumsel, Kombes Pol Johannes Bangun, Rabu (28/1).
Selain itu, YG juga diduga menjadi korban penipuan oleh JI yang mengaku mampu menggandakan uang.
Akibatnya, uang hasil kejahatan tersebut, termasuk handphone dan payung milik korban, diserahkan kepada JI.
Setelah membunuh korban, YG menjual mobil Christina kepada seorang saksi bernama Apriyadi dengan bantuan adiknya berinisial SW.
Pelaku kemudian melarikan diri ke Tulungagung sebelum akhirnya ditangkap tim gabungan Satreskrim Polres Tulungagung dan Resmob Mabes Polri.
Sebagai informasi, polisi memastikan tulang belulang manusia yang ditemukan di area perkebunan kelapa sawit di Banyuasin, Selasa (27/1/2026), merupakan milik Christina (80).
Christina merupakan seorang pensiunan guru asal Palembang yang sebelumnya dilaporkan hilang.
Sejak saat itu, keberadaan korban tidak diketahui hingga akhirnya kasus ini terungkap sebagai tindak pidana perampokan disertai pembunuhan.
(Tribun-Video.com)
Artikel ini telah tayang di TribunSumsel.com dengan judul Motif Kakek di Palembang Rampok dan Bunuh Nenek Christina, Diduga Tertipu Modus Penggandaan Uang, https://sumsel.tribunnews.com/palemba...
Program: Live Tribunnews Update
Host: Putri Dwi Arrini
Editor Video: Januar Imani Ramadhan
Reporter: Rachmad Kurniawan
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: