Al-An’am - Pensil Langit
Автор: Pensil Langit
Загружено: 2026-01-20
Просмотров: 12978
Описание:
Maka ketahuilah olehmu wahai insan
Bahawa malam dijalin dari nur yang disimpan
Tanah di adun dengan hayat dan pinjaman
Sedang diri mendakwa empunya ketentuan
Adapun manusia menatah makna pusaka
Berpaut adat tanpa soal bicara
Tatkala kebenaran mengetuk sukma
Mereka berkata inilah jalan biasa
Petunduk turun bersusun rupa
Namun mata diselubung sangka
Bila haq datang berulang suara
Ia dituduh bayang dusta
Di medan kelam aku berdiri
Teras iman digoncang ilusi
Jika ini lorong yang ku lalui
Aku tetap teguh walau sunyi
Bulan membulat meminjam seri
Indahnya singgah sekadar janji
Aku hampir sujud pada cahaya
Hingga gelap menutup segala puji
Matahari naik memacak daulat
Api yakin membakar tekad
Namun senja meleraikan mahkota
Kuasa gugur ditelan saat
Aku enggan tunduk pada yang berubah
Yang naik diagung lalu rebah
Aku memilih Tuhan Yang Esa
Kekal berdiri melampaui masa
Di medan kelam aku berdiri
Teras iman digoncang ilusi
Jika ini lorong yang ku lalui
Aku tetap teguh walau sunyi
Maka bertitahlah waktu dalam lipatan takdir
Aku menilik tanda pada urat nasib dan tafsir
Yang ghaib bukan jauh cuma terhijab tirai
Yang nyata sering lena dalam sangka dan lalai
Aku bertongkat hujah bukan hikayat bicara
Cerita purba bukan dusta bukan senda senda
Yang palsu berkilau memukau pandang mata
Yang haq diam diam menelanjangi nyata
Mereka mengaku waris adat dan pusaka
Namun akal berkarat terpenjara sangka
Lidah berlagu tanpa suluh pedoman
Ilmu digadai demi sorakan zaman
Aku menyaring makna dari kelam cahaya
Menyulam hakikat dari retak percaya
Yang fana diangkat jadi berhala fikir
Yang baqa dicela kerana tidak berkilir
Mereka melakar hukum sekehendak rasa
Yang halal disisih yang haram dimulia
Agama dijahit jadi alat kuasa
Bukan amanah penjaga jiwa
Jika aku bersuara itu amanah kata
Bukan dendam bukan hiasan nada
Kerana tiap lafaz lahir dari sukma
Akan pulang jadi saksi atas jiwa
Aku tidak berdiri di sisi jumlah
Aku berpaut pada timbangan hujah
Yang ramai belum tentu benar makna
Yang sunyi sering memikul setia
Maka bacalah ayat pada jasad alam
Langit kitab bumi pena yang diam
Barang siapa menutup mata batin
Nescaya buta walau celik zahir
Aku melangkah tanpa jampi dan serapah
Namun tiap gerak ditimbang amanah
Kerana iman bukan jerit di lisan
Ia tumbuh saat runtuhnya sangkaan
Ini bukan kisah yang telah lalu
Ia sedang berlaku dalam dirimu
Setiap kali haq menuntut pengakuan
Dan ego memilih untuk membisu
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: