🛵[Travel Diaries] Mencari Akar Indonesia di Sudut Buduran
Автор: Fadhilah Salsabila
Загружено: 2025-12-25
Просмотров: 301
Описание:
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Shalom, Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan, Rahayu 🙏🏻✨
👑🙋🏻♀️Halo Sobat! 🌼🌈
Selamat datang di channel ini. Di video kali ini, aku Fadhilah Salsabila, salah satu siswi dari SMA Negeri 4 Sidoarjo, Jawa Timur...mengajak kalian untuk ikut dalam sebuah perjalanan.
Bukan perjalanan jauh ke luar negeri 😁, tapi perjalanan menembus waktu ⏰, menyusuri jejak sejarah dan kebudayaan Jawa Timur di Museum Negeri Mpu Tantular 🏛️
Perjalanan ini bermula dari sebuah mimpi besar di tahun 1933. Seorang warga Surabaya berkebangsaan Jerman, Godfried Hariowald von Faber, memiliki visi untuk melestarikan sejarah dan budaya lokal. Dari mimpi itulah lahir sebuah lembaga kebudayaan bernama Stedelijk Historisch Museum Soerabaia, yang kemudian resmi dibuka untuk umum pada 25 Juli 1937.
Seiring waktu, koleksi museum semakin bertambah. Museum pun berkembang dan menempati bangunan baru di Jalan Simpang, yang kini kita kenal sebagai Jalan Pemuda No. 3 Surabaya. Menariknya, pengembangan museum ini didukung oleh dana masyarakat...sebuah bukti bahwa sejak dulu, kepedulian terhadap sejarah sudah tumbuh di tengah masyarakat.Tak hanya itu, museum ini juga dilengkapi dengan ruang koleksi, perpustakaan, kantor, hingga auditorium.
Bahkan, Von Faber aktif menjalin kerja sama internasional demi meningkatkan kualitas museum. Namun sayangnya, sebelum seluruh cita-citanya terwujud, beliau wafat pada 30 September 1955.
Setelah kepergian sang perintis, museum sempat melewati masa-masa sulit. Kurangnya perawatan membuat sebagian koleksi rusak bahkan hilang. Museum kemudian dikelola oleh Yayasan Pendidikan Umum, hingga pada tahun 1964 mendapat dukungan dari Yayasan Bapak Prof. Dr. M. Soetopo. Sejak saat itu, perhatian pemerintah terhadap museum ini pun mulai meningkat.
Titik balik penting terjadi pada 23 Mei 1972, ketika museum kembali dibuka dengan nama Museum Jawa Timur.Tak lama kemudian, museum resmi dinegerikan melalui SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 040/C/1974, dan diresmikan pada 1 November 1974. Sejak itulah, museum ini dikenal sebagai Museum Negeri Jawa Timur Mpu Tantular.
Karena koleksinya terus bertambah, museum ini beberapa kali berpindah lokasi...mulai dari Jalan Pemuda, lalu ke Jalan Taman Mayangkara Surabaya, hingga akhirnya menemukan rumah tetapnya.
Dan pada 14 Mei 2004, Museum Negeri Mpu Tantular resmi menempati lokasi yang kita kenal sekarang, yaitu di Jalan Raya Buduran, Sidoarjo, tepat di sebelah barat Jembatan Layang Buduran.
Di tempat inilah, ribuan koleksi sejarah, budaya, dan arkeologi Jawa Timur dirawat dan dipamerkan...bukan hanya sebagai benda mati, tetapi sebagai saksi perjalanan panjang peradaban. Karena sesungguhnya, Museum Mpu Tantular bukan sekadar tempat menyimpan masa lalu, melainkan ruang belajar, ruang refleksi, dan jendela untuk memahami siapa kita hari ini.
#TourismVlogUndiknas2025 #Budinataundiknas2025 #undiknas
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: