CB W2 Penguatan Deteksi dan Pencegahan Fraud di Lingkungan Perusahaan
Автор: ONEPTPN_Manajemen Aset dan Pemasaran N1R2
Загружено: 2026-01-03
Просмотров: 1
Описание:
Krisis dapat terjadi kapan saja dan berpotensi merusak reputasi serta kelangsungan bisnis organisasi. Oleh karena itu, unit kerja perlu memiliki kemampuan proaktif untuk mencegah, mempersiapkan, merespons, dan memulihkan diri dari peristiwa tak terduga melalui manajemen risiko yang efektif.
Strategi ini bertujuan untuk memastikan unit kerja siap menghadapi, merespons, dan pulih dari kejadian tak terduga. Melalui manajemen risiko, organisasi dapat melihat potensi masalah secara lebih terarah, menjaga keselamatan, serta melindungi aset dan kepercayaan pemangku kepentingan.
Proses ini dilakukan melalui tujuh tahapan sistematis: mulai dari penetapan konteks, identifikasi berbagai aspek risiko (keuangan, hukum, teknologi, operasional, SDM), analisis dampak, hingga evaluasi berdasarkan standar toleransi perusahaan. Selanjutnya, perusahaan menentukan strategi mitigasi melalui perlakuan risiko, pemantauan berkala, serta komunikasi intensif kepada pihak internal dan eksternal.
Kesiapan manajemen krisis dibangun di atas elemen-elemen kunci yang mencakup pencegahan ancaman seperti bencana alam atau kegagalan sistem, serta perencanaan detail yang melibatkan pembentukan tim krisis dan prosedur standar. Organisasi juga diwajibkan melakukan persiapan melalui pelatihan dan simulasi agar mampu memberikan respons cepat dan komunikasi yang transparan saat krisis terjadi. Setelah krisis terkendali, fokus beralih pada pemulihan operasi dan evaluasi menyeluruh untuk perbaikan di masa depan.
Untuk memperkuat sistem ini, pimpinan unit kerja harus menunjukkan komitmen dan menjadi teladan dalam membangun budaya sadar risiko. Strategi yang diterapkan meliputi evaluasi rutin, penyediaan edukasi komprehensif bagi karyawan, integrasi teknologi informasi untuk efisiensi, serta pelaksanaan audit reguler. Penanganan krisis sendiri dibagi dalam tiga fase utama:
Pra-Krisis: Pembentukan tim khusus dan penyusunan rencana respons krisis serta rencana kesinambungan bisnis (business continuity plan).
Saat Krisis: Penilaian situasi dengan segera, aktivasi rencana, dan pengambilan keputusan cepat oleh pimpinan dengan tetap menjaga satu pintu komunikasi melalui juru bicara resmi.
Pasca-Krisis: Pemulihan aset dan proses bisnis yang terdampak, diikuti dengan evaluasi efektivitas respons untuk memperbarui strategi manajemen risiko di masa mendatang.
Sebagai langkah akhir, manajemen risiko harus menjadi bagian integral dari proses bisnis perusahaan. Hal ini dicapai dengan menyelaraskan manajemen risiko dengan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance), menetapkan selera risiko (risk appetite) dalam setiap keputusan, dan menjadikan hasil evaluasi risiko sebagai dasar pemeriksaan berbasis risiko (risk-based audit) demi meningkatkan akuntabilitas dan kinerja perusahaan secara berkelanjutan.
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: