THE HIDDEN TSUKEMEN IN NARA
Автор: Ria SW
Загружено: 2026-02-12
Просмотров: 37952
Описание:
安心して〜今回は日本語は使わないよ。
母国語で話そう😆
Kalian apa kabar?
Sejauh ini udah ada yang bikin dunia kalian gonjang-ganjing belum?
Please, jangan jawab:
'Eipstein Files & Agenda 2030'
Dua hal itu bikin dunia kita seperti Formula Rossa.
😭😭😭
------------
Kemarin malam aku makan dua mangkuk samyang campur kornet — ditemani dengan tontonan video YouTube-ku.
GAK DEH.
Itu mah kalian.
😂🤣😂
...ditemani dengan obrolan santai bersama teman lama.
Berawal dari obrolan santai dari dia:
"Ada cowo ganteng di kantor."
→ ditutup dengan obrolan penasaran dari aku:
"Selama kita berteman, ada yang berubah dari gue gak? kalo ada, perubahannya extreme gak?"
Alhasil kami berdua mikir bareng.
Aku gak akan cerita detail semuanya di sini — kolom deskripsi YouTube gak akan muat, huuuaaaaaa
------------
Obrolan ini termasuk deep-talk.
Itu artinya kami butuh pikiran jernih untuk membuka tabir surya 8 tahun terakhir.
Seperti tabir surya yang kalian buka ketika mau flashback kenangan terindah (terburuk) bareng mantan.
Alih-alih bikin senyum atau bikin ghibah — kenangan itu malah bikin mata sembab.
Air mata yang keluar bisa isi kolam renang standar Olimpiade~🏊♀️
Kami bukan pasangan, ataupun mantan.
Jadi aman lah.
Yang dibutuhkan hanya:
tahu aci dan segelas es matcha latte.
🤤🤤🤤
------------
Kami mulai lanjutin obrolan setelah samyang pamit.
👽: Ini perubahan signifikan banget yang terjadi di lo.
TMI. Gak cuma gue aja yang ngerasain, anak-anak pun begitu. Kami sempat obrolin ini tahun lalu.
🥷🏼: Signifikan? Apaan? Perasaan gue gini-gini aja.
👽: Lo tuh sekarang jadi lebih perhatian, dan peka sama hal-hal kecil.
🥷🏼: Masa sih? Dulu gue gak gitu ya?
👽: Gue sakit aja juga lo gak tau.
Lo juga gak nyadar kaki lo terluka.
Apa sih yang bikin lo bisa berubah?
Arwah bodo amatnya udah gak betah di tubuh lo ya?
🥷🏼: HAHAHAHA. Gak tau. Gue juga gak terlalu nyadar.
Faktor usia kali ya? Lo juga gitu, Ia.
Sekarang lo mulai pilih-pilih buat korbanin diri lo untuk orang lain.
Gue berasa dan bisa ngeliat sih. Kenapa lo kayak gitu?
👽: Faktor usia juga kali ya?
((Kami berdua terdiam. Mencari jawaban yang lebih masuk akal dari sekedar faktor usia.))
👽: Oh! Kayaknya karena ini deh.
Semakin ke sini, gue semakin mikir...
Bukan cuma mikir sih — lebih karena ngerasain juga.
Buat gue pribadi, "berkorban demi orang lain" mulai bergeser maknanya.
Emang sih kedengarannya mulia.
Tapi kok efeknya seperti gue mengecilkan diri sendiri?
🥷🏼: Maksudnya? Kan lo bantuin orang lain.
Kenapa jadi mengecilkan diri?
👽: Karena gue mulai kompromi sama apa yang gue yakini.
Entah itu prinsip, nilai — semuanya perlahan bergeser.
Gue mulai tunda kebutuhan gue.
Boundaries perlahan mulai samar.
Isi 'kekosongan' orang lain sambil ninggalin diri sendiri — karena gak punya waktu untuk lihat ke dalam, dan terlalu sibuk lihat sekeliling.
🥷🏼: Masuk akal sih. Berkorban untuk orang lain, tapi kita ngorbanin diri sendiri.
👽: Iya. Itu yang gue maksud mengecilkan diri sendiri.
🥷🏼: Oh! Makanya sekarang lo jadi pilih-pilih ya. Gak semuanya lo iya-in.
👽: Iyaaaa. Gue takut kalo semuanya gue iya-in, tahun depan gue jadi Mother Teresa, dan bangun UNICEF.
🥷🏼👽: HAHAHAHAHA
🥷🏼: Perubahan yang bagus sih.
👽: Lo juga perubahan yang bagus.
🥷🏼: Gak, ah. Biasa aja. Gak sebagus perubahan lo.
👽: Malah bagus banget tau. Lo mana bisa kasih tau perubahan gue kayak barusan dengan diri lo yang lama?
Gue sakit aja lo gak nyadar, apalagi hal kasat mata kayak gini.
🥷🏼: Ih. Iya juga! Toast lah untuk perubahan kita.
Cheers~🍻
xoxo,
RSW
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: