Kronologi Polisi Tembak Warga Sipil di Papua, Korban: Pintu Dicungkil Pakai Garpu & Istri Ketakutan
Автор: Tribunnews
Загружено: 2026-02-13
Просмотров: 1077
Описание:
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Novel Pompente (29), seorang pria yang manjadi korban penembakan oknum polisi di Jalan Karang VII, belakang Ekspo Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura, Papua, Kamis (12/2/2026), akhirnya buka suara.
Novel menjelaskan kronologi terjadinya peristiwa mencekam tersebut.
Siang itu, Novel diketahui sempat keluar rumah menuju sebuah counter yang berjarak hanya beberapa menit.
Tak lama kemudian, istrinya mengirim pesan bahwa ada orang berusaha membuka pintu rumah dengan cara mencungkil menggunakan benda logam.
Suara gesekan itu membuat sang istri panik.
Ia mencoba menenangkan istrinya lewat pesan singkat, namun rasa penasaran membuat sang istri membuka pintu.
Di luar ternyata sudah ada orang tak dikenal yang langsung menanyakan siapa yang berada di dalam rumah.
Novel segera kembali ke rumah. Ia mendengar tudingan bahwa di dalam rumah ada orang menyimpan senjata.
Situasi semakin tegang hingga akhirnya terjadi kepanikan.
Saat berusaha keluar lewat pagar, Novel merasakan sakit di tangan dan mendapati dirinya tertembak.
Dalam kondisi berdarah, ia berlari ke arah warung di depan rumah untuk meminta pertolongan warga.
Novel menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memiliki masalah pribadi dengan pelaku.
Menurut pengakuan sang istri, pelaku menuding ada orang yang membawa senjata di dalam rumah.
Pasca-insiden, keluarga korban mengaku tidak terima dan menuntut proses hukum berjalan adil.
Mereka kini fokus pada pemulihan kondisi Novel yang dirawat di RS Bhayangkara Jayapura, namun tetap menekankan agar pelaku dihukum sesuai aturan.
Pelaku diduga adalah anggota polisi berinisial Brigadir LR (30) dari Polda Papua.
Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Fredrickus Maclarimboen, menegaskan kasus ini akan ditangani serius pada Jumat (13/2).
Barang bukti berupa senjata api dan amunisi telah diamankan.
Brigadir LR dipastikan menghadapi proses hukum berlapis, baik pidana umum maupun sidang kode etik profesi.
Fredrickus menekankan Polri tidak akan menoleransi pelanggaran hukum oleh anggotanya dan meminta masyarakat menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kepada aparat.
Insiden ini menambah daftar panjang kasus kekerasan yang melibatkan aparat di Papua.
Penanganan terbuka dan tegas diharapkan mampu menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat Jayapura tetap kondusif pascakejadian.
(Tribun-Video.com/Tribunnews.com)
https://www.tribunnews.com/regional/7...
================
Program: Live Tribunnews Update
Host: Putri Dwi Arrini
Editor Video: Rahmat Gilang Maulana
Повторяем попытку...
Доступные форматы для скачивания:
Скачать видео
-
Информация по загрузке: