Inovasi LILAKU 4 GH RSUD Dr Achmad Mochtar Bukittinggi
Автор: MEDIA RSAM TV
Загружено: 2022-08-19
Просмотров: 617
Описание:
LATAR BELAKANG INOVASI
Peraturan Menteri Kesehatan No 7 tahun 2019 tentang Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit mengamanatkan untuk melakukan pengaturan kesehatan lingkungan rumah sakit, salah satunya agar terwujudnya rumah sakit ramah lingkungan. Menurut Pedoman Rumah Sakit Ramah Lingkungan di Indonesia yang diterbitkan tahun 2018 oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, untuk mencapai predikat rumah sakit ramah lingkungan (green hospital) dapat diupayakan dari beberapa kriteria, yaitu dari segi kriteria desain dan konstruksi serta kriteria operasional.
PENJARINGAN IDE
Adanya instalasi atau fasilitas untuk memilah dan mengumpulkan sampah mengacu ke standar yang berlaku; memiliki rencana manajemen sampah konstruksi limbah padat, dengan menyediakan area pengumpulan, pemisahan dan sistem pencatatan; memiliki rencana manajemen konstruksi limbah cair, dengan menjaga kualitas seluruh air yang timbul dari aktivitas rumah sakit; adanya usaha atau kegiatan pengomposan limbah organik di areal lokasi rumah sakit, serta melakukan daur ulang limbah anorganik secara mandiri atau bekerja sama dengan pihak ketiga di luar sistem jaringan persampahan kota menjadi kegiatan yang perlu dikembangkan di rumah sakit menuju green hospital.
PEMILIHAN IDE
Semenjak tahun 2018, RSUD Dr Achmad Mochtar Bukittinggi telah melakukan daur ulang limbah anorganik secara mandiri sebagai upaya untuk mewujudkan rumah sakit yang ramah lingkungan dengan melakukan daur ulang botol infus yang tidak terkontaminasi cairan tubuh menjadi plastik yang bernilai jual, dengan nama inovasi Lilaku (limbah layakku). Hal ini telah berdampak pada efisiensi biaya yang dikeluarkan oleh rumah sakit untuk mengolah limbah medis. Upaya lanjutan untuk mencapai rumah sakit yang ramah lingkungan, dilakukan dengan merencanakan manajemen konstruksi limbah cair, melalui renovasi dan pengembangan IPAL dan adanya usaha atau kegiatan pengomposan limbah organik di areal lokasi rumah sakit. Untuk itu, dilakukan pencanangan inovasi Lilaku 4 GH sebagai upaya pengembangan dari inovasi Lilaku yang telah dilakukan sebelumnya dengan Pengolahan limbah terintegrasi melalui pembangunan dan pengembangan fasilitas pengolahan limbah terpadu.
MANFAAT INOVASI
Bagi Rumah Sakit
Memperbaiki sasaran intervensi pengelolaan limbah cair dan limbah padat RSUD Dr Achmad Mochtar Bukittinggi
Mendorong rumah sakit untuk menuju Green Hospital
Meningkatkan kinerja rumah sakit dalam pengelolaan limbah rumah sakit
Menurunkan rata-rata kasus infeksi rumah sakit
Memperbaiki tingkat keselamatan pasien
Bagi Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Kota Bukittinggi
Sebagai alat untuk memberikan pelayanan publik yang aman dan nyaman melalui pengelolaan limbah.
Memberikan kontribusi yang postif dalam penilaian adipura Kota Bukittinggi
Bagi masyarakat
Mendapaatkan pelayanan di rumah sakit dengan lingkungan yang nyaman dan aman
Terhindar dari pencemaran limbah yang dihasilkan rumah sakit
DAMPAK INOVASI
Inovasi Lilaku 4 GH dimulai dengan melakukan perencanaan pengembangan IPAL untuk meningkatkan kualitas air olahan agar memenuhi baku mutu dan aman bagi lingkungan, serta pembuatan rumah kompos yang baru pengganti rumah kompos sebelumnya yang telah dialih fungsikan menjadi ruangan cold storage. Proses renovasi dan pembangunan IPAL dan rumah kompos dilakukan dalam 90 hari kerja.
Renovasi dan pengembangan instalasi pengolahan air limbah telah berdampak terhadap kualitas air olahan yang dihasilkan. Berdasarkan hasil uji di laboratorium, kualitas buangan air limbah saat ini selalu berada di bawah baku mutu sehingga aman di buang ke lingkungan. Limbah organik yang dihasilkan dari kegiatan pengolahan di instalasi gizi dan taman juga telah diolah menjadi kompos, dan dimanfaatkan kembali untuk pemupukan tanaman di lingkungan rumah sakit. Hal ini mampu mengefisiensi anggaran rumah sakit untuk pembelian pupuk.
Sedangkan limbah anorganik, berupa limbah botol infus yang tidak terkontaminasi cairan tubuh, dipilah dari ruangan rawatan dengan tong sampah khusus, untuk selanjutnya diolah dan dijual ke pihak ketiga, juga telah berdampak pada jumlah sampah infeksius yang diserahkan ke pihak ketiga dan mengefisiensi biaya pemusnahan limbah. Dengan upaya-upaya yang dilakukan tersebut, diharapkan RSUD Dr Achmad Mochtar dapat menjadi Green Hospital dimasa mendatang.
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: