Bacaan Saat I'Tidal (Bag.4) - Ustadz Abdullah Zaen., Lc., MA.
Автор: Ustadz Abdullah Zaen
Загружено: 2026-02-08
Просмотров: 513
Описание:
Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 247
BACAAN SAAT I’TIDAL Bag-4
I'tidal adalah berdiri tegak setelah ruku’ dan sebelum sujud. Pada momen ini Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mencontohkan beberapa redaksi bacaan. Mulai dari yang pendek, hingga yang agak panjang. Di antara dzikir yang dibaca beliau adalah:
Bacaan Keempat:
«رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ، وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ، أَهْلَ الثَّنَاءِ وَالْمَجْدِ، أَحَقُّ مَا قَالَ الْعَبْدُ وَكُلُّنَا لَكَ عَبْدٌ. اللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ»
“Wahai Rabb kami, sesungguhnya segala puji hanya milik-Mu. Pujian sepenuh langit dan bumi, serta sepenuh apa yang Engkau inginkan dari sesuatu setelahnya. Engkaulah yang berhak dipuji dan dimuliakan. Pujian yang pantas diucapkan oleh seorang hamba. Dan kita semua hamba. Tidak ada yang bisa menghalangi apa yang Engkau berikan, dan tidak ada yang mampu memberi apa yang Engkau cegah. Di hadapan-Mu, kekayaan dan kedudukan tidak bermanfaat sedikit pun bagi pemiliknya”.
Dalil Landasan:
Abu Sa’id al-Khudriy radhiyallahu ‘anhu berkata, “Biasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bila mengangkat kepalanya setelah ruku’ beliau membaca: “Robbanâ lakal hamdu, mil’as samâwâti wal ardhi, wa mil’a mâ syi’ta min syay’in ba‘du. Ahlats tsanâ’i wal majdi. Ahaqqu mâ qôlal ‘abdu. Wa kullunâ laka ‘abdun. Allôhumma lâ mâni‘a limâ a‘thoyta, wa lâ mu‘thiya limâ mana‘ta, wa lâ yanfa‘u dzal jaddi minkal jaddu”. HR. Muslim (no. 477).
Renungan Kandungan
Beberapa kalimat dalam doa ini sebenarnya telah dibahas saat mengkaji bacaan pertama, kedua dan ketiga i’tidal pada Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 244, No 245 dan No 246. Karenanya sekarang kita akan fokus mengkaji kalimat-kalimat baru yang muncul dalam dzikir ini. Yaitu kalimat “Ahaqqu mâ qôlal ‘abdu. Wa kullunâ laka ‘abdun (Pujian yang pantas diucapkan oleh seorang hamba. Dan kita semua hamba)”.
Kalimat “Pujian yang paling pantas diucapkan oleh seorang hamba” menunjukkan bahwa dari sekian banyak ucapan yang keluar dari lisan kita setiap hari, yang paling mulia, paling layak dan paling bernilai adalah pujian kepada Allah subhanahu wa ta’ala.
Ini mengajarkan bahwa seorang hamba seharusnya tidak membiarkan lisannya berbicara sembarangan. Lisan perlu diseleksi. Jika kita ingin menjadi pribadi yang baik, maka yang keluar dari mulut kita pun hendaknya yang baik. Dan sebaik-baik ucapan adalah dzikir dan pujian kepada Allah.
Adapun kalimat “Kami semua adalah hamba” bukan sekadar pengakuan di lisan, tetapi harus dibuktikan dalam kehidupan nyata. Pengakuan sebagai hamba menuntut konsekuensi berupa ketaatan.
Ketika seseorang telah mengikrarkan bahwa dirinya hamba Allah, maka semestinya ia berusaha mengikuti apa yang diperintahkan Allah dan menjauhi apa yang dilarang-Nya. Karena hakikat hamba sejati adalah orang yang tunduk dan patuh kepada Rabb-nya.
Maka ketaatan itu tampak dalam seluruh sisi kehidupan. Kita berusaha mencari rezeki dengan cara yang dihalalkan Allah, berbisnis dengan etika yang diajarkan syariat, menunaikan shalat sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, berpakaian dengan adab yang diridhai Allah, serta menjalani kehidupan rumah tangga, bertetangga dan bekerja dengan nilai-nilai yang diajarkan dalam agama.
Itulah konsekuensi dari sebuah pengakuan. Ketika kita mengatakan “kami adalah hamba Allah”, maka seluruh kehidupan kita diarahkan untuk menunjukkan bahwa kita benar-benar tunduk dan taat kepada-Nya.
Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, Senin, 21 Sya’ban 1447 / 9 Februari 2026
AGEN KEBAIKAN
REG:NAMA#JENIS KELAMIN#KOTA = 081128087654
Bergabung channel WA
https://whatsapp.com/channel/0029Vb1x...
Facebook
www.facebook.com/UstadzAbdullahZaen/
Telegram
https://t.me/ustadzabdullahzaen
Soundcloud
/ ustadzabdullahzaen
Instagram
/ abdullahzaenofficial
Youtube
/ ustadzabdullahzaenma
#ustadzabdullahzaen #kajianislam #kajiansunnah #kajianislami #kajiansalaf
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: