Tahan dulu, jangan terus bicara, pertimbangkan dan berdoa kepada Tuhan meminta hikmat Roh Kudus.
Автор: Kencan Dengan Tuhan
Загружено: 2026-02-25
Просмотров: 120
Описание:
Kamis, 26 Februari 2026
Amsal 12:18
"Ada orang yang lancang mulutnya
seperti tikaman pedang,
tetapi lidah orang bijak
mendatangkan kesembuhan."
Ada seorang mahasiswa yang menderita kepahitan yang dalam selama bertahun-tahun terhadap salah seorang dosen, karena satu pernyataan yang diucapkan dosen tersebut.
Suatu hari ketika ia sedang berbicara dengan pacarnya, mereka ditegur dengan sangat kasar oleh seorang dosen yang kebetulan lewat.
Begitu melihat mereka berdua, dosen tersebut langsung mendatangi mereka dan berkata,
"Saya muak melihat kalian berdua. Saya tidak bisa makan kalau melihat kalian berdua, mau muntah rasanya."
Mahasiswa tersebut dan pacarnya begitu sakit hati sampai-sampai setiap kali dosen tersebut mengajar di kelas, mereka tidak mau mendengarkan. Semangat dan kemauan mereka untuk mengerjakan tugas-tugas dari mata kuliah yang sedang diajar dosen tersebut itupun juga hilang.
Akhirnya mereka mendapat nilai yang begitu rendah dari mata kuliah tersebut, bukan karena mereka bodoh tetapi semata2 karena kepahitan dalam hati mereka kepada dosen yang mengajarnya.
Amsal 12:18 mengajar kita untuk tidak sembarangan berkata, sekalipun dalam persoalan yang kecil atau remeh, bahkan dalam bergurau.
Pada saat kita meremehkan soal yang kita hadapi atau meremehkan pembicaraan kita, maka pada waktu itu akan ada banyak kata-kata yang mengalir keluar tanpa ditimbang dan dipikirkan, sehingga akhirnya tahu-tahu kita sudah membuat banyak kesalahan, kepahitan dan melukai orang lain dengan kata-kata itu.
Banyak penderitaan batin dan kepahitan hidup itu berasal dari kata-kata yang keluar seenaknya tanpa dipertimbangkan. Kata-kata yang tidak dipertimbangkan terlebih dahulu, tanpa disengaja dapat melemahkan atau bahkan mematikan semangat, gairah bahkan kerohanian orang lain.
Oleh karena itu, sebaiknya sebelum mengucapkan suatu kalimat, teguran, nasihat atau canda gurau apapun juga, terlebih dahulu tanyakanlah kepada hati kita, adakah damai sejahtera untuk berkata-kata begitu? Adakah hati kita gelisah dan merasa tidak enak? Apakah akan ada orang yang terluka hatinya karena perkataan kita ini?
Kalau hati kita tidak sejahtera, tidak ada ketenangan untuk berkata-kata sedemikian, tahan dulu, jangan terus bicara, pertimbangkan lagi, dan berdoa kepada Tuhan meminta hikmat dari Roh Kudus.
Tuhan Yesus memberkati.
Doa:
Tuhan Yesus,
berilah aku
hikmat dan kepekaan
untuk selalu
dapat membedakan
kata-kata yang berguna
dan kata-kata
yang tidak berguna.
Ampunilah semua perkataanku
yang telah menyakiti
hati orang lain,
dan aku mohon
balutlah hati orang2
yang telah kusakiti
dengan kasih dan pengampunan dari-Mu.
Amin. (Dod).
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: